NASKAHACEHNASKAHACEH

Jurnal Pengabdian BangsaJurnal Pengabdian Bangsa

Tujuan layanan masyarakat ini adalah menentukan komposisi hasil tangkapan utama dan tangkapan sampingan dari jala gill net serta ukuran tangkapan. Layanan masyarakat ini dilaksanakan pada April 2023 di PPN Idie Rayeuk, Desa Matang Rayeuk Pedawa Puntong, Kabupaten Aceh Timur. Metode pengumpulan data menggunakan data primer (survei dan wawancara) yang mencakup jenis, kuantitas, ukuran, dan berat tangkapan jala gill net, serta data sekunder yang diperoleh dari buku referensi ilmiah, jurnal, tesis, dan disertasi. Analisis data yang digunakan meliputi analisis komposisi tangkapan dan analisis ukuran tangkapan. Hasil layanan masyarakat menunjukkan bahwa komposisi tangkapan utama pada jala dengan ukuran mesh 1¼ inci adalah ikan tembang, pada mesh 2 inci adalah ikan pita, dan pada mesh 3 inci adalah ikan kapasan/kerot‑kerot serta kwee. Tangkapan sampingan pada mesh 1¼ inci meliputi ikan biji nangka (Upeneus moluccensis), kurisi (Nempiterus hexodon), petek (Leiognathus equulus), ikan kuning (Atule mate), saurida (Saurida undosquamis), swanggi (Priacanthus hamrur), ikan bream (Psettodes erumei), parang‑parang (Chirocentrus dorab), tetengkek (Megalaspis cordyla), dan layur (Trichiurus sp. A). Pada mesh 2 inci, tangkapan sampingan meliputi ikan talang (Scomberoides tala), diles (Johnius carouna), petek (Leiognathus equulus), bulan‑bulan (Megalops cyprinoides), parang‑parang (Chirocentrus dorab), biji nangka (Upeneus moluccensis), kurisi (Nempiterus hexodon), kwee (Carangoides armatus), tetengkek (Megalaspis cordyla), gerot‑gerot (Pomadasys kaakan), kerong‑kerong (Terapon jarbua), dan alu‑alu (Sphyraena genie). Pada mesh 3 inci, tangkapan sampingan meliputi ikan kapasan/kerot‑kerot (Pomadasys argenteus), ikan talang (Scomberoides tala), petek (Leiognathus equulus), kuro (Polydactylus microstoma), diles (Johnius carouna), parang‑parang (Chirocentrus dorab), tenggiri (Scomberomorus commerson), kapas (Gerres filamentosus), dan tetengkek (Megalaspis cordyla). Tangkapan pada mesh 1¼ dan 2 inci dinyatakan belum layak untuk penangkapan, sedangkan mesh 3 inci dinyatakan layak untuk penangkapan.

Penelitian ini mengidentifikasi komposisi utama tangkapan pada jala gill net dengan ukuran mesh 1¼ inci (ikan tembang), 2 inci (ikan pita), dan 3 inci (ikan kapasan/kerot‑kerot serta kwee) beserta rata‑rata berat masing‑masing.Selain itu, komposisi tangkapan sampingan dan beratnya untuk tiap ukuran mesh juga dipaparkan, menunjukkan variasi jenis ikan yang tidak menjadi target utama.Hasil tersebut dapat dimanfaatkan oleh nelayan dan masyarakat pesisir untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi komunitas.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi variasi musiman komposisi tangkapan gill net di wilayah Matang Rayeuk serta desa‑desa sekitarnya, sehingga dapat mengidentifikasi faktor‑faktor temporal yang memengaruhi hasil tangkapan utama dan sampingan. Selanjutnya, diperlukan kajian ekologi tentang dampak tangkapan sampingan terhadap populasi spesies non‑target, termasuk analisis tingkat mortalitas dan potensi pemulihan, guna merumuskan strategi mitigasi yang berkelanjutan. Selain itu, penelitian pengembangan pedoman ukuran mesh yang optimal berdasarkan analisis biaya‑manfaat dapat diuji pada skala percobaan, dengan tujuan meningkatkan produktivitas nelayan sekaligus meminimalkan bycatch. Penelitian-penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan dasar ilmiah yang kuat bagi kebijakan pengelolaan perikanan lokal dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesisir. Metode yang dapat diterapkan meliputi survei lapangan terstruktur, pemantauan biologis, dan model simulasi ekosistem untuk menilai konsekuensi jangka panjang.

  1. UTILIZATION OF GILLNET CATCHES FISHERMEN OF MATANG RAYEUK VILLAGE, NUSANTARA FISHERY PORT, EAST ACEH... doi.org/10.61992/jpb.v3i2.105UTILIZATION OF GILLNET CATCHES FISHERMEN OF MATANG RAYEUK VILLAGE NUSANTARA FISHERY PORT EAST ACEH doi 10 61992 jpb v3i2 105
Read online
File size997.77 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test