ITBMITBM

Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)Jurnal Riset Diwa Bahari (JRDB)

The Fringe scale sardinella is a small pelagic fish that plays a strategic role in capture fisheries in the Makassar Strait. Information on the relationship between dietary habits and the accumulation of the heavy metal mercury (Hg) in various fish sizes is still relatively limited. Mercury is known as a heavy metal that is toxic, persistent, and capable of biomagnification in the food chain, thus potentially posing a risk to human health. This study aims to analyze the relationship between dietary habits and body size of Fringe scale sardinella and mercury content in fish muscle tissue. The study was conducted using a descriptive analytical method with a survey approach. Fringe scale sardinella samples were grouped into three size classes: small, medium, and large. Dietary habits were analyzed through identification of stomach contents, while mercury content was analyzed in muscle tissue using the SNI: 2354.6.2016 method. The results of the study showed a shift in the feeding habits of Fringe scale sardinella as their size increased, from the dominance of phytoplankton and micro zooplankton at small sizes to larger zooplankton at medium and large sizes, which was followed by variations in mercury content between fish sizes. The lowest mercury content was found in small fish (0.2676 ± 0.008 mg/kg), increased in medium-sized fish (0.3536 ± 0.010 mg/kg) as the maximum accumulation phase, and decreased again in large fish (0.2996 ± 0.004 mg/kg), which indicates the role of growth dilution effects and physiological mechanisms of fish in controlling mercury accumulation. The feeding habits and body size of Fringe scale sardinella closely related to mercury accumulation patterns, thus becoming an important aspect in assessing the risk of mercury contamination in fish resources in the Makassar Strait waters.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ikan tembang di perairan Selat Makassar mengalami pergeseran kebiasaan makan seiring pertambahan ukuran tubuh, dari fitoplankton dan zooplankton mikro pada ukuran kecil hingga zooplankton yang lebih besar pada ukuran sedang dan besar.Kandungan logam berat merkuri bervariasi antar ukuran ikan, dengan konsentrasi terendah pada ikan kecil dan tertinggi pada ikan sedang, kemudian menurun pada ikan besar, yang mengindikasikan pengaruh efek pengenceran pertumbuhan dan mekanisme fisiologis ikan.Hasil penelitian ini penting untuk menilai risiko kontaminasi merkuri pada sumber daya ikan di Selat Makassar.

Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh faktor lingkungan seperti salinitas dan suhu perairan terhadap akumulasi merkuri pada ikan tembang. Selain itu, studi lebih mendalam mengenai mekanisme detoksifikasi merkuri pada ikan tembang, termasuk peran enzim dan protein pengikat logam, perlu dilakukan untuk memahami adaptasi fisiologis ikan terhadap paparan logam berat. Terakhir, penelitian yang melibatkan analisis rantai makanan yang lebih kompleks, termasuk predator ikan tembang, dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai transfer dan biomagnifikasi merkuri dalam ekosistem Selat Makassar. Penelitian-penelitian ini akan memberikan informasi penting untuk pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah tersebut, dengan mempertimbangkan dampak paparan logam berat pada biota laut dan manusia. Studi lebih lanjut juga dapat dilakukan dengan membandingkan tingkat akumulasi merkuri pada ikan tembang di berbagai lokasi di Selat Makassar, untuk mengidentifikasi area-area yang lebih rentan terhadap pencemaran logam berat dan merumuskan strategi mitigasi yang tepat.

Read online
File size615.1 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test