UNIPMAUNIPMA

Jurnal Penelitian LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) IKIP PGRI MADIUNJurnal Penelitian LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat) IKIP PGRI MADIUN

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman spesies makroinvertebrata dan kualitas air sungai di Madiun. Makroinvertebrata digunakan sebagai bioindikator. Hasil penelitian dapat dijadikan referensi bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air. Penelitian ini menggunakan biomonitoring dengan makroinvertebrata sebagai bioindikator. Teknik yang digunakan adalah purposive random sampling. Sampel diambil dari empat lokasi yang berbeda, yaitu bagian hulu, tengah, dan hilir sungai. Pengambilan sampel dilakukan setiap dua minggu selama dua bulan. Peneliti menggunakan Family Biotic Index (FBI) untuk menganalisis data yang didukung oleh parameter fisik dan kimia. Pada stasiun I ditemukan 150 spesies dengan FBI 6,58 yang menunjukkan kualitas air buruk dengan tingkat polusi tertinggi. Pada stasiun II ditemukan 279 spesies dengan FBI 6,49 yang menunjukkan kualitas air buruk dengan polusi tinggi. Pada stasiun III ditemukan 342 spesies dengan FBI 6,64 yang menunjukkan kualitas air buruk dengan polusi tinggi. Pada stasiun IV ditemukan 51 spesies dengan FBI 6,58 yang menunjukkan kualitas air buruk dengan polusi tinggi. Berdasarkan sampel makroinvertebrata yang diperoleh, ditemukan beberapa famili yang tahan terhadap pencemaran.

Makroinvertebrata dapat dijadikan bioindikator dalam biomonitoring Sungai Madiun, dan metode Family Biotic Index (FBI) efektif menentukan kualitas air pada keempat stasiun.Dari keempat stasiun, nilai FBI masing-masing berada pada rentang 6,49–6,82, mengindikasikan kualitas air buruk dengan tingkat pencemaran sangat banyak, dan spesies yang dominan adalah famili Thiaridae yang toleran terhadap pencemaran.Sebanyak 12 famili makroinvertebrata teridentifikasi, dengan distribusi paling banyak di stasiun III, diikuti I, II, dan IV.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi (1) bagaimana variasi komunitas makroinvertebrata berubah sepanjang tahun dengan memperluas frekuensi dan durasi sampling menjadi bulanan selama satu tahun penuh, sehingga dapat mengidentifikasi pola musiman serta fluktuasi temporer pada kualitas air Sungai Madiun, yang belum terjangkau dalam studi sebelumnya; (2) dapat diuji apakah penggunaan bioindikator tambahan seperti fitoplankton, alga mikroskopis, atau spesies ikan kecil meningkatkan sensitivitas deteksi pencemar dibandingkan hanya mengandalkan makroinvertebrata, dengan membandingkan hasil beberapa indeks biotik berbeda untuk menentukan kombinasi indikator yang paling responsif; (3) penting untuk meneliti bagaimana pengaruh penggunaan lahan di daerah hulu, tengah, dan hilir—misalnya pertanian, industri, dan pemukiman—terhadap nilai Family Biotic Index, melalui analisis spasial GIS yang mengaitkan data land‑use dengan tingkat pencemaran air, guna memahami kontribusi sumber pencemar spesifik. Penelitian‑penelitian tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman tentang dinamika ekosistem sungai, meningkatkan akurasi pemantauan kualitas air, serta menyediakan dasar ilmiah yang kuat bagi pembuatan kebijakan pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Read online
File size298.96 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test