DELIHUSADADELIHUSADA

Jurnal Kajian Kesehatan MasyarakatJurnal Kajian Kesehatan Masyarakat

Wabah COVID-19 yang menyebar luas hingga dinyatakan sebagai pandemi mengancam kesehatan dunia, dan merokok dapat memperburuk imunitas tubuh. Untuk mengendalikan penyakit akibat rokok dan paparan asap rokok, pemerintah telah mengeluarkan undang-undang dan peraturan yang mengatur Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2016 Selama Periode Penyakit CoronaVirus-19 di UPTD Puskesmas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan triangulasi. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Puskesmas di 16 kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara. Penelitian ini dilaksanakan dari Desember 2021 hingga Mei 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek komunikasi, implementasi masih belum efektif, aspek sumber daya manusia belum terbentuknya tim pengawas, aspek disposisi masih terdapat pelanggaran dan tidak ada sanksi tegas, dan aspek birokrasi hanya 2 Puskesmas dan Dinas Kesehatan yang telah membuat SK/SOP.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) berdasarkan Perda Nomor 8 Tahun 2016 di UPTD Puskesmas Kabupaten Aceh Tenggara belum berjalan optimal.Hal ini disebabkan oleh kurangnya efektivitas komunikasi, belum terbentuknya tim pengawas yang memadai, sanksi yang tidak tegas terhadap pelanggaran, dan minimnya Puskesmas yang memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP) terkait KTR.Oleh karena itu, diperlukan evaluasi dan peningkatan koordinasi antara Dinas Kesehatan dan Puskesmas untuk memastikan implementasi KTR berjalan efektif dan berkontribusi dalam pengendalian penyakit terkait rokok serta mendukung upaya pencegahan penyebaran COVID-19.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas berbagai strategi komunikasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dan petugas kesehatan mengenai pentingnya KTR, termasuk penggunaan media sosial dan pendekatan persuasif. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pengawasan KTR yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan pemanfaatan teknologi, seperti aplikasi pelaporan pelanggaran. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor sosial, budaya, dan ekonomi yang mempengaruhi perilaku merokok di masyarakat Aceh Tenggara, serta merancang intervensi yang sesuai dengan konteks lokal. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk mendukung implementasi KTR yang efektif, sehingga dapat melindungi kesehatan masyarakat dan mengurangi dampak negatif rokok di Kabupaten Aceh Tenggara. Dengan memahami lebih dalam dinamika implementasi KTR, diharapkan kebijakan ini dapat dioptimalkan dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Read online
File size381.64 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test