UKRIUKRI
Journal Data Science, Technology, Informatics and SecurityJournal Data Science, Technology, Informatics and SecurityPertumbuhan dan perkembangan merupakan indikator penting dalam kehidupan manusia, yang menunjukkan tingkat kesehatan seseorang dan bervariasi antar individu. Salah satu langkah strategis dalam meningkatkan kualitas kesehatan, khususnya pada anak usia dini, adalah melalui pengelolaan status gizi. Status gizi mencerminkan keseimbangan antara asupan nutrisi dan kebutuhan tubuh, yang berperan dalam menjaga imunitas dan menunjang pertumbuhan optimal. Di tingkat layanan kesehatan masyarakat seperti Posyandu, status gizi balita biasanya ditentukan melalui metode antropometri dengan pendekatan berat badan menurut umur (BB/U). Meski demikian, proses pengukuran secara manual sering kali menghadirkan inkonsistensi, baik dari sisi teknis maupun interpretasi hasil. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini mengadopsi pendekatan data mining dengan memanfaatkan algoritma Naïve Bayes Classification (NBC) dalam upaya meningkatkan akurasi klasifikasi status gizi.
Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa algoritma Naïve Bayes dapat digunakan secara efektif untuk mengklasifikasikan status gizi balita berdasarkan atribut jenis kelamin, usia, berat badan, dan tinggi badan.Dengan melakukan tahapan mulai dari pengumpulan, pembersihan, hingga transformasi data dan pelatihan model menggunakan RapidMiner, diperoleh akurasi klasifikasi sebesar 95,77%.Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan data mining sederhana seperti Naïve Bayes mampu memberikan hasil yang akurat dan dapat membantu dalam pengambilan keputusan awal dalam pemantauan gizi balita di posyandu.Meskipun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan pada jumlah data yang relatif sedikit dan variabel yang masih terbatas pada antropometri dasar.Oleh karena itu, disarankan agar penelitian selanjutnya menggunakan dataset yang lebih besar dan beragam, serta mempertimbangkan faktor tambahan seperti pola konsumsi, kondisi lingkungan, atau riwayat kesehatan.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan model prediksi dengan dataset yang lebih besar dan beragam untuk meningkatkan generalisasi hasil. Selain itu, faktor-faktor eksternal seperti pola konsumsi nutrisi, kondisi lingkungan, dan riwayat kesehatan sebelumnya perlu dimasukkan sebagai variabel tambahan untuk memperkaya analisis. Pengujian algoritma klasifikasi alternatif seperti Decision Tree atau Random Forest juga dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas metode berbeda dalam konteks klasifikasi status gizi balita.
| File size | 654.58 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Kami melaporkan seorang wanita berusia 76 tahun didiagnosis dengan BPSD (Gejala Perilaku dan Psikologis Demensia) sejak 3 tahun yang lalu. Gejala yangKami melaporkan seorang wanita berusia 76 tahun didiagnosis dengan BPSD (Gejala Perilaku dan Psikologis Demensia) sejak 3 tahun yang lalu. Gejala yang
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Kesimpulan: Riwayat menarke dini berhubungan dengan derajat keparahan skoliosis pada remaja putri pengguna brace. Riwayat maturasi pubertas dapat dipertimbangkanKesimpulan: Riwayat menarke dini berhubungan dengan derajat keparahan skoliosis pada remaja putri pengguna brace. Riwayat maturasi pubertas dapat dipertimbangkan
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Proses peer pressure terjadi secara bertahap, mulai dari ajakan ringan hingga dorongan emosional, menyebabkan 70% siswa mengalami konflik batin antaraProses peer pressure terjadi secara bertahap, mulai dari ajakan ringan hingga dorongan emosional, menyebabkan 70% siswa mengalami konflik batin antara
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Namun, masih ada beberapa ibu hamil trimester III yang mengalami edema. Pemberian asuhan berkelanjutan denagan intervensi pemberian terapi rendam air hangatNamun, masih ada beberapa ibu hamil trimester III yang mengalami edema. Pemberian asuhan berkelanjutan denagan intervensi pemberian terapi rendam air hangat
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Di Indonesia prevalensi gizi kurang mencapai 19,6 %, yang terdiri dari gizi buruk 5,7 % dan gizi kurang 13,9 %. Pemberian ASI eksklusif mempengaruhiDi Indonesia prevalensi gizi kurang mencapai 19,6 %, yang terdiri dari gizi buruk 5,7 % dan gizi kurang 13,9 %. Pemberian ASI eksklusif mempengaruhi
IDID Di Desa Mandiangin Barat, sebagian besar balita mengalami masalah gizi yang dipengaruhi oleh pola makan tidak sehat, keterbatasan akses pangan bergizi,Di Desa Mandiangin Barat, sebagian besar balita mengalami masalah gizi yang dipengaruhi oleh pola makan tidak sehat, keterbatasan akses pangan bergizi,
IDID Kegiatan ini berdampak pada peningkatan literasi gizi, pembentukan sikap positif, serta praktik pemberian makan yang lebih sehat. Dengan demikian, kegiatanKegiatan ini berdampak pada peningkatan literasi gizi, pembentukan sikap positif, serta praktik pemberian makan yang lebih sehat. Dengan demikian, kegiatan
UTUUTU Peningkatan pengetahuan dan praktik kesehatan diharapkan dapat menurunkan kejadian ISPA. Rekomendasi meliputi peningkatan edukasi kesehatan dan pemantauanPeningkatan pengetahuan dan praktik kesehatan diharapkan dapat menurunkan kejadian ISPA. Rekomendasi meliputi peningkatan edukasi kesehatan dan pemantauan
Useful /
MULYALITERASIMULYALITERASI Tantangan utama yang dihadapi antara lain keterbatasan pengetahuan mengenai kosakata hukum konstitusional dalam bahasa Inggris serta kurangnya pemahamanTantangan utama yang dihadapi antara lain keterbatasan pengetahuan mengenai kosakata hukum konstitusional dalam bahasa Inggris serta kurangnya pemahaman
MULYALITERASIMULYALITERASI Namun, masih ditemukan siswa kelas rendah yang memiliki motivasi dan kemampuan membaca yang rendah sehingga memerlukan perhatian khusus dari guru. PenelitianNamun, masih ditemukan siswa kelas rendah yang memiliki motivasi dan kemampuan membaca yang rendah sehingga memerlukan perhatian khusus dari guru. Penelitian
UKRIUKRI Prototipe ini terbukti dapat menampilkan informasi navigasi dasar berupa arah belokan secara langsung melalui layar OLED yang terhubung dengan smartphonePrototipe ini terbukti dapat menampilkan informasi navigasi dasar berupa arah belokan secara langsung melalui layar OLED yang terhubung dengan smartphone
UNIKAUNIKA Berdasarkan kriteria erosi yang diterbitkan oleh Kementerian Kehutanan (1998) dalam Santoso (2014), erosi DAS Waduk Cengklik termasuk dalam klasifikasiBerdasarkan kriteria erosi yang diterbitkan oleh Kementerian Kehutanan (1998) dalam Santoso (2014), erosi DAS Waduk Cengklik termasuk dalam klasifikasi