PEDSCIJPEDSCIJ

Pediatric Sciences JournalPediatric Sciences Journal

Penyakit campak merupakan infeksi virus akut yang sangat menular di seluruh dunia. Pneumonia merupakan komplikasi respirator utama yang sering terjadi pada pasien campak dan tetap menjadi penyebab kematian utama. Pneumonia pada kasus campak dapat timbul akibat komplikasi virus primer atau infeksi bakteri sekunder. Pada kasus ini, seorang anak perempuan usia tiga tahun didiagnosis pneumonia terkait campak dan diobati dengan vitamin A, antibiotik, serta perawatan suportif. Perbandingan neutrofil dan limfosit (NLR) yang tinggi dapat menandakan infeksi bakteri sekunder, namun tidak dapat diandalkan secara eksklusif karena juga dapat meningkat pada infeksi virus berat, inflamasi sistemik, atau stres fisiologis. Evaluasi komprehensif yang meliputi pemeriksaan klinis, laboratorium, dan radiologi tetap diperlukan dalam pengambilan keputusan terapeutik pada pasien anak dengan pneumonia terkait campak.

Pneumonia merupakan komplikasi paling sering dan penyebab utama kematian pada infeksi campak pediatrik.Kasus ini menunjukkan anak tiga tahun dengan pneumonia campak yang didukung oleh NLR tinggi, yang mungkin mencerminkan infeksi bakteri sekunder meskipun tidak ada konfirmasi mikrobiologi.NLR dapat menjadi parameter laboratorium yang sederhana untuk membantu penilaian klinis, tetapi tidak dapat secara mandiri menegaskan infeksi bakteri.Kombinasi evaluasi sejarah, pemeriksaan fisik, laboratorium, dan radiologi memegang peranan penting dalam menentukan kemungkinan infeksi bakteri sekunder serta mendukung keputusan penggunaan antibiotik.

Untuk memperjelas peran NLR dalam membedakan pneumonia viral dan bak.niharan pada pasien campak, diusulkan studi prospektif yang mengukur NLR pada populasi campak dengan pneumonia dan memfaktorkan hasil kultur bakteri serta tes biomarker lainnya seperti CRP dan prokalcinon. Selanjutnya, penelitian dapat mengembangkan panel biomarker kombinasi yang meliputi NLR, CRP, dan prokalcinon guna meningkatkan akurasi diagnostik dan toleransi atas penggunaan antibiotik secara tepat; studi validasi klinis di berbagai setting rumah sakit di Indonesia akan sangat berharga. Akhirnya, perlu dilakukan pemeriksaan jangka panjang terhadap fungsi paru pada anak yang mengalami pneumonia campak dan telah menerima perawatan antibiotik vitamin A, guna menilai dampak komplikasi paru-paru kronis dan menilai keberhasilan protokol pengobatan saat ini; pendekatan longitudinal akan menambah pemahaman tentang kebutuhan intervensi pasca-penyakit.

  1. Tindakan Terapi Kolaborasi Inhalasi untuk Pasien Bronkopneumonia dengan Ketidakefektifan Bersihan Jalan... ejournal.unuja.ac.id/index.php/trilogi/article/view/7652Tindakan Terapi Kolaborasi Inhalasi untuk Pasien Bronkopneumonia dengan Ketidakefektifan Bersihan Jalan ejournal unuja ac index php trilogi article view 7652
  2.  . 0 doi.org/10.3390/jcm12093312A 0 doi 10 3390 jcm12093312
  3. Jurnal Ilmu Medis Indonesia | Jurnal Ilmu Medis Indonesia. jurnal ilmu medis jimi article details vol... doi.org/10.35912/jimi.v4i1.3560Jurnal Ilmu Medis Indonesia Jurnal Ilmu Medis Indonesia jurnal ilmu medis jimi article details vol doi 10 35912 jimi v4i1 3560
  4. Hubungan Antara Pemberian Imunisasi Campak Dengan Kejadian Campak di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta... e-journal.unair.ac.id/MGK/article/view/31992Hubungan Antara Pemberian Imunisasi Campak Dengan Kejadian Campak di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta e journal unair ac MGK article view 31992
Read online
File size617.56 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test