STT GKESTT GKE

Jurnal Teologi PambelumJurnal Teologi Pambelum

Tujuan artikel ini adalah untuk merekonstruksi misi gereja dalam konteks moderasi beragama. Moderasi beragama menyebabkan perlunya peninjauan ulang terhadap bentuk misi gereja dalam bentuk Kristenisasi, “mencuri domba, dan juga kehadiran gereja di ruang publik yang berdebat sebagai pihak konservatif dan liberal. Tindakan ini menjadi permasalahan dalam sejarah perjumpaan Kristen dengan agama lain, maupun hubungan internal gereja dalam lintas denominasi.

Orientasi misi gereja tidak melulu mengenai kristenisasi atau pun “mencuri domba.Kehadiran gereja di tengah pluralitas tidak hanya berhadapan dengan sikap fanatisme yang merasa benar sendiri dan menolak pandangan orang lain.Sikap dan tindakan liberalisme yang terlalu cair dan tercemplung ke dalam praktik dan paham agama lain juga tidak kalah urgen untuk digumuli.Liberalisme dapat mereduksi identitas tulen dari suatu agama.Kondisi ini direspons Paulus dengan merekonstruksi misi gereja di tengah keberagaman yaitu menolak sinkretisme, menginternalisasi identitas gereja, serta menjadikan kasih sebagai spirit dalam membangun komunitas yang solider dan misioner.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide, seperti: . . 1. Bagaimana peran gereja dalam membangun dialog lintas agama dan menciptakan kerukunan dalam masyarakat yang majemuk?. 2. Apakah ada strategi misi yang efektif untuk menginternalisasikan identitas keagamaan dan etika kolektif di tengah masyarakat yang beragam?. 3. Bagaimana gereja dapat menjadi agen transformasi ilahi dalam mengatasi isu sosial dan ekologis di masyarakat, tanpa mengabaikan keberagaman dan perbedaan pandangan?.

  1. A comparison between James and Philodemus on moral exhortation, communal confession and correctio fraterna... doi.org/10.4102/hts.v69i1.1927A comparison between James and Philodemus on moral exhortation communal confession and correctio fraterna doi 10 4102 hts v69i1 1927
Read online
File size182.96 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test