UNPARUNPAR

Jurnal Rekayasa Sistem IndustriJurnal Rekayasa Sistem Industri

Ekspansi ekonomi dan industri yang pesat telah meningkatkan daya saing perusahaan secara global, sehingga organisasi dituntut untuk terus meningkatkan efektivitas dan keberlanjutannya. Total Quality Management (TQM) diakui sebagai proses yang meningkatkan kinerja individu dan organisasi, keunggulan dalam daya saing, dan kepuasan pelanggan. Meskipun manfaatnya telah banyak diakui, penerapan praktik soft TQM masih jarang diteliti di sektor yang berisiko tinggi dan memiliki banyak regulasi seperti industri minyak dan gas, khususnya di Indonesia. PT XYZ, sebuah perusahaan minyak dan gas di Indonesia, telah menerapkan TQM. Namun, perusahaan ini masih menghadapi berbagai kendala operasional seperti target departemen yang tidak tercapai dan proses yang diperlukan untuk menerapkan inovasi belum diimplementasikan. Penelitian ini mengkaji pengaruh soft TQM terhadap Kepuasan Kerja Karyawan (EJS) dan Kinerja Karyawan (EP), serta menguji EJS sebagai variabel mediasi. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan metode PLS-SEM dengan menggunakan SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soft TQM berpengaruh positif dan signifikan terhadap EJS dan EP, serta EJS secara signifikan memediasi hubungan antara soft TQM dan EP. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori TQM dengan memperluas aplikasinya ke dalam konteks industri dan nasional, serta menekankan pentingnya praktik yang berpusat pada manusia dalam meningkatkan hasil kinerja individu. Penelitian ini juga menyoroti perlunya strategi mutu yang disesuaikan untuk mengatasi tantangan seperti keragaman tenaga kerja, kompleksitas operasional, dan penerapan inovasi di sektor minyak dan gas.

Analisis PLS-SEM menunjukkan bahwa soft TQM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan (koefisien 0,526, p < 0,05) serta kinerja karyawan (koefisien 0,419, p < 0,05).Selain itu, kepuasan kerja karyawan memediasi pengaruh soft TQM terhadap kinerja (koefisien mediasi 0,278, p < 0,05).Untuk meningkatkan kepuasan dan kinerja, perusahaan sebaiknya mengadopsi strategi soft TQM yang komprehensif meliputi partisipasi dalam pengambilan keputusan, rencana implementasi inovasi yang jelas, dan kolaborasi lintas fungsi.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana keberagaman budaya dan latar belakang pendidikan tenaga kerja memengaruhi efektivitas implementasi soft TQM di industri minyak dan gas, yang dapat diwujudkan melalui studi komparatif antar‑cabang perusahaan. Selanjutnya, penting untuk meneliti peran teknologi digital—misalnya platform kolaborasi berbasis cloud dan sistem pelaporan real‑time—sebagai mediator antara soft TQM dan peningkatan kinerja karyawan, sehingga dapat mengidentifikasi alat teknologi yang paling mendukung. Akhirnya, sebuah studi longitudinal dengan periode minimal tiga tahun dapat menilai keberlanjutan dampak soft TQM terhadap kepuasan kerja dan kinerja, memperhatikan faktor‑faktor perubahan organisasi dan lingkungan eksternal, sehingga memberikan gambaran lebih holistik tentang efek jangka panjang. Penelitian‑penelitian ini akan memperkaya literatur TQM dengan fokus pada konteks spesifik industri, teknologi, dan dinamika waktu.

Read online
File size467.24 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test