IAIN PALOPOIAIN PALOPO

Palita: Journal of Social Religion ResearchPalita: Journal of Social Religion Research

Tradisi seserahan dalam masyarakat Muslim Indonesia merupakan bagian penting dari prosesi pra-nikah yang mengandung makna simbolik, moral, dan spiritual. Namun, dalam praktik kontemporer, seserahan kerap mengalami pergeseran makna menjadi ajang prestise, konsumsi, dan penegasan status sosial, sehingga nilai religiusnya semakin kabur. Penelitian ini bertujuan untuk mereinterpretasi tradisi seserahan melalui perspektif tauhid dan maqāṣid al-syarīah, serta mengkaji sejauh mana tradisi tersebut masih selaras dengan prinsip maslahah dalam kehidupan keluarga Muslim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berupa systematic literature review terhadap 20 publikasi ilmiah yang terbit pada tahun 2021–2025 dan relevan dengan tema perkawinan, tradisi pra-nikah, hukum Islam, dan maqāṣid al-syarīah. Data dianalisis secara tematik dengan menggunakan dua parameter analisis, yaitu tauhid sebagai kerangka spiritual-teologis dan lima tujuan pokok maqāṣid al-syarīah: hifzh ad-dīn, hifzh an-nafs, hifzh al-aql, hifzh an-nasl, dan hifzh al-māl. Hasil kajian menunjukkan bahwa seserahan dapat merepresentasikan nilai-nilai Islam dan mendukung terwujudnya tujuan-tujuan syariah apabila dimaknai secara proporsional, etis, dan berorientasi ibadah. Di sisi lain, literatur juga menunjukkan adanya pergeseran makna dalam masyarakat modern, ketika seserahan lebih banyak dibentuk oleh materialisme dan tekanan sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi makna seserahan berbasis tauhid dan maqāṣid al-syarīah diperlukan agar tradisi ini kembali berfungsi sebagai media pendidikan moral, komitmen spiritual, dan pembentukan keluarga sakinah.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa tradisi seserahan di masyarakat Muslim Indonesia mengandung nilai-nilai spiritual dan etika yang penting ketika dimaknai dalam kerangka tauhid dan maqāṣid al-syarīah.Namun, dalam praktik kontemporer, tradisi ini seringkali mengalami pergeseran makna menjadi ajang prestise dan konsumsi, yang mengaburkan nilai-nilai religiusnya.Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan rekonstruksi makna seserahan agar kembali berfungsi sebagai media pendidikan moral, komitmen spiritual, dan pembentukan keluarga sakinah yang selaras dengan prinsip maslahah dalam kehidupan keluarga Muslim.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi kualitatif mendalam tentang praktik seserahan di berbagai komunitas Muslim di Indonesia, dengan fokus pada bagaimana tradisi ini dimaknai dan dipraktikkan dalam konteks sosial dan budaya yang berbeda. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana nilai-nilai tauhid dan maqāṣid al-syarīah dapat diintegrasikan dalam praktik seserahan secara lebih efektif, serta bagaimana tradisi ini dapat menjadi media pendidikan moral dan spiritual bagi generasi muda. Selain itu, penelitian juga dapat mengeksplorasi bagaimana seserahan dapat menjadi sarana untuk memperkuat ikatan sosial dan keluarga, serta bagaimana tradisi ini dapat disesuaikan dengan perubahan sosial dan budaya yang terjadi di masyarakat modern.

  1. Emergence of Digital Matrimony: Exploring Islamic Legal Responses to Metaverse Marriages | Journal of... doi.org/10.32350/jitc.142.15Emergence of Digital Matrimony Exploring Islamic Legal Responses to Metaverse Marriages Journal of doi 10 32350 jitc 142 15
Read online
File size298.78 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test