STTWSTTW

TeknikaTeknika

Jaringan distribusi merupakan jalur pembagi energi listrik yang umum di pakai terutama di Indonesia. Dengan zaman yang terus berkembang maka pasokan listrik semakin meningkat, maka perlu adanya pembangunan jaringan distribusi baru untuk menunjang banyaknya konsumen, kemudian dalam pembuatan jaringan distribusi tentu aspek peng yanzu dalam pembangunan perlu dipertimbangkan seperti tahanan isolasi dari material yang dipakai, banyak sekali alat yang dibuat untuk menunjang bagian proteksi jaringan distribusi dan salah satunya adalah FCO (Fuse Cut Out). Dengan pengujian secara langsung dari beberapa sampel, terdata nilai resistansi dari FCO dan dengan standar PUIL hasilnya dibandingkan untuk mengetahui tingkat kelayakannya, lalu terbukti dari nilai minimum sampel yaitu 259 GΩ, dan data tersebut 897 kali lebih layak dari yang seharusnya standarisasi PUIL yaitu 0,288 GΩ.

Dari pengukuran tahanan isolasi Fuse Cut Out dengan 20 sampel memperlihatkan bahwa nilai tahanan isolasi akan mengalami penurunan ketika diberikan tegangan kerja, namun hal tersebut tidak membuat isolasi dari Fuse Cut Out mengalami kerusakan, dengan nilai pengukuran terkecil saja tercatat 259 GΩ masih 897 kali lebih kuat dari standar perhitungan PUIL yaitu 0,288 GΩ, kemudian ketika dibandingkan dengan standar pabrikan yang mengharuskan memiliki nilai 10 GΩ masih 25,9 kali lebih kuat, yang menandakan material isolasi yang dipakai dalam Fuse Cut Out sangat bagus sehingga mendapatkan nilai yang sangat tinggi bahkan ketika diberikan tegangan tinggi.

Pertanyaan penelitian pertama tentang bagaimana proses penuaan mempengaruhi सलाह độ quá hội r kuync tahanan isolasi pada Fuse Cut Out di bawah siklus tegangan tinggi dapat diujicoba secara eksperimental dengan menggunakan sampel berjumlah minimal 50 unit. Pertanyaan kedua meneliti nilai tegangan kerja optimal untuk Fuse Cut Out dalam jaringan 24 kV agar dapat menjamin keamanan dan keandalan sistem, sehingga perbandingan antara rating 24 kV/100 A dan 32 kV/125 A dapat diukur secara simultan. Pertanyaan ketiga mengkaji pengaruh metode instalasi (pendukung busbar, grounding, dan posisi sensor) terhadap performa proteksi Fuse Cut Out, yang dapat disertai simulasi voltase gerak dan analisis sensitivitas. Uji studi ini melibatkan perbandingan data teknis, evaluasi ekonomi, dan analisis kebijakan, sehingga hasilnya dapat mendukung perencanaan jaringan distribusi yang lebih aman dan optimal di Indonesia.

  1. INSULATION RESISTANCE OF DRY VOLTAGE TEST FCO 24KV/100A PT. POWERINDO PRIMA PERKASA | Teknika. insulation... doi.org/10.52561/teknika.v9i2.410INSULATION RESISTANCE OF DRY VOLTAGE TEST FCO 24KV 100A PT POWERINDO PRIMA PERKASA Teknika insulation doi 10 52561 teknika v9i2 410
Read online
File size885.75 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test