UIN WALISONGOUIN WALISONGO

Economica: Jurnal Ekonomi IslamEconomica: Jurnal Ekonomi Islam

Pariwisata halal semakin diakui sebagai sektor strategis untuk pengembangan ekonomi di negara-negara mayoritas Muslim. Penelitian ini menginvestigasi bagaimana fitur destinasi Islam, meliputi fasilitas ibadah, kepatuhan halal, dan nilai-nilai Islam secara keseluruhan, memengaruhi pilihan wisatawan terhadap destinasi halal di Indonesia, dengan citra pariwisata sebagai variabel moderasi. Menggunakan metode kuantitatif, studi ini menganalisis data dengan pemodelan persamaan struktural (SEM) dalam SmartPLS 3, berdasarkan tanggapan dari 1.000 wisatawan yang mengunjungi sepuluh destinasi halal terkemuka di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga atribut Islam secara signifikan memengaruhi posisi daya tarik wisata, sementara hanya fasilitas ibadah yang secara langsung memengaruhi keputusan berkunjung. Citra destinasi itu sendiri memainkan peran mediasi dalam membentuk perilaku wisatawan. Hasil-hasil ini menggarisbawahi pentingnya mengintegrasikan nilai-nilai Islam ke dalam strategi pengembangan pariwisata untuk meningkatkan daya saing destinasi. Studi ini memberikan wawasan praktis bagi pejabat pemerintah, termasuk standardisasi sertifikasi halal di fasilitas pariwisata, penyediaan infrastruktur ibadah yang memadai di destinasi utama, dan integrasi pariwisata halal ke dalam strategi pemasaran nasional dan digital. Prosedur analitis ini meningkatkan peran Indonesia sebagai pemimpin global dalam pariwisata halal. Hasil penelitian lebih lanjut menekankan kapasitas pariwisata halal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan yang berakar pada nilai-nilai budaya dan agama.

Penelitian ini menemukan bahwa keputusan wisatawan untuk mengunjungi destinasi dipengaruhi oleh atribut destinasi Islami seperti fasilitas ibadah, kehalalan makanan, dan moralitas Islam, yang membentuk citra destinasi ramah Muslim.Fasilitas ibadah dan citra destinasi secara langsung memengaruhi keputusan berkunjung, sementara kehalalan dan moralitas Islam umum memengaruhi citra destinasi tetapi tidak secara langsung keputusan berkunjung dalam konteks Indonesia.Untuk meningkatkan daya saing, disarankan untuk menstandardisasi sertifikasi halal, menyediakan infrastruktur ibadah yang memadai, dan memperkuat strategi pemasaran digital, serta studi lanjutan perlu mengintegrasikan aspek keberlanjutan dan inovasi teknologi seperti asisten AI.

Penelitian selanjutnya dapat memperdalam pemahaman tentang faktor-faktor pendorong pariwisata halal dengan membandingkan secara empiris bagaimana persepsi dan preferensi wisatawan Muslim terhadap atribut destinasi Islami, khususnya moralitas umum dan ketersediaan produk halal, berbeda antara negara mayoritas Muslim seperti Indonesia dan negara minoritas Muslim. Studi ini dapat menguji hipotesis bahwa di negara mayoritas Muslim, atribut tersebut mungkin dianggap sebagai ekspektasi dasar, sedangkan di negara minoritas Muslim, atribut tersebut bertindak sebagai pembeda utama yang signifikan mempengaruhi keputusan berkunjung. Selain itu, sejalan dengan pesatnya perkembangan teknologi, penting untuk secara eksplisit menyelidiki peran spesifik inovasi digital dan asisten berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam membentuk citra destinasi halal. Penelitian bisa mengulas bagaimana ulasan online, platform media sosial, dan aplikasi perjalanan cerdas dapat memoderasi hubungan antara atribut Islami dan niat berkunjung, serta bagaimana teknologi ini dapat mengurangi ketidakpastian wisatawan dan meningkatkan daya tarik destinasi. Terakhir, untuk mencapai pengembangan pariwisata halal yang holistik dan berkelanjutan, studi di masa depan harus mengeksplorasi secara mendalam bagaimana integrasi praktik keberlanjutan—seperti pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, pelibatan aktif komunitas lokal, dan penggunaan sumber daya yang efisien—dalam model pariwisata halal dapat memengaruhi citra destinasi dan loyalitas wisatawan Muslim. Pendekatan ini akan melampaui kepatuhan syariah semata dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi bagi ekosistem pariwisata yang tidak hanya memenuhi kebutuhan spiritual tetapi juga bertanggung jawab secara ekologis dan sosial, memberikan wawasan untuk menciptakan destinasi halal yang cerdas dan berwawasan masa depan.

  1. "Islamic Attribute Of Jakarta" by Agus Sudigdo and Gamal Sayed Ahmed Khalifa. islamic attribute... arrow.tudublin.ie/ijrtp/vol8/iss3/3Islamic Attribute Of Jakarta by Agus Sudigdo and Gamal Sayed Ahmed Khalifa islamic attribute arrow tudublin ie ijrtp vol8 iss3 3
  2. "The Role of Religious Tourism in Creating Destination Image: The Case of Konya Museum" by... doi.org/10.21427/D7B883The Role of Religious Tourism in Creating Destination Image The Case of Konya Museum by doi 10 21427 D7B883
Read online
File size510.55 KB
Pages26
DMCAReport

Related /

ads-block-test