IAIN SUIAIN SU

IQRA`: Jurnal Perpustakaan dan InformasiIQRA`: Jurnal Perpustakaan dan Informasi

Kecerdasan buatan sering kali mendapatkan pertanyaan dan kritik terkait keaslian informasi dan potensi plagiarisme. Mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi, sebagai calon profesional, memiliki tanggung jawab yang besar dalam memahami dan menggunakan AI secara bijaksana. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki secara mendalam fungsi AI dalam memenuhi kebutuhan informasi mahasiswa untuk tugas akhir mereka. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, dengan pendekatan studi kasus deskriptif, wawancara semi-terstruktur, pengamatan, dan analisis dokumen. Para peneliti menggunakan kerangka analitis Miles et al., yang mencakup reduksi data, presentasi, dan formulasi kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat dua peran, yaitu: peran pertama adalah AI membantu mahasiswa dalam brainstorming dan menentukan topik penelitian serta teori yang terkait dengan topik tersebut, dan peran kedua adalah memperoleh referensi dan penelitian sebelumnya sebagai bahan pertimbangan dalam melakukan penelitian. Mahasiswa terutama khawatir tentang potensi ketidakakuratan informasi yang dihasilkan AI, yang dapat menyebabkan plagiarisme dalam karya akhir mereka.

Penelitian menunjukkan bahwa aplikasi AI secara signifikan membantu mahasiswa Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Diponegoro dalam menyelesaikan tugas akhir, terutama dalam identifikasi kata kunci, penyusunan kalimat, pemilihan topik, pembuatan kerangka, serta pencarian teori dan referensi.Namun, mahasiswa masih mengalami kesulitan membedakan antara kata kunci dan prompt, sehingga diperlukan verifikasi informasi dari AI melalui perbandingan dengan sumber lain serta konsultasi dengan dosen pembimbing untuk menghindari plagiarisme.Oleh karena itu, disarankan agar mahasiswa lebih berhati-hati dalam menggunakan AI dan memahami perbedaan kata kunci serta prompt, serta penelitian lanjutan perlu memperluas kajian tentang AI dan kebutuhan informasi.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki bagaimana algoritma AI dapat dikembangkan untuk secara otomatis membedakan antara kata kunci dan prompt, sehingga meminimalkan kesalahan pencarian informasi oleh mahasiswa. Penelitian kedua dapat mengevaluasi efektivitas program pelatihan literasi informasi yang mengintegrasikan penggunaan AI, dengan mengukur perubahan kemampuan mahasiswa dalam memverifikasi keakuratan data dan menghindari plagiarisme. Penelitian ketiga dapat menganalisis dampak perbandingan antara berbagai aplikasi AI (misalnya ChatGPT, Bing AI, Gemini) terhadap kualitas referensi yang dihasilkan dan kepuasan pengguna, serta mengidentifikasi faktor‑faktor yang mempengaruhi kepercayaan mahasiswa terhadap hasil AI. Dengan menguji ketiga aspek tersebut, studi lanjutan dapat memberikan pedoman yang lebih terperinci untuk penggunaan AI yang bertanggung jawab dalam konteks pendidikan tinggi. Selain itu, dapat dilakukan penelitian longitudinal untuk memantau perubahan perilaku penggunaan AI oleh mahasiswa selama masa studi, khususnya dalam hal ketergantungan pada teknologi dan kemampuan kritis dalam mengevaluasi sumber. Penelitian tersebut dapat membantu institusi pendidikan dalam merancang kebijakan yang seimbang antara pemanfaatan AI dan pengembangan kompetensi literasi digital yang mendalam.

  1. Peran Teknologi AI dalam Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa | Prosiding Seminar Nasional... journal.uiad.ac.id/index.php/SENTIKJAR/article/view/3134Peran Teknologi AI dalam Pengembangan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Prosiding Seminar Nasional journal uiad ac index php SENTIKJAR article view 3134
  2. Kecerdasan Buatan Sebagai Sumber Motivasi: Perspektif Mahasiswa dalam Menyelesaikan Tugas Akhir | Hilal... doi.org/10.56842/jp-ipa.v5i2.395Kecerdasan Buatan Sebagai Sumber Motivasi Perspektif Mahasiswa dalam Menyelesaikan Tugas Akhir Hilal doi 10 56842 jp ipa v5i2 395
Read online
File size296.87 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test