UPDMUPDM

Jurnal Pustaka KomunikasiJurnal Pustaka Komunikasi

Penelitian ini membahas strategi Public Relations (PR) Startup Ngampooz melalui program Ngampooz Internship. Tujuannya adalah memahami dan menganalisis langkah-langkah strategis yang diambil oleh Ngampooz dalam mempertahankan bisnis dan membangun hubungan jangka panjang dengan publiknya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melibatkan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Riset merujuk pada model strategi PR Cutlip, Center dan Broom yang melibatkan Mendefinisikan Masalah, Perencanaan dan Pemrograman, Mengambil Tindakan dan Komunikasi, Mengevaluasi Program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ngampooz efektif menjalankan proses-proses ini melalui Ngampooz Internship. Dalam mendefinisikan masalah, Ngampooz melakukan analisis peluang, brainstorming internal, dan penetapan ide. Tahap perencanaan melibatkan perencanaan tujuan, sasaran, strategi pengemasan program, dan strategi penyampaian informasi program. Proses berlanjut dengan tindakan dan komunikasi melalui Instagram dan networking perusahaan. Evaluasi program dilakukan melalui monitoring bulanan. Hasil penelitian menegaskan bahwa strategi PR Ngampooz melalui Ngampooz Internship berhasil membangun kepercayaan publik dan hubungan jangka panjang. Dengan langkah-langkah terstruktur dan proaktif, Ngampooz menciptakan dampak positif dalam komunikasi perusahaan dan interaksi dengan publiknya.

Ngampooz telah menunjukkan perencanaan Public Relations yang efektif melalui program Ngampooz Internship, meskipun tidak memiliki departemen PR khusus, dengan berhasil membangun kepercayaan dan loyalitas publik.Program ini beroperasi dalam siklus berkelanjutan yang mencakup pendefinisian masalah, perencanaan, implementasi, dan evaluasi.Peran CEO sebagai penasihat ahli, ditambah pemanfaatan networking tanpa iklan berbayar, serta feedback berkala, menjadi kunci keberhasilan strategi Ngampooz.

Melihat keberhasilan Ngampooz dalam menjalankan strategi Public Relations (PR) melalui program Ngampooz Internship tanpa departemen PR khusus, ada beberapa ide penelitian lanjutan yang bisa digali. Pertama, bagaimana keterbatasan sumber daya, seperti tidak adanya anggaran untuk iklan berbayar dan ketergantungan pada jaringan mitra, memengaruhi pilihan strategi PR di startup teknologi pendidikan (edutech) seperti Ngampooz? Penelitian ini bisa membandingkan dampak jangka panjang strategi PR yang hemat biaya ini terhadap pengenalan merek dan pangsa pasar, dengan startup edutech lain yang memiliki anggaran PR lebih besar. Ide kedua adalah meneliti struktur organisasi yang paling efektif untuk fungsi PR di startup yang sedang berkembang. Apakah pembentukan departemen PR yang terpisah akan selalu lebih baik dalam mengelola komunikasi penting seperti krisis dan hubungan dengan investor, dibandingkan dengan model gabungan yang saat ini digunakan Ngampooz? Studi kasus pada beberapa startup dengan pendekatan PR yang berbeda dapat memberikan jawaban. Terakhir, sangat menarik untuk meneliti seberapa efektif program pelatihan PR internal bagi karyawan yang sudah ada dalam startup dengan sumber daya terbatas. Bagaimana inisiatif pengembangan kemampuan internal ini memengaruhi kemampuan startup untuk menjaga reputasi, menanggapi masukan publik, dan menciptakan program komunitas baru yang inovatif, sehingga meningkatkan kelincahan komunikasi dan memperkuat hubungan dengan semua pihak terkait? Hasil penelitian ini akan sangat berharga bagi startup lain yang menghadapi tantangan serupa.

  1. Strategi Public Relations Startup Ngampooz Melalui Program Ngampooz Internship | Fatona | Jurnal Pustaka... doi.org/10.32509/pustakom.v8i1.4059Strategi Public Relations Startup Ngampooz Melalui Program Ngampooz Internship Fatona Jurnal Pustaka doi 10 32509 pustakom v8i1 4059
Read online
File size603.76 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test