SUMBARPROVSUMBARPROV

Jurnal Pembangunan NagariJurnal Pembangunan Nagari

Keterbatasan pertanian terpadu sulit diatasi jika hanya mengandalkan pendekatan personal dan konvensional. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan komunitas berbasis kolaborasi dengan adopsi teknologi digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis model awal pengembangan komunitas pertanian terpadu berbasis platform digital yang sesuai dengan karakteristik dan persepsi stakeholder. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik visualisasi data, melalui survei online dan offline terhadap 60 responden (petani, konsumen, dan akademisi/praktisi) yang dipilih dengan quota sampling. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, visualisasi grafik karakteristik responden, dan uji persepsi antar kelompok menggunakan chi-square, yang kemudian dipetakan untuk merumuskan program komunitas sebagai dasar pengembangan desain awal platform. Hasil menunjukkan bahwa model awal Koper-Tani telah sesuai dengan karakteristik pengguna, terutama berdasarkan pengalaman, umur, dan tingkat pendidikan yang mendukung kemudahan adopsi. Uji persepsi menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antar kelompok responden terhadap indikator yang diuji. Model awal platform ini terdiri dari 5 (lima) subsistem: (1) identifikasi kebutuhan dan akses pasar, (2) informasi sosial media, (3) pemberdayaan petani, (4) penguatan regulasi dan kolaborasi, serta (5) sistem monitoring dan evaluasi berbasis waktu. Diperlukan penelitian lanjutan dengan menambahkan fitur interaksi sosial serta dampaknya terhadap keberlanjutan pertanian terpadu.

Model gambaran awal platform Koper-Tani telah memastikan tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan berbatas waktu.Berdasarkan pemetaan hubungan kelompok responden dengan indikator persepsi SMART Goals terhadap Koper-Tani melalui uji chi square menunjukkan nilai >0.05 (tidak ada perbedaan yang signifikan) tetapi memiliki nilai persepsi yang positif.Hal ini menandakan adanya hubungan yang sama berupa kesepahaman yang seragam antara pelaku usaha tani, masyarakat konsumen dan akademisi/praktisi dengan usulan model awal Koper-Tani berbasis platform digital.Berdasarkan pemetaan hubungan tersebut telah memberikan gambaran model yang dapat menghubungkan setiap aktivitas alur sub-sistem yang mencakup (1) sub-sistem identifikasi kebutuhan dan akses pasar, (2) sub-sistem akses informasi sosial media pertanian terpadu, (3) sub-sistem pemberdayaan petani, (4) sub-sistem penguatan regulasi & ekosistem kolaborasi, (5) sub-sistem monitoring & evaluasi berbasis waktu.Pemetaan tersebut dapat diimplementasikan menjadi desain platform yang dapat diakses secara terbuka melalui halaman https.Perlu dilakukan penerapan dan penelitian lanjutan terhadap platform komunitas pertanian terpadu dengan mengoptimalkan antarmuka guna meningkatkan pengalaman pengguna, menambahkan fitur interaksi sosial yang lebih kuat, serta memperkuat kemampuan analisis data.Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada pengujian kelayakan model platform, validasi kesiapan pengguna, serta perumusan strategi implementasi yang adaptif terhadap kebutuhan petani, konsumen, dan stakeholder pertanian terpadu.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengujian kelayakan model platform Koper-Tani, dengan mengoptimalkan antarmuka dan menambahkan fitur interaksi sosial yang lebih kuat. Selain itu, perlu dilakukan validasi kesiapan pengguna dan perumusan strategi implementasi yang adaptif terhadap kebutuhan petani, konsumen, dan stakeholder pertanian terpadu. Penelitian ini dapat membantu memastikan keberlanjutan dan keberhasilan platform Koper-Tani dalam mendukung pengembangan komunitas pertanian terpadu.

  1. Level of Community Participation in Community-Based Urban Farming Development in Banjarbaru City, Indonesia... doi.org/10.24018/ejfood.2022.4.5.584Level of Community Participation in Community Based Urban Farming Development in Banjarbaru City Indonesia doi 10 24018 ejfood 2022 4 5 584
  2. Persepsi Petani Terhadap Teknologi Smart Farming Dalam Pertanian Padi Sawah di Kabupaten Pasaman Barat... doi.org/10.32530/jace.v6i2.676Persepsi Petani Terhadap Teknologi Smart Farming Dalam Pertanian Padi Sawah di Kabupaten Pasaman Barat doi 10 32530 jace v6i2 676
  3. Agrifo. strategi pengembangan usaha tani sayuran pertanian organik agrifo jurnal agribisnis universitas... ojs.unimal.ac.id/agrifo/article/view/2743Agrifo strategi pengembangan usaha tani sayuran pertanian organik agrifo jurnal agribisnis universitas ojs unimal ac agrifo article view 2743
  4. Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pendampingan Petani Milenial | Jurnal Penyuluhan. peran penyuluh pertanian... doi.org/10.25015/20202444448Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pendampingan Petani Milenial Jurnal Penyuluhan peran penyuluh pertanian doi 10 25015 20202444448
  5. Pemanfaatan Aplikasi SawitKita (Smallholders Assisted With Information Technology) dalam Mendukung Penerapan... journal.ipb.ac.id/index.php/jupe/article/view/45768Pemanfaatan Aplikasi SawitKita Smallholders Assisted With Information Technology dalam Mendukung Penerapan journal ipb ac index php jupe article view 45768
Read online
File size785.67 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test