SASTRA UNESSASTRA UNES

Jurnal Ilmiah Pendidikan ScholasticJurnal Ilmiah Pendidikan Scholastic

Penelitian ini membahas jenis-jenis dan fungsi code mixing yang ditemukan dalam acara Indonesias Next Top Model Cycle 3. Fokus penelitian adalah menganalisis code mixing yang digunakan oleh para model dan juri pada acara tersebut, dengan tujuan mengidentifikasi tipe dan fungsi code mixing yang paling sering dipakai, serta menganalisis alasan dan fungsi dari code mixing tertentu. Data yang digunakan terdiri dari 62 klausa yang mengandung code mixing, yang dianalisis menggunakan teori code mixing Hoffmann (1991) melalui metode penelitian kualitatif.

Penelitian ini menemukan bahwa penggunaan code mixing pada acara Indonesias Next Top Model Cycle 3 meliputi tiga jenis, yaitu intra‑sentential, intra‑lexical, dan perubahan pengucapan, dengan jenis intra‑sentential menjadi yang paling dominan.Terdapat tujuh fungsi code mixing yang teridentifikasi, dimana fungsi membicarakan topik tertentu merupakan yang paling sering muncul.Hasil temuan memberikan gambaran bahwa latar belakang pendidikan, pekerjaan, dan lingkungan model serta juri memengaruhi pemilihan dan penggunaan code mixing dalam komunikasi mereka.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji bagaimana pola code mixing berubah sepanjang seluruh musim Indonesias Next Top Model, dengan mengumpulkan data dari semua episode untuk menguji apakah frekuensi dan fungsi code mixing mengalami variasi seiring berjalannya kompetisi. Selanjutnya, studi perbandingan dapat dilakukan antara code mixing yang muncul dalam Indonesias Next Top Model dengan program realitas serupa di negara lain, guna mengidentifikasi faktor budaya yang memengaruhi pilihan bahasa dan fungsi yang dominan. Selain itu, pengaruh tingkat kompetensi bahasa peserta terhadap penggunaan code mixing dapat diteliti melalui pendekatan kuantitatif, misalnya dengan mengukur skor TOEFL atau tes bahasa lain dan menganalisis hubungan statistiknya dengan jenis dan fungsi code mixing yang dipakai. Penelitian juga dapat memperluas fokus pada interaksi antara juri dan model dengan memanfaatkan analisis wacana kritis untuk memahami bagaimana posisi sosial memediasi penggunaan code mixing. Akhirnya, penggunaan metode mixed‑methods yang menggabungkan analisis percakapan video dengan survei psikologis dapat memberikan gambaran lebih komprehensif tentang motivasi psikologis di balik code mixing dalam konteks kompetisi televisi.

Read online
File size426.91 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test