UNTANUNTAN
Journal of English Language Teaching Innovations and Materials (Jeltim)Journal of English Language Teaching Innovations and Materials (Jeltim)Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki kebutuhan kurikulum, guru, dan siswa untuk buku pelajaran lintas budaya dengan menerapkan metode campuran. Enam siswa dan 42 guru dilibatkan sebagai responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumen dan kuesioner, yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Temuan menunjukkan bahwa kurikulum menerapkan pendekatan global-lokal dan kurikulum berbasis kompetensi. Guru mengalami budaya Inggris yang kaya dan berharap agar desain buku pelajaran mencakup nilai-nilai seperti perhatian yang lebih besar terhadap keterbukaan, fleksibilitas, kerendahan hati, dan rasa humor, serta perhatian yang lebih sedikit terhadap semangat petualangan. Mereka memilih bahan elektronik daripada non-elektronik dan lima topik. Selain itu, siswa mengalami pemahaman teks secara harfiah. Mereka juga berharap agar buku pelajaran mencakup konsep tentang budaya, bahan elektronik daripada non-elektronik, dan sumber belajar yang disusun secara berurutan, seperti artikel, video, poster, PPT, buku, dan lainnya (koran, majalah). Untuk menyimpulkan, penyelidikan tentang kebutuhan desain buku pelajaran lintas budaya menerapkan model analisis kebutuhan tripartit yang melibatkan kurikulum, guru, dan siswa, yang juga merupakan keunikan penelitian ini. Mereka berkontribusi dalam membentuk desain: pendekatan global dan lokal, kurikulum berbasis kompetensi, topikal dan berorientasi nilai, bahan yang berorientasi elektronik, dan sumber belajar yang beragam.
Model analisis kebutuhan tripartit yang menyeluruh mencakup penilaian mendalam terhadap kurikulum, guru, dan siswa, berfungsi sebagai kerangka kerja dasar untuk pengembangan buku pelajaran yang inklusif secara budaya yang disesuaikan dengan konteks pendidikan tinggi.Temuan tentang kurikulum menunjukkan bahwa desain buku pelajaran ini berusaha untuk menyelaraskan nuansa budaya global dan lokal, dengan menarik wawasan dari Islam, bahasa Inggris, dan warisan khas Borneo.Selain itu, mengintegrasikan Kurikulum Berbasis Kompetensi (CBC) adalah hal yang tidak terpisahkan dalam merancang buku pelajaran yang memenuhi persyaratan tenaga kerja.Selanjutnya, guru dan siswa berkontribusi dalam desain, di mana guru memiliki pengalaman yang kaya dalam budaya Inggris, dan pengalaman siswa dalam memahami budaya Inggris menunjukkan pemahaman teks secara harfiah.Kedua pihak mengharapkan desain buku pelajaran yang berorientasi nilai, yaitu mencakup kualitas Kompetensi Lintas Budaya (CCC) seperti 7 nilai, yaitu keterbukaan, fleksibilitas, kerendahan hati, rasa humor, sensitivitas, perubahan positif, dan semangat petualangan.Guru juga mengharapkan desain yang berorientasi elektronik, seperti ebook, video, dan audio.Namun, buku-buku non-elektronik seperti buku, handout, dan gambar masih dapat dipertimbangkan sebagai alternatif.Unit pertama dan kedua membahas Mengenali Budaya Inggris dan Kompetensi Lintas Budaya.Unit selanjutnya adalah Mengenali Budaya Indonesia, Komunikasi Lintas Budaya, dan Konsep Budaya.Siswa mengharapkan buku pelajaran mencakup sumber belajar yang beragam, seperti artikel, video, poster, PPT, buku, dan lainnya (koran, majalah).
Berdasarkan temuan penelitian ini, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan: Pertama, perlu dilakukan penelitian naratif yang lebih mendalam tentang budaya lokal, khususnya budaya Borneo, untuk mengungkapkan lebih banyak aspek budaya yang dapat menjadi objek penelitian. Penelitian naratif dapat mencakup berbagai bentuk budaya lisan, seperti dongeng, cerita rakyat, dan pantun. Selain itu, penelitian dapat berfokus pada aspek budaya lainnya seperti makanan, kerajinan, lagu, tarian, dan pakaian. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan metode pembelajaran yang efektif dalam memahami budaya lintas negara, terutama dalam konteks pendidikan tinggi Islam. Penelitian ini dapat mengeksplorasi strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang budaya lintas negara dan membantu mereka mengelola perbedaan budaya dengan lebih baik. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis lebih lanjut tentang bagaimana kurikulum berbasis kompetensi dapat diterapkan dalam konteks pendidikan tinggi Islam dan bagaimana hal itu dapat membantu mempersiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja yang semakin global dan dinamis.
| File size | 546.5 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
UNTANUNTAN Untuk evaluasi, 37 mahasiswa universitas diminta membaca buku secara mandiri selama satu bulan. Setelah membaca tiap bab, mereka menjawab lima pertanyaanUntuk evaluasi, 37 mahasiswa universitas diminta membaca buku secara mandiri selama satu bulan. Setelah membaca tiap bab, mereka menjawab lima pertanyaan
UNTANUNTAN Komitmen terhadap responsivitas dan inovasi, melalui penggabungan elemen pembelajaran multimodal dengan metodologi berbasis proyek, sangat penting untukKomitmen terhadap responsivitas dan inovasi, melalui penggabungan elemen pembelajaran multimodal dengan metodologi berbasis proyek, sangat penting untuk
UNTANUNTAN Jumlah responden yang lebih besar di Sabah juga harus dipertimbangkan untuk penelitian lebih lanjut untuk menentukan seberapa siap guru bahasa InggrisJumlah responden yang lebih besar di Sabah juga harus dipertimbangkan untuk penelitian lebih lanjut untuk menentukan seberapa siap guru bahasa Inggris
UNDIKMAUNDIKMA Metode dalam penelitian ini menggunakan pengambilan sampel secara acak dan lokasi ditentukan berdasarkan purposive sampling dengan pertimbangan untuk menganalisisMetode dalam penelitian ini menggunakan pengambilan sampel secara acak dan lokasi ditentukan berdasarkan purposive sampling dengan pertimbangan untuk menganalisis
UNIPASBYUNIPASBY Kesulitan utama siswa meliputi kurang teliti dalam memahami soal, kesulitan menentukan sudut dan sisi segitiga, serta tidak terbiasa menuliskan kesimpulan.Kesulitan utama siswa meliputi kurang teliti dalam memahami soal, kesulitan menentukan sudut dan sisi segitiga, serta tidak terbiasa menuliskan kesimpulan.
UNIPASBYUNIPASBY Pendekatan etnomatematika menjadi solusi yang relevan karena mampu mengaitkan konsep matematika dengan budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat. SalahPendekatan etnomatematika menjadi solusi yang relevan karena mampu mengaitkan konsep matematika dengan budaya dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah
JURNALP4IJURNALP4I Namun, berbagai penelitian sebelumnya masih cenderung mengkaji inovasi digital, media pembelajaran, perkembangan peserta didik, dan self-control secaraNamun, berbagai penelitian sebelumnya masih cenderung mengkaji inovasi digital, media pembelajaran, perkembangan peserta didik, dan self-control secara
UINFASBENGKULUUINFASBENGKULU Strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan kualitas ibadah dan membentuk karakter religius peserta didik melibatkan pendekatan holistikStrategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam meningkatkan kualitas ibadah dan membentuk karakter religius peserta didik melibatkan pendekatan holistik
Useful /
UNIPASBYUNIPASBY Secara terpisah, integral fluks permukaan melalui bola berjari‑jari 12 juga menghasilkan nilai 6912π. Kesetaraan kedua nilai tersebut memverifikasiSecara terpisah, integral fluks permukaan melalui bola berjari‑jari 12 juga menghasilkan nilai 6912π. Kesetaraan kedua nilai tersebut memverifikasi
UNIPASBYUNIPASBY Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa variasi bermain memiliki efek positif yang signifikan terhadap pengembangan kemampuan gerak dasar motorik anakKesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa variasi bermain memiliki efek positif yang signifikan terhadap pengembangan kemampuan gerak dasar motorik anak
JURNALALKHAIRATJURNALALKHAIRAT Studi ini merekonstruksi pendidikan inklusif sebagai proyek demokratis, budaya, dan humanistik melalui Critical Interpretive Synthesis (CIS) terhadap 111Studi ini merekonstruksi pendidikan inklusif sebagai proyek demokratis, budaya, dan humanistik melalui Critical Interpretive Synthesis (CIS) terhadap 111
UnijoyoUnijoyo Sebagian besar industri di Indonesia mengalami tingkat turnover di atas 10 %. Gen Z seringkali merasa tidak puas dengan pekerjaan mereka, dengan 22 %Sebagian besar industri di Indonesia mengalami tingkat turnover di atas 10 %. Gen Z seringkali merasa tidak puas dengan pekerjaan mereka, dengan 22 %