PELITANUSAPELITANUSA

EDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan PembelajaranEDUPEDIKA: Jurnal Studi Pendidikan dan Pembelajaran

Kerajinan gerabah Banyumulek merupakan warisan budaya yang tidak hanya bernilai estetika saja tetapi mengandung konsep-konsep matematika yang dapat dianalisis dan dimanfaatkan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan konsep matematika dalam pembuatan gerabah, mengidentifikasi konsep-konsep geometri yang terkandung dalam desain dan struktur gerabah, serta menjelaskan pemanfaatan etnomatematika dalam konteks kerajinan ini. Pendekatan etnomatematika digunakan untuk mengaitkan aspek budaya dengan pemahaman matematis, sehingga menghasilkan perspektif yang lebih kontekstual dan aplikatif bagi pendidikan matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep-konsep seperti geometri dan simetri ditemukan dalam berbagai bentuk gerabah Banyumulek. Selain itu, keterlibatan para pengrajin dalam praktik matematis secara tidak langsung memperkuat pentingnya pembelajaran berbasis budaya dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap matematika. Dengan demikian, integrasi etnomatematika dalam pendidikan dapat menjadi strategi yang efektif untuk menghubungkan aspek tradisional dan akademik guna memperkaya pengalaman belajar.

Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan kajian pustaka, dapat disimpulkan bahwa kerajinan gerabah Banyumulek mengandung nilai-nilai etnomatematika yang sangat kaya.Proses pembuatan gerabah tidak hanya menghasilkan artefak yang fungsional dan estetis, tetapi juga mencerminkan prinsip-prinsip matematis, khususnya dalam aspek geometri, proporsi, dan simetri.Konsep geometri terlihat dalam penggunaan berbagai bentuk bangun ruang, seperti kubus, limas segiempat, dan tabung, serta bangun datar seperti lingkaran, persegi, dan elips dalam desain gerabah.Simetri menjadi elemen penting dalam pembuatan gerabah, di mana pengrajin menjaga keseimbangan bentuk melalui teknik pemutaran dan pencetakan.Selain itu, kerajinan gerabah Banyumulek juga mengandung nilai budaya dan tradisi yang mendalam.Perubahan fungsi gerabah dari alat rumah tangga sehari-hari menjadi ornamen dan karya seni tidak menghilangkan identitas budaya masyarakat Banyumulek.Pengetahuan dan keterampilan dalam pembuatan gerabah diwariskan dari generasi ke generasi, menegaskan peran kerajinan ini dalam pelestarian warisan lokal.Oleh karena itu, gerabah Banyumulek bukan hanya sekadar produk kerajinan, tetapi juga merupakan representasi budaya.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi komparatif antara kerajinan gerabah Banyumulek dengan kerajinan gerabah dari daerah lain, seperti Bali atau Jawa, untuk menganalisis perbedaan dan kesamaan konsep matematika yang diterapkan dalam desain dan struktur gerabah. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi lebih lanjut konsep etnomatematika dalam kerajinan gerabah Banyumulek, khususnya dalam hal penerapan konsep-konsep matematika yang lebih kompleks, seperti topologi atau aljabar. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan metode pembelajaran matematika yang berbasis etnomatematika, dengan menggunakan kerajinan gerabah Banyumulek sebagai media pembelajaran, untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep matematika secara kontekstual dan aplikatif.

  1. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Etnomatematika Menara Kudus Menggunakan Adobe Flash Professional... doi.org/10.26877/imajiner.v2i1.5765Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Etnomatematika Menara Kudus Menggunakan Adobe Flash Professional doi 10 26877 imajiner v2i1 5765
Read online
File size352.84 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test