UNINDRAUNINDRA

Prosiding Semnas PenaBioProsiding Semnas PenaBio

Bir pletok merupakan minuman herbal tradisional yang memiliki ciri khas tersendiri yaitu berwarna merah yang dihasilkan dari kayu secang. Selain cita rasa yang khas, bir pletok memiliki khasiat untuk kesehatan tubuh terutama untuk meningkatkan imunitas tubuh. Bir pletok memiliki cita rasa yang unik, namun saat ini kurang diminati oleh kalangan milenial. Tim abdimas memberikan sosialisasi dan pemberian produk minuman modifikasi bir pletok yang dicampur dengan lemon dan creamy foam. Ketika bir pletok di campur dengan krimer dan lemon akan menambahkan sensasi baru yaitu rasa creamy dan terdapat aroma lemon. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menemukan formulasi modifikasi bir pletok yang disukai konsumen. Ada tiga perlakuan formulasi. Formula 1 dan 2 merupakan modifikasi bir pletok yang ditambah ekstrak lemon dan Creamy foam. Penilaian uji hedonik dilakukan kepada 15 orang masyarakat yang mengikuti kegiatan sosialisasi. Dengan menggunakan kuesioner menggunakan indikator penilaian rasa, aroma, tekstur, warna, dan selera. Hasilnya menunjukkan bahwa formula 2 dengan modifikasi Creamy foam lebih unggul diminati dari penilaian warna, tekstur, rasa dan aromanya. Secara keseluruhan, produk Creamy Lemon Bir Pletok yang disukai masyarakat yaitu produk dengan hasil modifikasi dengan Creamy foam.

Masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi dalam pembuatan minuman kesehatan yang telah disosialisasikan.Creamy Lemontok merupakan inovasi minuman tradisional berbasis rempah Indonesia yang kaya antioksidan dan meningkatkan pertahanan imun.Dua formulasi produk berhasil dikembangkan, yaitu penambahan creamer untuk tekstur susu dan penambahan ekstrak lemon lebih banyak untuk rasa asam yang kuat tanpa menghilangkan cita rasa asli bir pletok.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, bagaimana aktivitas antioksidan dari produk Creamy Lemon Bir Pletok dapat diukur secara kuantitatif menggunakan metode in‑vitro seperti DPPH dan FRAP, serta bagaimana kontribusi masing‑masing komponen rempah (jahe, secang, lemon) terhadap nilai tersebut? Kedua, sejauh mana penerimaan sensori produk ini di kalangan konsumen yang lebih luas, termasuk kelompok usia berbeda dan wilayah geografis, dapat dievaluasi dengan sampel yang lebih besar dan desain uji coba terkontrol untuk memastikan generalisasi temuan? Ketiga, apa dampak penambahan bahan alternatif seperti creamer nabati atau pemanis rendah kalori terhadap kualitas sensorik, nilai gizi, serta stabilitas mikrobiologis produk selama masa simpan, dan bagaimana hal ini mempengaruhi keberlanjutan produksi secara ekonomi? Dengan menjawab pertanyaan‑pertanyaan ini, penelitian selanjutnya dapat memperkuat validitas ilmiah, meningkatkan daya saing pasar, serta memastikan keamanan dan manfaat kesehatan produk.

Read online
File size4.11 MB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test