UNRIYOUNRIYO

International Journal of Informatics and ComputationInternational Journal of Informatics and Computation

Perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur furnitur dengan target pemasaran kebanyakan di luar negeri menghadapi persaingan harga dan kualitas yang sangat ketat, sehingga membutuhkan sistem penghitungan biaya produksi yang lebih akurat daripada metode tradisional yang masih banyak digunakan di Indonesia. Pada umumnya, perusahaan menggunakan metode perhitungan biaya yang hanya memperhatikan satu driver biaya, sehingga terjadi penyimpangan dalam perhitungan biaya produksi yang sebenarnya. Untuk mengatasi masalah ini, diusulkan metode perhitungan biaya produksi menggunakan Activity-Based Costing (ABC) yang telah banyak digunakan di negara-negara maju dan menunjukkan perbaikan dalam menghitung biaya produksi. Metode perhitungan ABC ini mempertimbangkan aktivitas-aktivitas yang menjadi driver biaya dan diperhitungkan dalam memperoleh biaya produksi yang sebenarnya. Sehingga perencanaan biaya untuk manajemen menjadi lebih baik, dalam penelitian ini, diperlihatkan perhitungan menggunakan metode tradisional dan hasilnya dibandingkan dengan metode ABC. Kemudian juga dilakukan analisis sistem yang diperlukan untuk menerapkan metode ABC berbasis sistem informasi dan implementasinya yang diusulkan. Sistem informasi akan membantu menghitung biaya lebih cepat dan akurat.

Dari penggunaan metode ABC, diperoleh enam jenis aktivitas yang menjadi pemicu biaya, yang dikelompokkan menjadi enam jenis pool yang dipicu oleh.jam mesin, jumlah batch, jumlah pengiriman, kapasitas standar, jumlah pemeliharaan bangunan, dan jumlah pemeliharaan mesin.Pembahasan menggunakan metode Activity-Based Costing menunjukkan perbedaan (distorsi) dalam mengalokasikan biaya ke produk sampel, di mana ada produk yang biayanya dikenakan lebih dari seharusnya (overprice) dan sebaliknya.Sistem informasi costing yang diusulkan membantu mencatat biaya tenaga kerja dan overhead produk dengan lebih jelas sehingga perhitungan biaya menjadi lebih akurat dan dapat mengetahui margin keuntungan yang diperoleh dari produk-produk tersebut dengan pasti.Sistem informasi ini menjadi sistem pendukung strategi perusahaan untuk meminimalkan gangguan akibat penambahan metode baru.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide penelitian baru, seperti: 1) Menganalisis dampak penerapan sistem informasi berbasis ABC terhadap kinerja keuangan perusahaan, terutama dalam hal pengendalian biaya dan peningkatan profitabilitas. 2) Mengembangkan sistem informasi ABC yang terintegrasi dengan sistem perencanaan sumber daya perusahaan (ERP) untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan biaya produksi. 3) Meneliti dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan penerapan metode ABC, seperti budaya organisasi, keterlibatan manajemen puncak, dan dukungan teknologi informasi.

Read online
File size263.44 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test