STITNUALHIKMAHSTITNUALHIKMAH

MODELING: Jurnal Program Studi PGMIMODELING: Jurnal Program Studi PGMI

Losses kernel merupakan permasalahan utama dalam proses pengolahan kelapa sawit karena berdampak langsung terhadap rendemen dan kerugian perusahaan. Tingginya losses kernel di Pabrik Kelapa Sawit disebabkan oleh ketidakefektifan daya hisap pada LTDS 1 dan LTDS 2 yang mengakibatkan proses pemisahan kernel dan cangkang tidak berjalan optimal.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja LTDS 1 masih kurang optimal dibandingkan LTDS 2.Hal ini terlihat dari rata-rata losses kernel pada LTDS 1 sebesar 2,15%, lebih tinggi dibandingkan LTDS 2 yang sebesar 1,52%.Perbedaan ini mengindikasikan bahwa proses pemisahan pada LTDS 1 belum berjalan secara maksimal.Berdasarkan analisis Statistical Process Control (SPC), proses pada LTDS 1 memiliki variasi yang lebih besar dan cenderung mendekati batas kendali atas, sehingga menunjukkan kondisi yang kurang stabil.Sebaliknya, LTDS 2 menunjukkan proses yang lebih stabil dan terkendali, sehingga kinerjanya lebih konsisten dalam meminimalkan losses kernel.Hasil analisis menggunakan metode Reliability Centered Maintenance (RCM) dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) menunjukkan bahwa penurunan daya hisap menjadi penyebab utama meningkatnya losses kernel.Nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 280 menunjukkan bahwa permasalahan ini memiliki tingkat risiko yang tinggi dan perlu segera ditangani.Dari sisi ekonomi, losses kernel memberikan dampak kerugian yang cukup besar bagi perusahaan.LTDS 1 mengalami kerugian sebesar Rp 129.000 per bulan, sedangkan LTDS 2 sebesar Rp 91.Hal ini menunjukkan bahwa ketidakefisienan proses secara langsung mempengaruhi keuntungan perusahaan.Dengan dilakukan optimasi pada LTDS 1, terdapat potensi penghematan hingga Rp 37.Oleh karena itu, peningkatan kinerja LTDS, khususnya pada LTDS 1, sangat penting untuk meningkatkan efisiensi operasional dan menekan kerugian akibat losses kernel.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan sistem perawatan yang lebih efektif dan terintegrasi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor teknis yang mempengaruhi kinerja LTDS, seperti desain dan material saluran udara, serta efisiensi blower. Kedua, penelitian dapat diarahkan pada pengembangan model prediktif untuk memantau dan mengantisipasi kegagalan sistem secara dini. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi strategi perawatan yang lebih proaktif, seperti penggunaan sensor dan teknologi IoT untuk memantau kondisi LTDS secara real-time dan melakukan perawatan preventif secara lebih akurat dan tepat waktu. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kinerja LTDS secara berkelanjutan dan mengurangi kerugian akibat losses kernel.

Read online
File size730.57 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test