STIPASSTIPAS

Sepakat : Jurnal Pastoral KateketikSepakat : Jurnal Pastoral Kateketik

Dalam kehidupan dewasa ini, manusia menghadapi berbagai tantangan. Cara berpikir yang matang sangat diperlukan. Berpikir kritis adalah proses menganalisis, memeriksa, dan merumuskan penilaian berdasarkan pemikiran yang mendalam dalam menyikapi hal-hal yang perlu disingkapkan. Dalam penelitian ini, menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif melalui pendekatan library research. Hasilnya, ditemukan bahwa tujuan berpikir kritis adalah menyingkap kebenaran dengan menyerang dan menyingkirkan segala yang salah. Dalam membangun pikiran yang kritis, manusia memerlukan landasan yang tepat, baik dari sisi pengetahuan maupun religius. Penelitian ini menunjukkan bahwa mengungkapkan bahwa dalam membangun kemampuan berpikir kritis diperlukan: hikmat, transformasi akal budi, dan menguji serta mengevaluasi segala sesuatu sebelum diterima dan diterapkan dalam kehidupan.

Berpikir kritis adalah proses berpikir dalam memahami, mengevaluasi, dan merumuskan argumen dalam meresponi sesuatu yang dianggap menyimpang dari yang seharusnya.Dalam berpikir kritis, seseorang sedang mempersiapkan diri dalam membentuk pemikiran yang mandiri, disiplin, evaluasi, koreksi, dan responsif terhadap isu atau keadaan sekitar.Lewat kemampuan berpikir kritis, seseorang sedang dalam proses menjadi manusia yang siap berkontribusi dalam pemecahan masalah dan menemukan jalan baru yang sesuai dengan harapan dalam suatu isu atau masalah.Alkitab tidak menentang cara berpikir kritis, tetapi memberikan ruang bagi proses berpikir kritis.Berpikir kritis perlu diasah secara matang, dan Alkitab adalah landasan yang kuat dalam proses berpikir kritis.Dalam berpikir kritis, Tuhan adalah Sumber hikmat, pengetahuan, dan pengertian, sehingga manusia dengan kerendahan hati menundukkan pikirannya dalam pimpinan Ilahi agar kebenaran dapat disingkapkan.

Berdasarkan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: Pertama, melakukan penelitian hermeneutika dan eksegesis yang lebih mendalam tentang berpikir kritis dalam Alkitab, untuk memahami konsep dan ruang lingkup berpikir kritis secara lebih komprehensif. Kedua, mengeksplorasi lebih lanjut bagaimana berpikir kritis dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti politik, ekonomi, dan agama, untuk menghadapi tantangan masa kini. Ketiga, meneliti bagaimana berpikir kritis dapat dikembangkan dalam konteks pendidikan, terutama dalam pembelajaran ilmu pengetahuan sosial, agar peserta didik dapat menjadi individu yang mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.

  1. Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD melalui Model Pembelajaran... journal.stkipsingkawang.ac.id/index.php/JPDI/article/view/927Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis dan Hasil Belajar Siswa Kelas 4 SD melalui Model Pembelajaran journal stkipsingkawang ac index php JPDI article view 927
  2. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS). journal education humaniora social sciences... doi.org/10.34007/jehss.v4i1.576Journal of Education Humaniora and Social Sciences JEHSS journal education humaniora social sciences doi 10 34007 jehss v4i1 576
  3. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS). journal education humaniora social sciences... mahesainstitute.web.id/ojs2/index.php/jehssJournal of Education Humaniora and Social Sciences JEHSS journal education humaniora social sciences mahesainstitute ojs2 index php jehss
Read online
File size1005.6 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test