HELVETIAHELVETIA

Jurnal Dunia GiziJurnal Dunia Gizi

Berdasarkan data Riskesdas 2018, menunjukkan bahwa 95,4% penduduk usia berusia ≥5 tahun di Indonesia mengonsumsi sayuran dan buah-buahan di bawah anjuran dari rekomendasi konsumsi buah dan sayuran untuk balita dan anak-anak sebesar 300-400 gram. Selain itu, konsumsi lauk hewani dalam sehari yaitu 11,6% dari anjuran sebesar 12% AKG. Kurangnya konsumsi makanan bergizi dapat dipengaruhi oleh preferensi makanan. Preferensi makanan merupakan tingkat ketidaksukaan atau kesukaan seseorang terhadap jenis makanan tertentu. Preferensi makanan pada anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: pengetahuan gizi, jenis kelamin, usia, kebiasaan orang tua, keberadaan makanan, pengaruh komunitas lokal, dsb. Tujuan; Mengetahui hubungan kebiasaan orang tua dengan preferensi makanan bergizi pada anak.

Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan orang tua dengan preferensi makanan bergizi pada siswa MIN 1 Bantul.Bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian lebih lanjut dengan menganalisis preferensi makanan bergizi dengan pendapatan orangtua.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menyelidiki lebih lanjut hubungan antara pendapatan orangtua dengan perilaku makan anak. Selain itu, dapat dilakukan studi yang berfokus pada pengaruh pola asuh demokratis terhadap perilaku makan anak, terutama dalam hal pemilihan makanan yang sehat. Penelitian juga dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi edukasi gizi yang efektif bagi orang tua dan guru dalam membentuk preferensi makanan bergizi pada anak. Dengan demikian, upaya-upaya ini dapat membantu meningkatkan asupan makanan bergizi pada anak dan mengurangi masalah kesehatan yang terkait dengan pilihan makanan tidak sehat.

Read online
File size545.15 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test