JURNALSAINSJURNALSAINS

Emerald: Journal of Economics and Social SciencesEmerald: Journal of Economics and Social Sciences

Hubungan baik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran berubah menjadi kompleks akibat peristiwa penting Kudeta 28 Mordad pada 1952, Revolusi Iran 1979, serta perselisihan antara kedua negara terkait isu program nuklir Iran. Penelitian ini juga memaparkan dampak atas sanksi ekonomi AS terhadap kondisi ekonomi Iran. Namun, respon Iran terhadap sanksi tersebut menunjukkan tidak efektif dalam menghentikan aktivitas pengadaan uranium nuklir Iran. Perspektif Neorealisme digunakan sebagai rujukan dalam menganalisis sanksi ekonomi AS terhadap Iran periode 2018–2020. Pendekatan melalui metode penelitian kualitatif yang analisisnya difokuskan untuk memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai sanksi ekonomi AS terhadap Iran berdasarkan Perspektif Neorealisme. Hasil temuan yang diperoleh berdasarkan Neorealisme menunjukkan munculnya ketidakpercayaan antara Iran dan AS akibat ketiadaan otoritas dalam sistem internasional. Neorealisme memandang sanksi ekonomi AS terhadap Iran selama periode 2018–2020 sebagai bagian dari dinamika politik internasional yang muncul dari persaingan kekuatan dalam sistem internasional yang anarkis. Menurut Perspektif Neorealisme, negara-negara besar seperti AS cenderung menggunakan sanksi ekonomi sebagai alat untuk mempengaruhi negara-negara lain dan mempertahankan kepentingan keamanan nasionalnya.

Analisis sanksi ekonomi AS terhadap Iran 2018–2020 dengan perspektif Neorealisme mengungkap bahwa sanksi tersebut merupakan manifestasi dinamika politik internasional yang dipicu oleh persaingan kekuatan dalam sistem anarkis, namun tidak selalu efektif karena Iran tetap melanjutkan program nuklirnya.Temuan ini menekankan pentingnya peran struktur internasional dan ketiadaan otoritas yang menimbulkan ketidakpercayaan serta upaya negara untuk memaksimalkan keamanan dan kekuasaan.Dengan demikian, pemahaman mendalam tentang dinamika kekuatan antarnegara dalam kerangka Neorealisme diperlukan untuk menilai dampak sanksi ekonomi dan respons negara yang dikenai sanksi.

Penelitian selanjutnya sebaiknya melakukan analisis kuantitatif terhadap dampak sanksi ekonomi AS pada Iran dengan menggunakan data makroekonomi jangka panjang untuk mengukur perubahan pertumbuhan, inflasi, dan nilai tukar secara lebih akurat; selanjutnya, perlu dieksplorasi efektivitas instrumen diplomatik multilateral, seperti negosiasi melalui organisasi regional atau perjanjian internasional, dalam mengurangi ketegangan nuklir Iran, dengan membandingkan hasil kebijakan sanksi versus pendekatan dialog; terakhir, studi komparatif mengenai peran aktor regional seperti China dan Rusia dalam meredam dampak sanksi serta mempengaruhi kebijakan strategis Iran dapat memberikan wawasan tentang alternatif kebijakan luar negeri yang lebih kooperatif dan berkelanjutan.

  1. Where is Iran?. iran publication mapping practices middle east north africa record type book chapter... doi.org/10.2307/j.ctv1hw3z0w.16Where is Iran iran publication mapping practices middle east north africa record type book chapter doi 10 2307 j ctv1hw3z0w 16
  2. Uncertainty over the Joint Comprehensive Plan of Action: Iran, the European Union and the United States... scienceopen.com/hosted-document?doi=10.13169/polipers.16.1.0023Uncertainty over the Joint Comprehensive Plan of Action Iran the European Union and the United States scienceopen hosted document doi 10 13169 polipers 16 1 0023
Read online
File size394.18 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test