UNSUDAUNSUDA

Jes Journal Education and SupervisionJes Journal Education and Supervision

Salah satu nilai pendidikan karakter yakni melalui penanaman nilai religius. SMA Mazraatul Ulum Paciran merupakan lembaga pendidikan yang menerapkan nilai-nilai religius yang telah menjadi budaya sekolah. Strategi kepala sekolah disusun dengan baik untuk mengatasi permasalahan akidah dan akhlak peserta didik sehingga budaya yang tertanam bisa menjadi kebiasaan. Mengembangkan budaya religius peserta didik membutuhkan tahapan-tahapan yakni perumusan, implementasi, dan evaluasi. Strateginya ialah strategi pembiasaan, strategi keteladanan, dan strategi kemitraan. Faktor pendukung strategi kepala sekolah ialah fasilitas yang memadai, adanya dukungan kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua serta adanya program-program pendukung. Sedangkan faktor penghambatnya berupa peserta didik yang kurang disiplin, pengaruh negatif lingkungan luar, pergaulan bebas, serta pengaruh pendidikan masa SMP yang kurang memahami nilai-nilai religius.

Faktor pendukung yang memperkuat strategi meliputi dukungan kepala sekolah, tenaga pendidik, fasilitas memadai, serta program pembinaan seperti baca Al‑Quran.Namun, faktor penghambat seperti kurangnya disiplin peserta didik, pengaruh negatif lingkungan luar, dan kurangnya pemahaman nilai religius pada pendidikan SMP masih menjadi tantangan.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas masing‑masing strategi (pembiasaan, keteladanan, kemitraan) dalam meningkatkan perilaku religius siswa melalui pendekatan campuran kuantitatif‑kualitatif untuk memperoleh data yang lebih komprehensif. Selanjutnya, penting untuk menyelidiki peran keterlibatan orang tua dalam memperkuat budaya religius di sekolah, khususnya bagaimana komunikasi dan kolaborasi antara rumah dan sekolah dapat meningkatkan disiplin serta pemahaman nilai religius siswa. Selain itu, sebuah studi komparatif antara SMA Mazraatul Ulum Paciran dengan sekolah lain yang memiliki konteks sosial‑kultural berbeda dapat mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi keberhasilan atau kegagalan strategi pengembangan budaya religius, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Read online
File size406.1 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test