UBHARAJAYAUBHARAJAYA

Jurnal Kajian IlmiahJurnal Kajian Ilmiah

Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran model Pembelajaran Berbasis Otak dan tingkat kepercayaan diri siswa dalam memengaruhi kemampuan berpikir kritis pada pelajaran matematika di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimental lima yang dikelompokkan berdasarkan model pembelajaran yang mereka terima serta berdasarkan kategori kepercayaan diri tinggi dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes kemampuan berpikir kritis dan kuesioner kepercayaan diri, kemudian dianalisis menggunakan analisis varians dua arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Pembelajaran Berbasis Otak memiliki dampak signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Tingkat kepercayaan diri siswa juga terbukti berkontribusi signifikan terhadap pencapaian kemampuan tersebut. Analisis lebih lanjut mengungkapkan adanya interaksi antara model pembelajaran dan kepercayaan diri, yang menunjukkan bahwa efektivitas model pembelajaran berbeda-beda sesuai dengan karakteristik kepercayaan diri siswa. Siswa dengan tingkat kepercayaan diri tinggi mencapai hasil yang lebih baik ketika terlibat dalam pembelajaran berbasis BBL, sementara siswa dengan tingkat kepercayaan diri rendah menunjukkan hasil yang lebih baik melalui pembelajaran kooperatif tipe STAD. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan keterampilan berpikir kritis dipengaruhi oleh perpaduan faktor kognitif dan afektif.

Temuan menunjukkan bahwa model Pembelajaran Berbasis Otak dan self‑confidence siswa secara signifikan mempengaruhi kemampuan berpikir kritis, dengan self‑confidence menyumbang 64,2% variasi hasil.Selain pengaruh langsung, terdapat interaksi signifikan antara model pembelajaran dan self‑confidence, sehingga efektivitas model tergantung pada tingkat kepercayaan diri siswa.Penelitian selanjutnya perlu menyelidiki faktor lain seperti motivasi belajar, efikasi diri, gaya belajar, dan kecerdasan emosional untuk memperluas pemahaman tentang kontribusi terhadap kemampuan berpikir kritis.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi bagaimana faktor afektif lain, seperti motivasi belajar, efikasi diri, dan gaya belajar, memoderasi pengaruh model Brain-Based Learning terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika, sehingga dapat mengidentifikasi kombinasi faktor yang paling efektif. Selain itu, studi eksperimental yang mengintegrasikan teknologi digital, misalnya aplikasi pembelajaran berbasis game, dengan pendekatan Brain-Based Learning dapat diuji untuk menilai peningkatan kemampuan berpikir kritis pada siswa dengan tingkat self‑confidence yang beragam, serta mengukur dampak interaksi teknologi terhadap hasil belajar. Selanjutnya, penelitian longitudinal yang mengikuti siswa dari kelas V hingga kelas VII dapat dilakukan untuk menilai keberlanjutan dan retensi kemampuan berpikir kritis setelah intervensi Brain-Based Learning, serta memeriksa perubahan dinamika self‑confidence dan faktor afektif lainnya selama periode tersebut.

  1. Online First – Eurasian Journal of Educational Research. first eurasian journal educational research... doi.org/10.14689/ejer.2021.94.1Online First Ae Eurasian Journal of Educational Research first eurasian journal educational research doi 10 14689 ejer 2021 94 1
  2. The Influence of Brain-Based Learning Model with Cultural Context on Critical Thinking Skills and Self-Efficacy... jurnal.usk.ac.id/DM/article/view/39034The Influence of Brain Based Learning Model with Cultural Context on Critical Thinking Skills and Self Efficacy jurnal usk ac DM article view 39034
  3. Online First – Eurasian Journal of Educational Research. first eurasian journal educational research... ejer.com.tr/online-firstOnline First Ae Eurasian Journal of Educational Research first eurasian journal educational research ejer tr online first
Read online
File size230.98 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test