MEDIKASUHERMANMEDIKASUHERMAN

Cakrawala Medika: Journal of Health SciencesCakrawala Medika: Journal of Health Sciences

ASI merupakan sumber asupan nutrisi bagi bayi baru lahir. ASI yang diberikan pada bayi berusia 0 bulan sampai 6 bulan disebut ASI eksklusif. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian ASI Eksklusif berarti memberikan ASI kepada bayi selama enam bulan setelah lahir, tidak memberikannya dan menggantinya dengan makanan atau minuman lain (kecuali obat, vitamin, dan mineral). Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh antara ekstrak daun kelor terhadap produksi ASI pada ibu menyusui di Puskesmas Bahagia pada bulan Desember 2021 – Januari 2022. Desain penelitian ini eksperimental dengan menggunakan metode pra-eksperimen (pre experimental designs) yaitu one group pretest posttest design. Penelitian ini dilaksanakan di Puskesmas Bahagia pada bulan Desember 2021 – Januari 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0 – 12 bulan yang berada di Puskesmas Bahagia, Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner pretest dan posttest, analisis yang digunakan adalah univariat dan analisis bivariat dengan uji paired t-Test. Hasil analisis bivariat terdapat pengaruh antara ekstrak daun kelor dengan produksi ASI dengan P value = 0,000 P<α 0,05 dan COR 0,996.

Produksi ASI meningkat dari nilai pre‑test sebesar 6,5360 menjadi nilai post‑test sebesar 6,7933 setelah intervensi ekstrak daun kelor.Rata‑rata peningkatan produksi ASI antara pre‑test dan post‑test tercatat sebesar 0,2573.Analisis statistik menunjukkan pengaruh yang signifikan (p = 0,000) dengan korelasi tinggi (r = 0,996), menandakan bahwa ekstrak daun kelor secara positif mempengaruhi produksi ASI pada ibu menyusui.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efek dosis berjenjang ekstrak daun kelor terhadap produksi ASI sehingga dapat ditentukan dosis optimal yang memberikan peningkatan produksi susu secara signifikan tanpa efek samping; selanjutnya, diperlukan uji coba terkontrol secara acak (randomized controlled trial) yang membandingkan ekstrak daun kelor dengan plasebo untuk memastikan validitas hasil dan mengeliminasi bias yang mungkin muncul pada desain pra‑eksperimen sebelumnya; terakhir, studi longitudinal yang melibatkan pemantauan pertumbuhan bayi serta status gizi ibu selama periode menyusui dapat memberikan gambaran komprehensif mengenai dampak jangka panjang konsumsi ekstrak daun kelor tidak hanya pada produksi ASI, tetapi juga pada kesehatan anak dan kesejahteraan ibu, sehingga dapat memperkuat rekomendasi kebijakan kesehatan masyarakat terkait pemanfaatan tanaman kelor sebagai suplemen laktasi.

  1. Analisis Perilaku Pemberian ASI Eksklusif Di Puskesmas Bekasi | Gorontalo Journal of Public Health. analisis... Doi.Org/10.32662/Gjph.V3i1.850Analisis Perilaku Pemberian ASI Eksklusif Di Puskesmas Bekasi Gorontalo Journal of Public Health analisis Doi Org 10 32662 Gjph V3i1 850
  2. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELANCARAN PRODUKSI ASI | Dewi | Jurnal 'Aisyiyah Medika. faktor... jurnal.stikes-aisyiyah-palembang.ac.id/index.php/JAM/article/view/230FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KELANCARAN PRODUKSI ASI Dewi Jurnal Aisyiyah Medika faktor jurnal stikes aisyiyah palembang ac index php JAM article view 230
Read online
File size286.69 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test