UBTUBT

Elektrika BorneoElektrika Borneo

Penelitian ini bertujuan meramalkan penjualan listrik rumah tangga prabayar di PLN UP3 Balikpapan menggunakan model Vector Autoregressive Moving Average with Exogenous Variables (VARMAX) dengan variabel endogen penjualan (kWh) dan jumlah pelanggan, serta variabel eksogen suhu, PDRB, dan inflasi. Fokus penelitian pada segmen prabayar karena pertumbuhannya yang pesat dan mendominasi populasi pelanggan rumah tangga. Data bulanan periode 2020–2024 dianalisis melalui uji stasioneritas, identifikasi lag optimal, estimasi parameter, dan diagnostik residual. Hasil identifikasi membandingkan beberapa spesifikasi model, di mana VARMAX(1,0,1) dengan lag eksogen p=1, q=0, dan s=1 dipilih sebagai model terbaik karena memiliki nilai AIC/SC terendah yang memenuhi syarat uji stabilitas serta bersifat white noise. Hasil peramalan penjualan didapatkan untuk periode 2025–2028 yang menunjukkan tren meningkat secara konsisten, penjualan diproyeksikan naik dari 570,96 juta kWh menjadi 737,38 juta kWh atau bertumbuh 29,1% dan CAGR 8,9%. Dalam analisis ini juga menunjukkan bahwa pertumbuhan pelanggan berpengaruh signifikan terhadap penjualan pada lag-1, sementara faktor makroekonomi seperti PDRB dan inflasi terbukti signifikan, sementara suhu berperan sebagai faktor musiman jangka pendek. Temuan ini menegaskan bahwa VARMAX relevan digunakan sebagai alat prediktif untuk mendukung perencanaan energi, penyusunan RKAP, serta strategi manajerial berbasis data di PLN.

Berdasarkan hasil estimasi model VARMAX, uji diagnostik, serta analisis dinamis (IRF/FEVD) dan evaluasi akurasi peramalan, diperoleh kesimpulan penelitian sebagai berikut.Terdapat hubungan kuat dan dua arah antara jumlah pelanggan dan penjualan.Uji Granger menunjukkan lag-1 Pelanggan → Penjualan signifikan pada (p=0,0002).estimasi VARMAX(1,0,1) memberi koefisien Pelangganₜ₋₁ positif dan hampir signifikan (p=0,069).shock pelanggan negatif di awal lalu berbalik positif dalam jangka panjang, sementara kenaikan penjualan juga mendorong pertumbuhan pelanggan.Implikasinya, pertumbuhan basis pelanggan merupakan pendorong utama peningkatan penjualan listrik prabayar.Hasil heatmap korelasi menunjukkan bahwa variabel eksogen terhadap penjualan rumah tangga prabayar dipengaruhi faktor makro.Hal ini menunjukkan bahwa penjualan listrik rumah tangga prabayar lebih dipengaruhi oleh faktor makroekonomi, khususnya PDRB dan inflasi, sementara suhu berperan sebagai faktor musiman jangka pendek.Proyeksi hingga 2028 menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten.Penjualan energi meningkat dari 570,96 juta kWh tahun 2025 menjadi 737,38 juta kWh pada tahun 2028 atau tumbuh 29,1%, sedangkan jumlah pelanggan bertambah dari 298.044 pada tahun 2028 atau tumbuh 24,0%.Hasil ini menegaskan relevansi model VARMAX sebagai alat prediktif untuk mendukung perencanaan energi dan strategi manajerial di PLN.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan analisis sensitivitas terhadap variabel-variabel eksogen seperti suhu, PDRB, dan inflasi untuk memahami bagaimana perubahan nilai-nilai ini dapat mempengaruhi hasil peramalan. Selain itu, dapat dilakukan studi komparatif dengan model-model peramalan lainnya untuk mengevaluasi keunggulan dan kelemahan model VARMAX dalam konteks ini. Terakhir, penelitian dapat diekspansi dengan memasukkan variabel-variabel eksternal lainnya yang mungkin berpengaruh terhadap penjualan energi listrik prabayar, seperti perubahan kebijakan pemerintah atau tren teknologi.

Read online
File size1.02 MB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test