INTELEKMADANIINTELEKMADANI

GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian MasyarakatGLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Penyakit diare merupakan masalah kesehatan berbasis lingkungan yang masih menjadi penyebab tingginya angka morbiditas dan mortalitas, terutama di negara berkembang termasuk Indonesia yang mencatat lebih dari 3,1 juta kasus pada tahun 2024. Di tingkat lokal, urgensi ini terlihat di Kota Makassar dengan fluktuasi kasus yang masih tinggi, di mana Puskesmas Tamangapa menjadi salah satu wilayah dengan angka kejadian tertinggi hingga menembus sepuluh besar penyakit utama. Faktor utama penyebab tingginya kejadian diare adalah rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengelolaan diare. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan warga RT 07 RW 04 Kelurahan Tamangapa, Kota Makassar tentang penyakit diare melalui intervensi edukasi. Metode yang digunakan meliputi tiga tahap, yaitu pengisian pre-test, penyuluhan dengan media presentasi dan video edukasi, serta post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan. Kegiatan dilaksanakan pada 25 Januari 2025 dengan peserta sebanyak 24 orang. Hasil analisis menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 7,29 sebelum penyuluhan menjadi 8,79 setelah penyuluhan dengan nilai p=0,004 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan intervensi terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat sebesar 15% dan mendorong pemahaman tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi kesehatan melalui penyuluhan terbukti efektif sebagai upaya pencegahan penyakit diare berbasis lingkungan.

Kegiatan pengabdian masyarakat di RT 07 RW 04 Kelurahan Tamangapa Antang, Kota Makassar berhasil meningkatkan pengetahuan warga tentang diare dan cara pencegahannya sebesar 15 persen.Peningkatan pengetahuan tersebut memberikan dampak positif berupa kesadaran mandiri dalam menjaga higienitas lingkungan dan kemampuan memberikan pertolongan pertama diare, yang berkontribusi menurunkan morbiditas di wilayah Puskesmas Tamangapa.Untuk mempertahankan dan memperluas manfaat ini, disarankan pelaksanaan program berkelanjutan melalui pelatihan praktik langsung, seperti demonstrasi pembuatan sarana air bersih dan pembentukan kader kesehatan lingkungan di tingkat RT.

Saran penelitian lanjutan meliputi: pertama, melakukan studi longitudinal dengan sampel yang lebih besar dan melibatkan beberapa RT serta kelurahan di wilayah Makassar untuk mengevaluasi dampak jangka panjang intervensi edukasi kesehatan terhadap perilaku hidup bersih, pengetahuan tentang diare, dan insiden penyakit diare selama setidaknya satu tahun, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memoderasi perubahan tersebut; kedua, membandingkan efektivitas media penyuluhan berbeda, seperti video edukasi interaktif, modul cetak, dan lokakarya berbasis permainan, dalam meningkatkan retensi pengetahuan, perubahan sikap, serta praktik nyata masyarakat, dengan menggunakan desain eksperimental terkontrol dan pengukuran berulang pada interval tiga, enam, dan dua belas bulan; ketiga, meneliti peran dan keberlanjutan kader kesehatan lingkungan yang dilatih secara berkelanjutan dalam memperkuat perilaku hidup bersih, penyuluhan berkelanjutan, dan penurunan angka kejadian diare, termasuk analisis faktor motivasi, dukungan sosial, serta hambatan operasional yang dihadapi kader. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang lebih komprehensif untuk mengoptimalkan program edukasi dan intervensi kesehatan masyarakat dalam pencegahan penyakit diare berbasis lingkungan.

  1. Edukasi Pencegahan Penyakit Diare Dan Screening Sumber Air Minum Warga Di Wilayah Kecamatan Morosi |... pakisjournal.com/index.php/mestaka/article/view/490Edukasi Pencegahan Penyakit Diare Dan Screening Sumber Air Minum Warga Di Wilayah Kecamatan Morosi pakisjournal index php mestaka article view 490
Read online
File size480.07 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test