STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA
Jurnal Kesehatan dan PembangunanJurnal Kesehatan dan PembangunanMeskipun kehamilan, persalinan, dan menopause adalah proses alami, masih ada kemungkinan terjadi kesalahan pada wanita atau bayinya. Kompres payudara hangat sebagai intervensi pasca persalinan bertujuan untuk meredakan nyeri, mempercepat penyembuhan, memperlancar aliran darah, dan merelaksasikan klien dengan memecah jaringan fibrosa dan mengendurkan otot. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui apakah Ny. W dan Ny. F di PMB Imelda, S.ST Kabupaten Tulang Bawang tahun 2023 mengalami penurunan pembengkakan payudara. Studi kasus dan metode deskriptif berdasarkan wawancara serta penelitian arsip dipilih untuk mengumpulkan informasi. Penelitian dilakukan pada tahun 2023 di PMB Imelda, S.ST Kabupaten Tulang Bawang, dari Januari hingga April, dengan subjek ibu hamil berusia kehamilan > 36 minggu. Hasil menunjukkan bahwa ibu nifas dengan payudara bengkak mengalami pengurangan pembengkakan setelah diberikan kompres hangat, yang terbukti mengurangi nyeri melalui penyempitan pembuluh darah, penumpukan sensasi nyeri, dan dampak pada ujung saraf otot.
Penilaian nifas mengungkapkan bahwa ibu postpartum mengalami pembengkakan, nyeri, dan kemerahan pada payudara.Kompres hangat terbukti paling efektif bila diterapkan pada suhu 37‑41°C selama 20‑25 menit dengan jeda 30 menit, sehingga mengurangi ketidaknyamanan pasien.Mekanisme analgesik kompres hangat meliputi penyempitan pembuluh darah, penghambatan transmisi nyeri, dan modulasi aktivitas saraf otot.
Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pertanyaan: berapa suhu dan durasi optimal kompres hangat untuk mengurangi pembengkakan payudara pada ibu nifas melalui uji coba terkontrol acak? Selain itu, perbandingan efektivitas antara kompres hangat, kompres dingin, dan kombinasi keduanya dalam mengurangi nyeri payudara postpartum perlu diteliti untuk menentukan pendekatan paling efisien. Selanjutnya, dampak jangka panjang intervensi kompres hangat terhadap keberhasilan menyusui, pertumbuhan berat bayi, dan kepuasan ibu juga harus dievaluasi guna memperkuat rekomendasi klinis berbasis bukti.
| File size | 228.13 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Sampel penelitian ibu primipara dengan usia gestasi 37-40 minggu berjumlah 60 responden. Kelompok intervensi diberikan terapi akupresur pada titik HeguSampel penelitian ibu primipara dengan usia gestasi 37-40 minggu berjumlah 60 responden. Kelompok intervensi diberikan terapi akupresur pada titik Hegu
UNARUNAR Penelitian ini memilik tujuan untuk Mencegah Masalah Hipertemia Pada Anak yang Mengalamni Kejang Deman Dengan Kombinasi Water Tepid Sponge Dan PemberianPenelitian ini memilik tujuan untuk Mencegah Masalah Hipertemia Pada Anak yang Mengalamni Kejang Deman Dengan Kombinasi Water Tepid Sponge Dan Pemberian
UNARUNAR Biasanya, dismenore muncul dua atau tiga tahun setelah atau saat pertama kali menstruasi. Tingkat keparahan disminorhea bervariasi, mulai dari ringan hinggaBiasanya, dismenore muncul dua atau tiga tahun setelah atau saat pertama kali menstruasi. Tingkat keparahan disminorhea bervariasi, mulai dari ringan hingga
STIKESEUBSTIKESEUB Terjadi terutama pada perut bagian bawah dan dapat menyebar ke punggung bagian bawah, pinggang, panggul, paha atas dan betis. Rasa sakit biasanya munculTerjadi terutama pada perut bagian bawah dan dapat menyebar ke punggung bagian bawah, pinggang, panggul, paha atas dan betis. Rasa sakit biasanya muncul
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL T mengalami hipertensi dengan hasil Tekanan Darah 220/100 mmHg , dengan keluhan nyeri dan cengeng di sekitar leher bagian belakang. Didapatkan diagnosaT mengalami hipertensi dengan hasil Tekanan Darah 220/100 mmHg , dengan keluhan nyeri dan cengeng di sekitar leher bagian belakang. Didapatkan diagnosa
MEDIAPUBLIKASIMEDIAPUBLIKASI Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri mengalami penurunan tingkat nyeri dismenorea setelah melakukan afirmasi positifHasil monitoring dan evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar remaja putri mengalami penurunan tingkat nyeri dismenorea setelah melakukan afirmasi positif
JQWHJQWH Tenaga kesehatan dapat memberikan konseling kepada masyarakat tentang manfaat, keuntungan, dan pentingnya menyusui bagi bayi atau ibu. Hasil uji statistikTenaga kesehatan dapat memberikan konseling kepada masyarakat tentang manfaat, keuntungan, dan pentingnya menyusui bagi bayi atau ibu. Hasil uji statistik
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Dua responden laki‑laki masih berharap dapat memiliki pasangan lagi, sementara dua responden perempuan tidak menginginkan pasangan hidup kembali. ParaDua responden laki‑laki masih berharap dapat memiliki pasangan lagi, sementara dua responden perempuan tidak menginginkan pasangan hidup kembali. Para
Useful /
STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA Hasil penelitian yang didapatkan berdasarkan lembar observasi yang dinilai dari kedu klien terdapat perbedan dimana klien I Tn “A mengalami peningkatanHasil penelitian yang didapatkan berdasarkan lembar observasi yang dinilai dari kedu klien terdapat perbedan dimana klien I Tn “A mengalami peningkatan
STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA L tampak menyusu dengan kuat dan terlelap tidur setelah menyusui, terkadang Ny. L melakukan perlekatan dengan cara mendekatkan puting susu ke mulut bayi.L tampak menyusu dengan kuat dan terlelap tidur setelah menyusui, terkadang Ny. L melakukan perlekatan dengan cara mendekatkan puting susu ke mulut bayi.
STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA Penelitian bersifat deskriptif dengan desain cross sectional dan melibatkan 26 ibu akseptor KB suntik 1 bulan di Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan UmmiPenelitian bersifat deskriptif dengan desain cross sectional dan melibatkan 26 ibu akseptor KB suntik 1 bulan di Rumah Bersalin dan Balai Pengobatan Ummi
UNIVERSITAS BTHUNIVERSITAS BTH Penelitian kuantitatif dilakukan dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 86 orang. Penelitian kualitatif dilakukan wawancaraPenelitian kuantitatif dilakukan dengan pendekatan cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 86 orang. Penelitian kualitatif dilakukan wawancara