SARI MUTIARASARI MUTIARA
JURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIKJURNAL MUTIARA ELEKTROMEDIKSalah satu prosedur medis yang umum dilakukan untuk menyelamatkan pasien adalah tranfusi darah. Suhu darah yang terlalu rendah atau tinggi dapat menimbulkan komplikasi medis, maka selama transfusi sangat penting untuk menjaga suhu darah pada tingkat yang tepat. Sehingga pada penelitian ini bertujuan untuk membantu mengatasi masalah dan mengembangkan kontrol temperatur pada alat blood infusion warmer berbasis mikrokontroler. Mikrokontroler merupakan pengendali utama karena dapat mempertahankan suhu darah pada rentang suhu yang aman (36-37 °C). Terdapat sensor suhu berfungsi untuk memantau suhu darah dan mengirim data ke mikrokontroler dan pemanas. Selanjutnya dalam mengoperasikan perangkat maka alat ini juga dilengkapi dengan antarmuka pengguna yang mudah dipahami. Pengujian mendapatkan bukti akurasi yang tinggi. Sehingga alat dapat mempertahankan suhu darah dalam batas yang diinginkan. Selanjutnya diharapkan alat ini dapat menjadi alternatif dalam membantu praktik medis secara efisien.
Simpulan yang diambil dari hasil perancangan alat Blood Infusion Warmer yang menggunakan mikrokontroler.Alat tersebut berhasil bekerja dengan baik sesuai dengan perencanaan dan tujuannya, yaitu menjaga suhu darah agar tetap stabil dan sesuai dengan suhu yang dibutuhkan oleh tubuh pasien selama proses transfusi darah.Mikrokontroler berperan sebagai pengontrol utama dalam mengatur suhu darah agar tetap berada pada tingkat yang aman bagi tubuh pasien.Selanjutnya bahwa alat ini memiliki tingkat akurasi sensor suhu yang sangat tinggi, dengan persentase keakuratan mencapai 98,97%.Hal ini menunjukkan bahwa alat ini dapat diandalkan dalam mengontrol suhu dengan presisi yang sangat baik, yang sangat penting dalam prosedur medis yang sensitif seperti transfusi darah.Terakhir, kesimpulan ketiga menyatakan bahwa dengan adanya alat ini, risiko hipotermia atau hipermtermia dapat diminimalkan.Sehingga meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pasien selama proses transfusi darah.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan pengembangan sistem kontrol suhu yang lebih canggih dengan menggunakan algoritma pengendalian suhu yang lebih kompleks, seperti PID (Proportional-Integral-Derivative) atau fuzzy logic. Selain itu, penelitian dapat fokus pada peningkatan akurasi sensor suhu dengan menggunakan sensor yang lebih sensitif atau mengkalibrasi ulang sensor yang ada. Terakhir, studi dapat dilakukan untuk mengeksplorasi penggunaan mikrokontroler yang lebih canggih atau sistem embedded untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi alat.
| File size | 439.43 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
NASKAHACEHNASKAHACEH Keberhasilan intervensi ini menegaskan pentingnya program pendidikan kesehatan di lingkungan universitas, yang dengan memberikan informasi akurat dan mendorongKeberhasilan intervensi ini menegaskan pentingnya program pendidikan kesehatan di lingkungan universitas, yang dengan memberikan informasi akurat dan mendorong
SARI MUTIARASARI MUTIARA Kedua, Arduino Uno efektif digunakan sebagai pengendali sistem monitoring tetesan infus.meskipun terdapat deviasi kecil dalam pembacaan, akurasi sistemKedua, Arduino Uno efektif digunakan sebagai pengendali sistem monitoring tetesan infus.meskipun terdapat deviasi kecil dalam pembacaan, akurasi sistem
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Ketika terjadi penerimaan atau pengeluaran uang, data dapat langsung dimasukkan ke komputer dan secara otomatis memengaruhi atau menambah data yang sudahKetika terjadi penerimaan atau pengeluaran uang, data dapat langsung dimasukkan ke komputer dan secara otomatis memengaruhi atau menambah data yang sudah
UWHSUWHS BI dengan usia 26 tahun yang merupakan seorang petani cengkeh. Pasien mengeluhkan nyeri tidak menjalar pada area post operasi, dan keram pada kedua kaki.BI dengan usia 26 tahun yang merupakan seorang petani cengkeh. Pasien mengeluhkan nyeri tidak menjalar pada area post operasi, dan keram pada kedua kaki.
UWHSUWHS Penelitian dijalankan selama 4 minggu dengan tiga kali latihan per minggu. Uji hipotesis I dan II dengan Paired Sample t‑test menghasilkan nilai p=0,000Penelitian dijalankan selama 4 minggu dengan tiga kali latihan per minggu. Uji hipotesis I dan II dengan Paired Sample t‑test menghasilkan nilai p=0,000
UWHSUWHS Alat pemeriksaan yang digunakan adalah goniometer untuk mengevaluasi lingkup gerak sendi, pitting edema rating scale untuk evaluasi edema, dan Visual AnalogueAlat pemeriksaan yang digunakan adalah goniometer untuk mengevaluasi lingkup gerak sendi, pitting edema rating scale untuk evaluasi edema, dan Visual Analogue
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Kadar leukosit diukur menggunakan hematologi analyzer. Hasil: PRC konvensional menunjukkan 30 kantong (100%) memiliki leukosit >1,2×10⁹/L, sedangkanKadar leukosit diukur menggunakan hematologi analyzer. Hasil: PRC konvensional menunjukkan 30 kantong (100%) memiliki leukosit >1,2×10⁹/L, sedangkan
JCEHJCEH Pelayanan transfusi darah merupakan upaya kesehatan yang memanfaatkan darah manusia sebagai bahan baku dengan tujuan kemanusiaan dan bukan untuk komersial.Pelayanan transfusi darah merupakan upaya kesehatan yang memanfaatkan darah manusia sebagai bahan baku dengan tujuan kemanusiaan dan bukan untuk komersial.
Useful /
NASKAHACEHNASKAHACEH Semua program dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar meskipun ada beberapa kendala, tetapi hal tersebut dapat diatasi. Kegiatan Program Pelayanan MasyarakatSemua program dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar meskipun ada beberapa kendala, tetapi hal tersebut dapat diatasi. Kegiatan Program Pelayanan Masyarakat
ISDIKKIERAHAISDIKKIERAHA Dalam prosesnya, guru harus membantu setiap kelompok secara intensif. Upaya meningkatkan kemampuan menulis dapat dilakukan dengan memanfaatkan produk budayaDalam prosesnya, guru harus membantu setiap kelompok secara intensif. Upaya meningkatkan kemampuan menulis dapat dilakukan dengan memanfaatkan produk budaya
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Pengeluaran hormon prolaktin diharapkan akan merangsang mammary alveoli untuk memproduksi ASI. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasiPengeluaran hormon prolaktin diharapkan akan merangsang mammary alveoli untuk memproduksi ASI. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian quasi
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Sampel dengan jumlah 60 pemulung. Analisis data menggunakan chi-squared test dan Regresi Logistik Berganda. 60 pemulung pada penelitian, sebanyak 40 (66,7%)Sampel dengan jumlah 60 pemulung. Analisis data menggunakan chi-squared test dan Regresi Logistik Berganda. 60 pemulung pada penelitian, sebanyak 40 (66,7%)