PELITANUSAPELITANUSA

EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan PembelajaranEDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran

Budaya lokal sering menjadi wadah berkembangnya konsep-konsep ilmu pengetahuan, tercermin dalam praktik termasuk matematika. Salah satunya tradisional di masyarakat. Aktivitas sehari-hari yang dilakukan perdagangan mengandung unsur matematis yang kaya namun sering tidak disadari. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep matematika dalam aktivitas perdagangan tradisional kain tenun di Sukarara, Lombok Tengah khususnya pada penerapan konsep perbandingan, aritmatika sosial, dan prinsip ekonomi mikro yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini adalah menggunakan data hasil wawancara, observasi, dokumentasi dan kajian literatur. Hasil pada penelitian menunjukkan bahwa pada aktivitas perdagangan kain tenun di Sukarara ini melibatkan konsep perbandingan harga berdasarkan ukuran, motif, kualitas, dan lama pengerjaan kain tenun. Penggunaan aritmatika sosial dalam tawar menawar harga, dan pemberian diskon oleh penjual, serta penerapan konsep ekonomi mikro terkait dengan permintaan dan penawaran. Matematika telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari budaya perdagangan tradisional, dan dapat digunakan sebagai sumber pembelajaran matematika berbasis etnomatematika.

Penelitian ini menemukan bahwa perdagangan tradisional kain tenun di Desa Sukarara mengandung konsep matematika berupa perbandingan harga, aritmatika sosial, dan prinsip ekonomi mikro.Perbandingan harga dipengaruhi oleh bahan, motif, dan lama pengerjaan.aritmatika sosial terlihat dalam tawar‑menawar serta diskon 10%.dan ekonomi mikro diterapkan dalam mengelola permintaan serta penawaran terutama pada musim wisatawan.Temuan ini menegaskan bahwa matematika dapat dijadikan sumber pembelajaran etnomatematika yang kontekstual dan bermakna bagi peserta didik.

Penelitian lanjutan dapat menyelidiki cara mengintegrasikan konsep etnomatematika yang ditemukan dalam perdagangan kain tenun Sukarara ke dalam kurikulum matematika di sekolah dasar Lombok Tengah, dengan mengukur pengaruh pembelajaran berbasis budaya terhadap motivasi, pemahaman konsep, dan prestasi belajar siswa. Selanjutnya, studi komparatif antara desa Sukarara dan beberapa desa tenun lain di Nusa Tenggara Barat diperlukan untuk mengevaluasi perbedaan praktik matematika tradisional serta faktor sosio‑ekonomi yang memengaruhi variasi tersebut, sehingga dapat mengidentifikasi pola umum atau unik dalam etnomatematika lokal. Penelitian juga dapat mengembangkan model ekonomi mikro berbasis data lapangan yang memprediksi fluktuasi permintaan dan penawaran kain tenun selama musim wisata, guna memberikan rekomendasi strategi produksi dan pemasaran yang lebih responsif bagi pengrajin. Selain itu, percobaan dengan memanfaatkan teknologi digital, seperti aplikasi mobile yang mensimulasikan perbandingan harga, tawar‑menawar, dan pemberian diskon berdasarkan motif tenun, dapat diuji efektivitasnya dalam meningkatkan kemampuan aritmetika sosial masyarakat serta memperluas akses pasar. Akhirnya, penelitian tindakan kelas yang melibatkan guru matematika dan siswa dalam merancang proyek belajar berbasis etnomatematika dapat menilai dampak jangka panjang terhadap pemahaman konsep matematika dan pelestarian budaya lokal.

  1. KAJIAN ETNOMATEMATIKA PADA PEMBUATAN TENUN IKAT KABUPATEN SINTANG | Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran... jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/view/55986KAJIAN ETNOMATEMATIKA PADA PEMBUATAN TENUN IKAT KABUPATEN SINTANG Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran jurnal untan ac index php jpdpb article view 55986
Read online
File size517.37 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test