NASKAHACEHNASKAHACEH

Jurnal Pengabdian BangsaJurnal Pengabdian Bangsa

Curah hujan dan suhu permukaan laut (SPL) saling terkait erat dalam sistem iklim global. Suhu permukaan laut memengaruhi curah hujan melalui evaporasi air, yang memainkan peran penting dalam pembentukan awan dan siklus hidrologi. Ketika suhu permukaan laut meningkat, evaporasi air juga meningkat, sehingga meningkatkan peluang terjadinya curah hujan di wilayah tertentu, terutama di daerah tropis. Sebaliknya, di wilayah dengan suhu permukaan laut yang lebih dingin, evaporasi berkurang, menghasilkan curah hujan yang lebih rendah. Magang ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai suhu permukaan laut dan curah hujan di perairan barat Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan pada Agustus-November 2024, bertempat di kantor Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda di Kuta Baro, Aceh Besar. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif, yaitu dengan mengumpulkan data SPL dan juga curah hujan. Data SPL diproses menggunakan GrADS hingga dapat memvisualisasikan peta. Sementara data curah hujan diambil dari data BMKG dan diproses menggunakan Excel. Hasil magang menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor penyebab curah hujan selain SPL, di setiap wilayah termasuk lintang, ketinggian, pola angin (angin pasat dan monsun), distribusi daratan dan perairan, serta gunung dan pegunungan tinggi. Faktor-faktor ini sangat memengaruhi variasi dan jenis curah hujan. Variasi curah hujan tahunan dipengaruhi oleh perilaku atmosfer global, siklon tropis, dan lainnya. Suhu laut yang hangat pada bulan April dan Mei meningkatkan kelembapan udara yang mendukung pembentukan hujan. Namun, curah hujan yang berfluktuasi menunjukkan bahwa SPL bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi curah hujan. Pada bulan Juni, meskipun SPL tetap tinggi, curah hujan berkurang drastis. Hal ini menunjukkan bahwa faktor-faktor lain, seperti lintang, pola angin, dan pengaruh atmosfer global, memainkan peran penting dalam variasi curah hujan.

Suhu laut yang hangat pada bulan April dan Mei memang meningkatkan kelembapan udara dan mendukung pembentukan hujan.Namun, fluktuasi curah hujan yang teramati menunjukkan bahwa suhu permukaan laut (SPL) bukanlah satu-satunya faktor penentu.pada bulan Juni, misalnya, curah hujan menurun drastis meskipun SPL tetap tinggi.Hal ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain seperti lintang, pola angin, dan pengaruh atmosfer global juga memainkan peran signifikan dalam variasi curah hujan.

Penelitian ini memberikan gambaran awal yang penting mengenai hubungan antara suhu permukaan laut (SPL) dan curah hujan di perairan barat Aceh. Untuk memperdalam pemahaman dan mengatasi keterbatasan studi deskriptif jangka pendek ini, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dieksplorasi. Pertama, akan sangat berharga untuk secara kuantitatif menganalisis bagaimana faktor-faktor lain, seperti pola angin lokal, variasi lintang, serta pengaruh fenomena atmosfer global (misalnya El Niño-Southern Oscillation atau Indian Ocean Dipole), berinteraksi dengan SPL dalam memengaruhi variasi dan intensitas curah hujan di wilayah tersebut. Sebuah model prediktif multivariat yang mengintegrasikan berbagai parameter ini dapat dikembangkan untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Kedua, mengingat bahwa penelitian ini hanya mencakup periode singkat, studi jangka panjang yang menganalisis data SPL dan curah hujan selama beberapa dekade akan sangat berguna. Ini akan memungkinkan identifikasi tren musiman, variabilitas antar-tahunan, dan potensi perubahan iklim yang mungkin tidak terlihat dalam observasi tiga bulan. Penelitian semacam ini dapat mengungkap pola-pola siklus atau anomali jangka panjang yang relevan untuk proyeksi iklim regional. Ketiga, untuk memahami lebih luas konteks regional, studi komparatif tentang hubungan SPL dan curah hujan di perairan barat Aceh dengan wilayah pesisir lain di Indonesia, yang memiliki karakteristik geografis dan oseanografis berbeda, bisa menjadi fokus menarik. Dengan membandingkan mekanisme lokal yang memoderasi dampak SPL terhadap curah hujan di berbagai lokasi, kita dapat memperoleh wawasan tentang keunikan interaksi laut-atmosfer di setiap daerah. Pendekatan ini akan membantu menyusun strategi mitigasi dan adaptasi iklim yang lebih tepat sasaran di seluruh kepulauan Indonesia.

  1. THE RELATIONSHIP OF SEA SURFACE TEMPERATURE (SST) TO RAINFALL IN THE WEST WATERS OF ACEH, INDONESIA |... jurnal.naskahaceh.co.id/index.php/jpb/article/view/205THE RELATIONSHIP OF SEA SURFACE TEMPERATURE SST TO RAINFALL IN THE WEST WATERS OF ACEH INDONESIA jurnal naskahaceh index php jpb article view 205
  2. Indonesian Rainfall Variability: Impacts of ENSO and Local Air–Sea Interaction... doi.org/10.1175/1520-0442(2003)016<1775:IRVIOE>2.0.CO;2Indonesian Rainfall Variability Impacts of ENSO and Local AiryEAyCAAyCAeSea Interaction doi 10 1175 1520 0442 2003 0162 0 CO 2
Read online
File size420.55 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test