UNIPASBYUNIPASBY

Buana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan MatematikaBuana Matematika : Jurnal Ilmiah Matematika dan Pendidikan Matematika

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitataif yang bertujuan mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah Polya siswa ditinjau dari gaya belajar Kolb dan self efficacy serta mengidentifikasi kesulitan yang dialami siswa. Subjek penelitian terdiri dari 14 siswa kelas X TKJ 2 SMK Gondang. Data dikumpulkan melalui tes, angket, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan pemecahan masalah siswa secara rata-rata masih tergolong rendah. Namun, siswa dengan gaya belajar diverger dan self efficacy tinggi mampu menyelesaikan setiap langkah pemecahan masalah Polya dengan baik. Adapun kesulitan yang dialami siswa terlihat pada setiap langkah. Pada langkah memahami masalah, siswa kurang teliti membaca soal. Pada langkah membuat rencana, siswa kesulitan menentukan letak sudut pada gambar. Pada langkah melaksanakan rencana, siswa mengalami kesulitan menentukan sisi segitiga siku-siku, belum menguasai sudut istimewa trigonometri, dan kesulitan menghitung bentuk akar. Pada langkah memeriksa kembali, siswa tidak terbiasa menuliskan kesimpulan. Oleh karena itu, pembelajaran perlu menekankan pada langkah Polya, penguatan konsep dasar, serta penyesuaian strategi dengan gaya belajar dan self efficacy siswa.

Analisis menunjukkan kemampuan pemecahan masalah siswa secara umum masih rendah, terutama pada langkah melaksanakan rencana dan memeriksa kembali, dengan pengecualian pada siswa dengan gaya belajar diverger dan self‑efficacy tinggi yang mampu menyelesaikan semua tahapan Polya dengan baik.Kesulitan utama siswa meliputi kurang teliti dalam memahami soal, kesulitan menentukan sudut dan sisi segitiga, serta tidak terbiasa menuliskan kesimpulan.Oleh karena itu, pembelajaran perlu menekankan penguatan konsep dasar, latihan langkah Polya, dan penyesuaian strategi sesuai gaya belajar serta meningkatkan self‑efficacy siswa.

Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah program intervensi yang secara khusus dirancang untuk meningkatkan self‑efficacy siswa dapat secara signifikan memperbaiki kemampuan mereka dalam melaksanakan dan memeriksa kembali langkah‑langkah Polya; desain eksperimen dengan kelompok kontrol dan pengukuran pra‑post dapat memberikan bukti kausal. Selain itu, diperlukan studi yang meneliti efektivitas penggunaan media digital interaktif, seperti simulasi geometrik berbasis augmented reality, dalam membantu siswa dengan berbagai gaya belajar (diverger, converger, assimilator, accommodator) memahami dan merencanakan solusi masalah, sehingga dapat diketahui apakah teknologi tersebut mengurangi kesulitan pada tahap menentukan sudut atau sisi segitiga. Terakhir, sebuah penelitian longitudinal yang mengikuti siswa dari kelas X hingga kelas XII dapat mengevaluasi perubahan kemampuan pemecahan masalah, gaya belajar, dan self‑efficacy seiring waktu, serta mengidentifikasi faktor‑faktor yang berkontribusi pada peningkatan atau penurunan performa, sehingga kebijakan kurikulum dapat disesuaikan secara lebih tepat. Untuk memperkaya temuan, pendekatan mixed‑methods dapat dipadukan guna menggali persepsi guru tentang strategi pengajaran yang paling efektif dalam mengintegrasikan langkah‑langkah Polya dengan karakteristik gaya belajar dan tingkat self‑efficacy masing‑masing siswa.

Read online
File size827.49 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test