PPLPPL

Abdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada MasyarakatAbdi Wisata: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas perempuan dalam sektor pariwisata melalui pemasaran digital dan diversifikasi produk di desa wisata sekitar Destinasi Super Prioritas Danau Toba. Program ini difokuskan pada pemberdayaan perempuan dalam pengelolaan produk wisata lokal, dengan memberikan pengetahuan mengenai pentingnya pemasaran digital dan pengembangan produk yang dapat meningkatkan daya saing desa wisata. Peserta kegiatan ini terdiri dari 30 orang perempuan pegiat wisata yang berasal dari berbagai desa wisata di sekitar Danau Toba. Metode pelaksanaan terdiri dari identifikasi awal, pelatihan, diskusi, dan praktik langsung mengenai penggunaan media sosial untuk pemasaran produk serta diversifikasi produk wisata untuk menarik lebih banyak wisatawan. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme peserta untuk mengimplementasikan pemasaran melalui media sosial, khususnya Instagram dan TikTok, serta kesadaran tentang pentingnya diversifikasi produk dalam memperkaya pengalaman wisata. Diharapkan program ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan desa wisata, memperkuat peran perempuan, dan meningkatkan daya saing destinasi pariwisata di Danau Toba.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang bertema penguatan kapasitas perempuan di Danau Toba sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas ini telah memberikan dampak yang signifikan bagi peserta, khususnya perempuan yang terlibat dalam pengelolaan desa wisata.Bukti pemahaman bagi peserta ini terlihat dari mampunya mereka menyusun sebuah rencana aksi sebagai output dari rangkaian kegiatan pengabdian yang dilakukan.Melalui serangkaian sesi pelatihan dan praktik, peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya pemasaran digital dan diversifikasi produk untuk meningkatkan daya saing desa wisata.Pada sesi identifikasi awal, mayoritas peserta setuju bahwa perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan pariwisata dan berkomitmen untuk lebih berperan aktif dalam upaya tersebut.Dalam hal pemasaran, peserta menyadari pentingnya memanfaatkan platform media sosial seperti TikTok, Instagram, dan Shopee Live untuk mempromosikan produk lokal, seperti ulos, kepada audiens yang lebih luas.Di samping itu, sesi mengenai diversifikasi produk memberikan gambaran bagaimana Desa Lumban Suhi-suhi telah berhasil mengembangkan objek wisata baru, seperti Pantai Lumban Manik, yang mendukung produk wisata eksisting dan memperkaya pengalaman wisatawan.Selain itu, hasil dari sesi praktik menunjukkan bahwa peserta sangat antusias untuk memanfaatkan teknologi dalam pemasaran, dengan sebagian besar peserta berencana untuk membuat akun bisnis di media sosial dan memisahkan akun pribadi mereka.Beberapa peserta bahkan tertarik untuk memanfaatkan Instagram Ads untuk memperluas jangkauan pemasaran mereka.Dengan langkah-langkah ini, diharapkan dapat meningkatkan visibilitas dan daya saing produk wisata di desa mereka.Untuk mendukung keberlanjutan pengembangan desa wisata, sangat dianjurkan agar peserta melanjutkan upaya pemasaran digital dengan lebih fokus dan terarah.Penggunaan platform media sosial yang lebih variatif, seperti Facebook dan YouTube, serta teknik iklan berbayar seperti Instagram Ads, bisa diperluas untuk meningkatkan visibilitas produk dan atraksi wisata.Selain itu, pelatihan berkelanjutan tentang teknik-teknik pemasaran digital yang lebih canggih bisa dilakukan untuk mengasah keterampilan peserta.Sebagai tambahan, program pemberdayaan perempuan dalam sektor pariwisata perlu ditingkatkan.Perempuan di desa wisata harus diberikan lebih banyak kesempatan untuk berperan dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan bisnis wisata.Hal ini bisa dilakukan dengan mengadakan pelatihan-pelatihan terkait kepemimpinan, manajerial, dan kewirausahaan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan beberapa ide sebagai berikut: Pertama, melakukan studi komparatif antara desa wisata yang telah menerapkan strategi pemasaran digital dan diversifikasi produk dengan desa wisata yang belum. Studi ini dapat mengidentifikasi faktor-faktor kunci yang berkontribusi terhadap keberhasilan desa wisata dalam meningkatkan daya saing dan menarik lebih banyak wisatawan. Kedua, meneliti dampak jangka panjang dari program pemberdayaan perempuan dalam sektor pariwisata. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana peningkatan kapasitas perempuan berdampak pada perkembangan ekonomi desa wisata, termasuk peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja. Ketiga, mengembangkan strategi pemasaran digital yang lebih inovatif dan terintegrasi untuk desa wisata. Penelitian ini dapat berfokus pada penggunaan teknologi terbaru, seperti augmented reality atau virtual reality, untuk menciptakan pengalaman wisata yang lebih menarik dan interaktif. Dengan menggabungkan tiga ide penelitian ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut dalam pengembangan desa wisata di sekitar Danau Toba, memperkuat peran perempuan, dan meningkatkan daya saing destinasi pariwisata secara keseluruhan.

Read online
File size736.69 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test