UBUB

Indonesian Journal of Disability StudiesIndonesian Journal of Disability Studies

Walaupun telah banyak penelitian mengenai kepuasan perjalanan dengan transportasi umum di berbagai negara, hanya sedikit yang memfokuskan pada kelompok inklusif, seperti penyandang disabilitas di Indonesia, yang sangat bergantung pada transportasi umum. Pemahaman tentang kepuasan perjalanan penyandang disabilitas dapat menjadi referensi penting untuk meningkatkan layanan transportasi umum yang memenuhi kebutuhan mobilitas mereka. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menentukan kepuasan perjalanan penyandang disabilitas terkait transportasi umum di Jakarta, dengan menggunakan skala pengukuran Satisfaction to Travel (STS) yang telah diterima secara luas. Skala ini telah banyak digunakan dalam studi transportasi untuk menilai kepuasan perjalanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyandang disabilitas mengalami tingkat kepuasan perjalanan yang tinggi ketika menggunakan transportasi umum, terkait variasi moda perjalanan dan durasi meskipun memiliki durasi perjalanan yang lebih lama. Temuan ini tidak hanya mengungkap tingkat kepuasan penyandang disabilitas terhadap transportasi umum, tetapi juga memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan layanan transportasi umum di Jakarta.

Penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan perjalanan memberikan wawasan baru tentang persepsi dan evaluasi penyandang disabilitas terhadap transportasi umum, dengan pengukuran STS memberikan gambaran holistik kesejahteraan mereka.Meskipun peserta menunjukkan frekuensi perjalanan yang aktif dan mengandalkan moda bus modern seperti TransJakarta serta layanan ojek online, tantangan berupa durasi perjalanan yang panjang dan fasilitas yang belum memadai tetap perlu diperbaiki.Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan dengan sampel yang lebih besar, melibatkan beragam jenis disabilitas, serta menelaah motivasi perjalanan untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.

Penelitian selanjutnya sebaiknya memperluas cakupan dengan menyelidiki kepuasan perjalanan penyandang disabilitas yang mencakup tipe disabilitas kognitif, intelektual, dan sensorik serta membandingkannya di beberapa kota metropolitan Indonesia untuk mengidentifikasi perbedaan regional dan faktor kontekstual; selanjutnya, penting untuk mengevaluasi pengaruh fitur infrastruktur spesifik seperti aksesibilitas halte, penyediaan informasi real‑time, dan layanan feeder pada tingkat kepuasan, menggunakan pendekatan campuran antara survei kuantitatif dan wawancara mendalam guna menangkap pengalaman pengguna secara detail; terakhir, penelitian dapat menelusuri peran motivasi perjalanan serta faktor psikologis sebagai mediator antara durasi perjalanan, variasi moda transportasi, dan kepuasan, sehingga dapat merumuskan model teoritis yang lebih komprehensif untuk kebijakan transportasi inklusif.

Read online
File size278.23 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test