UNANDUNAND

Andalas Journal of Electrical and Electronic Engineering TechnologyAndalas Journal of Electrical and Electronic Engineering Technology

Penelitian ini mengevaluasi penerapan 5G New Radio (NR) Non‑Standalone (NSA) yang beroperasi pada Frequency Range 1 (FR1) Sub‑6 GHz di Bukittinggi, Indonesia. Pengukuran lapangan dilakukan dengan metode drive test untuk menilai indikator kinerja utama, yaitu RSRP, RSRQ, SINR, dan throughput. Hasil menunjukkan bahwa semua nilai RSRP yang terukur melebihi –95 dBm, menandakan cakupan sinyal yang baik di seluruh area uji. Sekitar 71 % sampel SINR berada di atas 0 dB dan 80 % nilai RSRQ melebihi –17 dB, menggambarkan kondisi saluran yang relatif stabil. Namun, 77 % pengukuran throughput berada di bawah 10 Mbps, menunjukkan bahwa laju data yang dapat dicapai masih bersifat sedang meskipun kualitas sinyal baik. Analisis mengindikasikan bahwa SINR memiliki dampak yang lebih kuat terhadap throughput dibandingkan RSRP dan RSRQ. Meskipun 5G NR NSA menunjukkan kualitas sinyal yang lebih baik dibandingkan LTE, 4G LTE menghasilkan kecepatan data yang lebih tinggi pada lokasi pengukuran. Temuan ini menyoroti pengaruh arsitektur NSA, keterbatasan bandwidth pada FR1 Sub‑6 GHz, serta faktor optimasi jaringan terhadap kinerja keseluruhan 5G.

Penelitian menunjukkan bahwa meskipun jaringan NSA 5G NR di Bukittinggi menyediakan cakupan sinyal yang kuat dan stabil, throughput yang diperoleh terbatas karena kendala arsitektur NSA dan bandwidth FR1.Tingkat SINR yang sedang serta ketergantungan pada LTE sebagai lapisan anchor membatasi realisasi potensi kapasitas 5G, sehingga peningkatan sinyal saja tidak cukup meningkatkan laju data.Diperlukan penelitian lebih lanjut pada arsitektur Standalone, agregasi multi‑band, dan strategi optimasi kapasitas untuk mengungkap potensi penuh 5G dalam lingkungan perkotaan serupa.

Satu arah penelitian selanjutnya adalah mengkaji kinerja jaringan 5G Standalone (SA) pada frekuensi FR1 Sub‑6 GHz di Bukittinggi, dengan membandingkan hasil throughput, RSRP, RSRQ, dan SINR terhadap jaringan NSA yang telah dipelajari, sehingga dapat menilai sejauh mana penghilangan ketergantungan pada LTE meningkatkan kapasitas jaringan. Penelitian kedua dapat memfokuskan pada agregasi carrier multi‑band, termasuk kombinasi band n1 (2100 MHz) dengan band mmWave, untuk menguji pengaruh peningkatan bandwidth terhadap throughput dan stabilitas SINR, serta mengidentifikasi strategi alokasi sumber daya yang optimal pada kondisi urban dengan kepadatan lalu lintas tinggi. Penelitian ketiga dapat menyelidiki performa 5G di lingkungan indoor serta variasi trafik sepanjang waktu (puncak vs off‑peak) di kawasan komersial Bukittinggi, sehingga dapat mengungkap dampak penetrasi bangunan, interferensi internal, dan beban jaringan terhadap RSRQ dan throughput, serta memberikan rekomendasi desain jaringan yang responsif terhadap dinamika penggunaan. Ketiga studi tersebut akan memperluas pemahaman tentang faktor‑faktor yang mempengaruhi kapasitas 5G dan memberikan dasar ilmiah bagi perencanaan jaringan yang lebih efektif.

  1. Evaluation of 5G NR NSA Deployment on FR1 (Sub-6 GHz) in Bukittinggi | Andalas Journal of Electrical... doi.org/10.25077/ajeeet.v6i1.199Evaluation of 5G NR NSA Deployment on FR1 Sub 6 GHz in Bukittinggi Andalas Journal of Electrical doi 10 25077 ajeeet v6i1 199
Read online
File size1.32 MB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test