UMBERAUUMBERAU

ECO-BUILD; Economy Bring Ultimate Information All About Development JournalECO-BUILD; Economy Bring Ultimate Information All About Development Journal

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kausalitas (efek timbal balik) antara fertilitas dengan kemiskinan di Kabupaten Berau. Data sekunder yang digunakan berupa data jumlah penduduk miskin dan data angka fertilitas di Kabupaten Berau periode tahun 2017-2022, yang telah dipublikasikan oleh BPS Kabupaten Berau. Alat analisis yang digunakan adalah uji asumsi klasik (uji normalitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas), analisis regresi linier sederhana, koefisien korelasi, koefisien determinasi, dan uji t. Kesimpulan dari hasil penelitian ini yaitu terdapat hubungan antara fertilitas dengan kemiskinan di Kabupaten Berau. Hal tersebut dibuktikan dari hasil uji t menunjukkan nilai t-hitung > t-tabel atau 4,814 > 2,132 dan nilai signifikansi < nilai probabilitas (0,009 < 0,05). Selain itu keeratan hubungan antara fertilitas dan kemiskinan dapat dilihat dari koefisien korelasi sebesar 0,923 yang menunjukkan keeratan hubungan yang sangat tinggi atau sangat erat. Demikian pula besarnya kontribusi yang diberikan fertilitas cukup besar pada angka kemiskinan di Kabupaten Berau yaitu 85,3%.

Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya, yaitu terdapat hubungan antara fertilitas dengan kemiskinan di Kabupaten Berau.Hal tersebut dibuktikan dari hasil uji t menunjukkan nilai t-hitung > t-tabel atau 4,814 > 2,132 dan nilai signifikansi < nilai probabilitas (0,009 < 0,05).Selain itu keeratan hubungan antara fertilitas dan kemiskinan dapat dilihat dari koefisien korelasi sebesar 0,923 yang menunjukkan keeratan hubungan yang sangat tinggi atau sangat erat.Demikian pula besarnya kontribusi yang diberikan fertilitas cukup besar pada angka kemiskinan di Kabupaten Berau yaitu 85,3%.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran-saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut: 1. Menjaga tingkat fertilitas (kelahiran) yang berkualitas agar tidak berdampak langsung pada angka kemiskinan di Kabupaten Berau. 2. Melakukan usaha-usaha yang lebih terarah, seperti mempertahankan posyandu untuk meningkatkan penyuluhan tentang keluarga berencana. 3. Menanamkan norma keluarga kecil dan meningkatkan penyuluhan tentang penggunaan alat kontrasepsi. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan fokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat fertilitas dan strategi-strategi pengendalian fertilitas yang efektif dalam mengurangi angka kemiskinan. Selain itu, studi komparatif antara daerah dengan tingkat fertilitas dan kemiskinan yang berbeda dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang hubungan antara kedua variabel tersebut.

Read online
File size388.27 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test