UPDMUPDM

Jurnal Pustaka KomunikasiJurnal Pustaka Komunikasi

Penelitian ini mengkaji konsep diri Ceu Epik sebagai food influencer yang mengusung kearifan lokal di TikTok, sebuah fenomena yang mencerminkan bagaimana individu biasa membangun identitas digital berbasis keaslian budaya. Permasalahan yang diteliti adalah bagaimana konsep diri terbentuk dan diekspresikan melalui pengelolaan konten dalam konteks kuliner lokal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif; data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Ceu Epik dan dua pengikutnya di TikTok, observasi pada akun TikTok @ceuepik, serta dokumentasi.

Penelitian ini menemukan bahwa konsep diri Ceu Epik sebagai food influencer terbentuk secara bertahap melalui perjalanan pribadi, dipertahankan dengan keaslian budaya Sunda yang tercermin dalam nama panggung, penggunaan bahasa Sunda, dan slogan khas, serta memperkuat self‑esteem dan mencapai self‑actualization melalui dukungan audiens.Pengelolaan konten di TikTok dilakukan dengan tiga pendekatan—konten terkonsep, spontan, dan kolaborasi—yang mengintegrasikan aspek share, optimize, manage, dan engage, sehingga tidak hanya membangun personal branding yang kuat tetapi juga berkontribusi pada pelestarian kearifan lokal Kuningan.Penelitian lanjutan disarankan untuk (1) melakukan studi komparatif terhadap food influencer dari berbagai daerah, (2) menerapkan pendekatan kuantitatif untuk mengukur pengaruh konsep diri terhadap persepsi audiens, dan (3) mengeksplorasi penggunaan fitur “Showcase serta storytelling filosofis untuk meningkatkan dampak sosial konten.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana konsep diri dan strategi konten food influencer di berbagai daerah Indonesia berbeda atau serupa, dengan membandingkan setidaknya lima influencer yang mengusung kearifan lokal masing‑masing, sehingga dapat mengidentifikasi pola umum maupun variasi regional dalam pembentukan identitas digital. Selain itu, pendekatan kuantitatif dapat dipakai untuk mengukur pengaruh tingkat self‑esteem influencer terhadap persepsi audiens terhadap kuliner lokal, misalnya dengan menyebarkan kuesioner kepada 500 responden dan menganalisis hubungan statistik antara variabel‑variabel tersebut. Selanjutnya, penelitian dapat mengeksplorasi efektivitas fitur “Showcase TikTok serta elemen storytelling filosofis dalam meningkatkan dampak sosial konten, dengan melakukan eksperimen A/B pada konten yang menggunakan atau tidak menggunakan fitur tersebut dan menilai perubahan dalam tingkat interaksi serta pengetahuan budaya audiens. Akhirnya, studi longitudinal dapat mengamati evolusi konsep diri influencer selama tiga tahun untuk memahami dinamika perubahan identitas dan kontribusi terhadap pelestarian budaya seiring pertumbuhan platform digital.

  1. PERAN KREDIBILITAS INFLUENCER LOKAL DI INSTAGRAM TERHADAP PERSEPSI KUALITAS DAN MINAT BELI KONSUMEN MILENIAL... journal.unpak.ac.id/index.php/jimfe/article/view/6205PERAN KREDIBILITAS INFLUENCER LOKAL DI INSTAGRAM TERHADAP PERSEPSI KUALITAS DAN MINAT BELI KONSUMEN MILENIAL journal unpak ac index php jimfe article view 6205
Read online
File size446.05 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test