DWCUDWCU
Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesAradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict StudiesPenelitian ini bertujuan mengali perbedaan dan persamaan karakteristik epistemologi barat dan epistemologi timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan melakukan kajian terhadap pustaka dan literatur, baik dalam bentuk buku, jurnal maupun dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertama, karakteristik epistemology barat meliputi: [1] pendekatan pengetahuan didasarkan pada rasionalitas dan pengalaman indrawi, [2] pengetahuan yang didapatkan bersifat objektif dan analitis, [3] hubungan dengan agama bersifat terpisah, dan [4] validitas pengetahuan diperoleh melalui correspondence theory of truth (kebenaran korespondensi), coherence theory of truth (kebenaran koherensi) dan pragmatic theory of truth (kebenaran pragmatis); kedua, karakteristik epistemologi timur meliputi: [1] pendekatan terhadap pengetahuan didasarkan pada aspek intuisi; [2] pengetahuan yang didapatkan bersifat subjektif dan sintesis; [3] hubungan dengan agama bersifat terkait, khususnya dalam relasi sebab akibat; dan [4] validitas pengetahuan diperoleh melalui consensus theory of truth (kebenaran konsensus) dan aletheia theory of truth (kebenaran penyingkapan/ pewahyuan); dan ketiga, epistemologi barat dan epistemologi timur memiliki kesamaan dalam beberapa hal, yaitu tentang [1] misteri pengetahuan dan kebenaran, [2] manusia sebagai subjek-objek pengetahuan dan kebenaran, dan [3] kebermanfaatan pengetahuan dan kebenaran.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa pertama, karakteristik epistemologi barat meliputi.[1] pendekatan terhadap pengetahuan didasarkan pada rasionalitas dan pengalaman indrawi.[2] pengetahuan yang didapatkan bersifat objektif dan analitis.dan [4] validitas pengetahuan diperoleh melalui correspondence theory of truth (kebenaran korespondensi), coherence theory of truth (kebenaran koherensi) dan pragmatic theory of truth (kebenaran pragmatis).[1] pendekatan terhadap pengetahuan didasarkan pada aspek intuisi.[2] pengetahuan yang didapatkan bersifat subjektif dan sintesis.[3] hubungan dengan agama bersifat terkait, khususnya dalam relasi sebab akibat.dan [4] validitas pengetahuan diperoleh melalui consensus theory of truth (kebenaran konsensus) dan aletheia theory of truth (kebenaran penyingkapan/ pewahyuan).Ketiga, selain memiliki perbedaan yang mendasar, epistemologi barat dan epistemologi timur memiliki kesamaan dalam beberapa hal, yaitu tentang misteri pengetahuan dan kebenaran, manusia sebagai subjek-objek pengetahuan dan kebenaran, dan kebermanfaatan pengetahuan dan kebenaran.Jadi, pengetahuan dan kebenaran yang diperoleh melalui perjumpaan epistemologi barat dan epistemologi timur didasarkan pada kebermanfaatan yang disepakati bersama (pragmatic – consensus theory of truth).
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif yang lebih mendalam tentang perbedaan dan persamaan epistemologi barat dan timur dalam konteks krisis ekologi. Studi ini dapat mengkaji bagaimana epistemologi barat dan timur masing-masing memberikan kontribusi dalam memahami dan mengatasi tantangan ekologi yang dihadapi manusia saat ini. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana kedua epistemologi tersebut dapat saling melengkapi dan bekerja sama dalam mencari solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan pemikiran dan praktik yang lebih holistik dalam menghadapi tantangan ekologi global.
- Mengelaborasi Sejarah Filsafat Barat dan Sumbangsih Pemikiran Para Tokohnya | Jurnal Pemikiran Islam.... jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/jpi/article/view/11378Mengelaborasi Sejarah Filsafat Barat dan Sumbangsih Pemikiran Para Tokohnya Jurnal Pemikiran Islam jurnal ar raniry ac index php jpi article view 11378
- Peranan Filsafat Ilmu Bagi Perkembangan Ilmu Pengetahuan | FALASIFA : Jurnal Studi Keislaman. peranan... doi.org/10.36835/falasifa.v9i1.112Peranan Filsafat Ilmu Bagi Perkembangan Ilmu Pengetahuan FALASIFA Jurnal Studi Keislaman peranan doi 10 36835 falasifa v9i1 112
- Konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Syiir Sun Ngawiti Karya Kiai Sa'dullah Majdi | Jurnal Penelitian... ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/jpa/article/view/5673Konsep Sangkan Paraning Dumadi dalam Syiir Sun Ngawiti Karya Kiai Sadullah Majdi Jurnal Penelitian ejournal uinsaizu ac index php jpa article view 5673
| File size | 305.23 KB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
FORMOSAPUBLISHERFORMOSAPUBLISHER Padahal gereja merupakan persekutuan mereka yang telah menerima anugerah Allah di dalam iman kepada Kristus. Dalam rangka menyatakan terang Kerajaan AllahPadahal gereja merupakan persekutuan mereka yang telah menerima anugerah Allah di dalam iman kepada Kristus. Dalam rangka menyatakan terang Kerajaan Allah
DWCUDWCU Oleh karena itu, studi ini menegaskan perlunya pertimbangan etis dan teologis yang mendalam dalam setiap upaya penegakan keadilan, khususnya dalam memastikanOleh karena itu, studi ini menegaskan perlunya pertimbangan etis dan teologis yang mendalam dalam setiap upaya penegakan keadilan, khususnya dalam memastikan
DWCUDWCU Melalui empat strategi penataan komunikasi digital oleh Budi Hardiman, diharapkan media sosial tidak hanya menjadi alat hiburan dan monetisasi, tetapiMelalui empat strategi penataan komunikasi digital oleh Budi Hardiman, diharapkan media sosial tidak hanya menjadi alat hiburan dan monetisasi, tetapi
DWCUDWCU Ini bisa semacam mengembangkan ungkapan ecclesia reformanda quia reformata atau biasa disebut ecclesia reformata semper reformanda yang berarti gerejaIni bisa semacam mengembangkan ungkapan ecclesia reformanda quia reformata atau biasa disebut ecclesia reformata semper reformanda yang berarti gereja
DWCUDWCU Buku ini menawarkan kebaruan gagasan Pendidikan Kristiani (selanjutnya ditulis PK) untuk formasi identitas kewarganegaraan yang dilakukan dengan basisBuku ini menawarkan kebaruan gagasan Pendidikan Kristiani (selanjutnya ditulis PK) untuk formasi identitas kewarganegaraan yang dilakukan dengan basis
UNPARUNPAR Pada siklus 1 persentase ketuntasan mengalami peningkatan yakni 60 persen dengan jumlah 19 siswa dan perolehan nilai rata-rata 72,44, yang kemudian dilanjutPada siklus 1 persentase ketuntasan mengalami peningkatan yakni 60 persen dengan jumlah 19 siswa dan perolehan nilai rata-rata 72,44, yang kemudian dilanjut
STTPDSTTPD Maksud Yesus menegemukakan ungkapan itu untuk menegaskan kepada setiap murid untuk menjadi contoh dan teladan, menjadi penasihat dan pembimbing. DemikianlahMaksud Yesus menegemukakan ungkapan itu untuk menegaskan kepada setiap murid untuk menjadi contoh dan teladan, menjadi penasihat dan pembimbing. Demikianlah
STTPDSTTPD Pernyataan bahwa sepersepuluh penghasilan orang percaya adalah hak atau milik Tuhan adalah benar, namun perlu disadari bahwa seluruhnya yang dimiliki orangPernyataan bahwa sepersepuluh penghasilan orang percaya adalah hak atau milik Tuhan adalah benar, namun perlu disadari bahwa seluruhnya yang dimiliki orang
Useful /
PPLPPL Tidak hanya Homestay menjadi alternatif akomodasi yang menawarkan kenyamanan, juga pengalaman autentik tetapi berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat,Tidak hanya Homestay menjadi alternatif akomodasi yang menawarkan kenyamanan, juga pengalaman autentik tetapi berinteraksi langsung dengan masyarakat setempat,
DWCUDWCU Tidak hanya itu, dalam hal ini juga terlihat bahwa media seringkali masih memanfaatkan dan memperlakukan perempuan sebagai objek eksploitasi. Kisah tragisTidak hanya itu, dalam hal ini juga terlihat bahwa media seringkali masih memanfaatkan dan memperlakukan perempuan sebagai objek eksploitasi. Kisah tragis
UNIPMAUNIPMA Implementasi pendidikan karakter di Pondok Pesantren Minhajut Thullab mengintegrasikan nilai akhlaq Karimah dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, menghasilkanImplementasi pendidikan karakter di Pondok Pesantren Minhajut Thullab mengintegrasikan nilai akhlaq Karimah dengan ilmu pengetahuan dan teknologi, menghasilkan
UNIPMAUNIPMA Subjek penelitian ini adalah 4 orang siswa kelas VII. i yang terdiri dari 2 orang dari masing-masing gaya kognitif. Pengumpulan data dilakukan dengan caraSubjek penelitian ini adalah 4 orang siswa kelas VII. i yang terdiri dari 2 orang dari masing-masing gaya kognitif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara