MITRAHUSADAMITRAHUSADA

Excellent Midwifery JournalExcellent Midwifery Journal

Kraniektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat sebagian tulang tengkorak. Prosedur ini dilakukan untuk mengurangi tekanan di dalam kepala akibat pembengkakan otak, cedera kepala, stroke, atau tumor otak. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mengimplementasikan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan sistem persyarafan post operasi kraniektomi pada Tn.S di RSUP H Adam Malik Medan. Penyusunan asuhan keperawatan berdasarkan model teori self-care orem. Setelah 5 hari dilakukan asuhan keperawatan, didapatkan hasil bahwa tingkat kesadaran pasien baik dengan tingkat kesadaran compos mentis, pola nafas pasien reguler dan pasien mampu melakukan sedikit pergerakan pada tangan kiri.

Pengkajian fisik dan mental dilakukan menggunakan format pengkajian keperawatan untuk memperoleh data untuk dianalisis.Penyusunan Asuhan Keperawatan pada kasus ini menggunakan Buku Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia, Buku Standar Luaran Keperawatan Indonesia dan Buku Standar Intervensi Keperawatan serta berdasarkan model teori self-care Orem.Selama pelaksanaan asuhan keperawatan terdapat perubahan yang signifikan terhadap kemampuan klien dalam perawatan dirinya.Untuk itu disarankan agar pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien gangguan sistem persyarafan menggunakan ketiga buku tersebut dan didasarkan kepada teori self-care Orem.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien gangguan sistem persyarafan post operasi kraniektomi menggunakan Buku Standar Diagnosa Keperawatan Indonesia, Buku Standar Luaran Keperawatan Indonesia, dan Buku Standar Intervensi Keperawatan, serta menerapkan model teori self-care Orem. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut efektivitas dan manfaat dari model teori self-care Orem dalam asuhan keperawatan pasien dengan gangguan sistem persyarafan. Studi komparatif antara model teori self-care Orem dengan model teori keperawatan lainnya juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi keunggulan dan keterbatasan masing-masing model dalam memberikan asuhan keperawatan yang optimal. Selain itu, penelitian lanjutan dapat berfokus pada pengembangan strategi intervensi keperawatan yang spesifik dan efektif untuk mengatasi masalah-masalah yang sering muncul pada pasien dengan gangguan sistem persyarafan post operasi kraniektomi, seperti nyeri, pembengkakan, dan perubahan neurologis.

Read online
File size285.9 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test