INSURIPONOROGOINSURIPONOROGO

Al-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan KeagamaanAl-Adabiya: Jurnal Kebudayaan dan Keagamaan

Penelitian ini merupakan survei mengenai penggunaan dan pemahaman arkais pada pronomina pribadi serta akhiran verba dalam King James Bible (KJV) di kalangan pendeta dan jemaat gereja terpilih di wilayah metropolitan Ijebu‑Ode, Provinsi Ogun, Nigeria. Metode survei diterapkan dengan 40 responden yang dipilih secara acak sederhana serta 10 rekaman homili/liturgi yang diambil dari gereja‑gereja yang mewakili dua blok denominasi utama (Pentekostal dan Protestan) yang menggunakan KJV. Kuesioner menjadi instrumen utama untuk memperoleh data demografis dan persepsi responden, sementara transkripsi rekaman berfungsi sebagai instrumen pendukung; data kemudian dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arkais dalam KJV masih digunakan dalam berbagai platform gereja, namun mayoritas jemaat kurang memahami nilai leksikosemantik dan gramatikalnya, sehingga disarankan agar pendeta melakukan penyelidikan mendalam mengenai arkais KJV dan manfaatnya serta mengedukasi umatnya secara lebih komprehensif.

Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan KJV lebih didorong oleh tradisi dibandingkan keunggulan komparatif terhadap terjemahan bahasa Inggris lainnya, serta bahwa jemaat cenderung menghormati atau menyukai pendeta yang mengutip KJV.Mempertahankan pronomina pribadi dan akhiran verba arkais dalam KJV tidak dianggap keputusan bijak oleh penerjemah karena unsur arkais tersebut menghambat pemahaman, meskipun para pendeta dan anggota gereja secara pribadi mempelajari bentuk‑bentuk tersebut.Arkais KJV, terutama yang dibacakan langsung dari Alkitab, muncul sangat sering (70%) dalam khotbah atau liturgi pendeta.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi bagaimana integrasi teknologi digital (misalnya aplikasi pembelajaran bahasa) dapat meningkatkan pemahaman jemaat terhadap arkais dalam KJV, sehingga mengurangi hambatan pemahaman sambil mempertahankan nilai historisnya; selanjutnya, studi komparatif antara KJV dan terjemahan modern seperti NKJV dapat menilai dampak perbedaan pronomina dan akhiran verba terhadap persepsi keilahian di antara berbagai kelompok denominasi, guna memberikan dasar empiris bagi kebijakan penggunaan terjemahan dalam ibadah; terakhir, penelitian kualitatif mendalam dapat meneliti persepsi dan pengalaman pastoral pendeta yang secara aktif mempelajari arkais KJV, untuk mengidentifikasi strategi pengajaran yang efektif dan mengukur pengaruhnya terhadap partisipasi serta pemahaman jemaat di konteks lokal.

Read online
File size554.79 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test