JURNALSAINSJURNALSAINS

Emerald: Journal of Economics and Social SciencesEmerald: Journal of Economics and Social Sciences

Perjanjian JCPOA (Joint Comprehensive Plan of Action) atau dikenal sebagai nuklir Iran resmi disepakati pada tahun 2015 di Wina, Austria dan ditandatangani oleh Iran dengan negara‑neagara Anggota Tetap DK‑PBB plus Jerman dan UE. Berbeda dengan pejabat pendahulunya, tahun 2018 Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat keluar dari keanggotaan JCPOA. Tindakan tersebut menuai kritik publik dan dinilai tidak tepat dikaitkan dengan dampak meningkatnya aktivitas pengembangan senjata nuklir Iran. Sehingga, Joe Biden dalam kampanye pemilihan umum tahun 2020 silam menyatakan akan mengembalikan keanggotaan Amerika Serikat bersama kesepakatan nuklir Iran apabila terpilih. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana dampak keputusan Trump yang melepaskan Amerika Serikat dari keanggotaan JCPOA, seberapa penting hadirnya JCPOA untuk menjaga perdamaian nuklir internasional, bagaimana upaya Biden untuk memulihkan konflik Amerika Serikat dan Iran, serta menganalisis perbedaan gaya kepemimpinan kedua presiden dari partai yang berbeda tersebut. Metode yang digunakan ialah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal, tulisan ilmiah, maupun berita terbaru kepresidenan Amerika Serikat.

Kebijakan diplomatik Joe Biden memberikan pendekatan baru dengan mengandalkan diplomasi untuk menyelesaikan konflik nuklir Iran dan melonggarkan sanksi ekonomi bila Iran memenuhi komitmen JCPOA.Berbeda dengan pendekatan Trump yang kurang menekankan elemen simbolik dan hubungan, Biden siap bertemu dan berkomunikasi lebih intens dengan Iran untuk solusi damai.Upaya tersebut diharapkan meningkatkan citra Amerika Serikat secara global serta mengembalikan peran AS dalam kerja sama multilateral yang sebelumnya ditinggalkan.

Penelitian selanjutnya dapat melakukan analisis komparatif kuantitatif mengenai bagaimana gaya kepemimpinan Presiden memengaruhi keberhasilan atau kegagalan perjanjian nuklir, dengan mengukur variabel-variabel seperti tingkat kepatuhan, intensitas sanksi, dan persepsi internasional; selanjutnya, studi dapat menilai mekanisme diplomatik multilateral pasca‑kembalinya AS ke dalam JCPOA, khususnya peran Uni Eropa dan aktor regional dalam memperkuat struktur perjanjian dan mengurangi risiko konflik; terakhir, penelitian campuran (mixed‑methods) dapat mengevaluasi efektivitas sanksi ekonomi terhadap program nuklir Iran di bawah administrasi Trump dan Biden, menggabungkan analisis statistik data ekonomi dengan wawancara ahli kebijakan untuk memahami dinamika perubahan kebijakan dan implikasinya terhadap proliferasi nuklir.

Read online
File size287.73 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test