DWCUDWCU

Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesAradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies

Buku ini menawarkan kebaruan gagasan Pendidikan Kristiani (selanjutnya ditulis PK) untuk formasi identitas kewarganegaraan yang dilakukan dengan basis mewarga dengan hati. Adapun, bangunan kata-kata kunci teori yang digunakan yaitu pembelajaran transformatif, estetika atau seni, pendidikan dan identitas kewarganegaraan, orang dewasa (22-60 tahun). Oleh karenanya, tiga rumusan pertanyaan yang menjadi acuan yaitu: Pertama, mengapa kita memerlukan PK untuk formasi identitas kewarganegaraan? Kedua, sejauh mana PK dapat menjadi basis yang efektif dan relevan bagi pendidikan kewarganegaraan untuk orang dewasa di gereja? Ketiga, bagaimana pembelajaran transformatif berbasis nilai-nilai Kristiani dapat berkontribusi bagi pemahaman kewarganegaraan dan kebangsaan orang Kristen Indonesia saat ini? (Hattu, 2018: 5).

Dari upaya yang dilakukan Hattu, peresensi menimbang hal yang bisa dijadikan perhatian.Pertama, PK perlu dikombinasikan dengan berbagai bidang.Hattu telah menunjukkan salah satu wujud nyatanya.Kombinasi ini memungkinkan hadirnya PK di ruang publik.Sebenarnya, Hattu menimbang kajian PKn yang mana tidaknya membahas isu politik tetapi keseharian, pembelajaran transformatif dalam bidang pendidikan, dan estetika atau seni.Peresensi akui kesulitan menemukan buku komprehensif yang menyentuh diskusi integratif sebagaimana dibahas Hattu.Peresensi mengusulkan pembaca dapat turut membaca buku Religious Education as a Dialogue with Difference.Fostering Democratic Citizenship Through the Study of Religions in Schools (Routledge Research in Religion and Education) yang membahas tidak hanya dari segi Kristiani tetapi semua agama yang bersinggungan dengan kewarganegaraan yang mana belum dibahas Hattu (OGrady, 2018).Kemudian dalam isu kewarganegaraan, kombinasi PK dan PKn diharapkan turut melihat beragam persoalan agama dan moral yang turut berkontribusi ke bidang pendidikan intercultural, PKn, dan pendidikan nilai hingga berujung ke tawaran kebaruan PK pluralistik (pluralistic religious education) yang belum dibahas Hattu, meskipun ia mulai menyinggung PKn dan multikulturalisme.Peresensi mengusulkan pembaca menjelajahnya dalam buku Rethinking Religious Education and Plurality.Issues in Diversity and Pedagogy (Jackson, 2004).Kedua, PK dan PKn memiliki kekhasan kajian yang perlu dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum dikombinasikan.Peresensi sepakat dengan pola demikian sebagaimana telah dilakukan Hattu.Guna memperluas cakrawala kombinasi menuju inovasi, peresensi merekomendasikan buku bunga rampai Innovating Christian Education Research.Ada banyak contoh inovasi yang dapat dipetik di sana, khususnya berkenaan PK dan PKn di antaranya pendidikan nilai, PK di era pasca sekular, dan pendidikan intercultural.Ketiga, peresensi menimbang PK memang perlu didorong ke partisipasi kewarganegaraan.Guna melengkapi gagasan ini dan berangkat dari teori pendidikan umum, peresensi merekomendasikan buku Handbook of Research on Education for Participative Citizenship and Global Prosperity yang turut bersifat praksis (Navasrro-Medina, Pineda-Alfonso, dan Alba-Fernandez, 2018).Buku ini tidak hanya membahas wilayah identitas kewarganegaraan, melainkan kebijakan pendidikan dan keadilan sosial yang mana dua wilayah terakhir belum dibahas Hattu.Namun, pembaca yang hendak mengonstruksi ke PK, buku ini bisa menjadi stimulusnya.

1. Bagaimana Pendidikan Kristiani dapat berkontribusi pada pembentukan identitas kewarganegaraan di Indonesia, khususnya dalam konteks multikulturalisme dan pluralisme agama? 2. Apakah ada pendekatan inovatif dalam Pendidikan Kristiani yang dapat diterapkan untuk meningkatkan partisipasi kewarganegaraan di kalangan orang dewasa, dan bagaimana hal ini dapat diintegrasikan dengan pendidikan kewarganegaraan secara lebih luas? 3. Bagaimana estetika atau seni dapat digunakan sebagai alat untuk memfasilitasi percakapan dan dialog tentang kewarganegaraan dan kebangsaan di kalangan orang Kristen Indonesia, dan apakah ini dapat menjadi model untuk kelompok agama lainnya?.

  1. Resensi Buku: Mewarga dengan Hati: Pembelajaran Transformatif sebagai Respons Pedagogis Kristiani Terhadap... journal-theo.ukdw.ac.id/index.php/aradha/article/view/1399Resensi Buku Mewarga dengan Hati Pembelajaran Transformatif sebagai Respons Pedagogis Kristiani Terhadap journal theo ukdw ac index php aradha article view 1399
Read online
File size364.72 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test