UNIFLORUNIFLOR

Lantern: Journal of Language and LiteratureLantern: Journal of Language and Literature

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui stereotipe tentang kecantikan, segala konsekuensi kualifikasi kecantikan secara profesional dan kamuflase kecantikan vital dari karakter Makiko yang digambarkan dalam novel Breasts and Eggs karya Mieko Kawakami melalui mitos kecantikan. Desain penelitian pada analisis ini adalah metode penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori beauty myth dari Naomi Wolf untuk menganalisis mitos kecantikan yang terjadi pada tokoh utama Makiko. Data tersebut berupa ucapan dan tindakan. Dalam penelitian ini data diambil dari kutipan berupa kata, frasa, kalimat, dan dialog. Hasil penelitian ini menujukan bahwa (1) karakter utama Makiko mengalami mitos kecantikan yang disebabkan oleh penilaian tentang kecantikan yang muncul terdapat tiga penilaian terhadap kecantikan, yaitu: fisik, mental dan keahlian (2) mitos kecantikan yang dialami oleh Makiko menciptakan persyaratan kecantikan profesional yang menyebabkan adanya konsekuensi dari persyaratan kecantikan profesional standar dalam dunia kerja, dari ke 6 konsekuensi yang ada didalam teori terdapat 5 konsekuensi di dalam analisis ini, yaitu: memperkuat standar ganda, membuat wanita miskin materi dan psikologi, melelahkan perempuan, membuat wanita terisolasi, dan menggunakan badan untuk menyampaikan peran ekonomi (3) dari konsekuensi dari persyaratan kecantikan profesional menciptakan kebohongan kecantikan vital.

Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa dalam novel Breasts and Eggs, terdapat tiga poin utama yang berkaitan dengan gambaran mitos kecantikan pada karakter utama, yaitu stereotipe mitos kecantikan, konsekuensi kualifikasi kecantikan profesional (PBQ), dan kebohongan kecantikan vital yang dialami oleh Makiko sebagai karakter utama.Pertama, stereotipe mitos kecantikan yang dialami Makiko meliputi aspek fisik, mental, dan keahlian.Kedua, konsekuensi kualifikasi kecantikan profesional yang dialami Makiko meliputi memperkuat standar ganda, membuat wanita miskin materi dan psikologi, melelahkan perempuan, membuat wanita terisolasi, dan menggunakan tubuh untuk menyampaikan peran ekonomi.Ketiga, kebohongan kecantikan vital yang dialami Makiko meliputi kecantikan sebagai kualifikasi legal dalam kekuasaan wanita, wanita cantik melalui kerja keras dan usaha, serta kehidupan wanita sebagai aturan utama mitos kecantikan.Penulis berharap tulisan ini dapat bermanfaat untuk proses belajar dan menjadi motivasi bagi pembaca dalam mempelajari karya sastra, termasuk novel.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan analisis lebih mendalam tentang bagaimana mitos kecantikan mempengaruhi identitas dan kepercayaan diri wanita dalam novel Breasts and Eggs. Selain itu, dapat juga diteliti bagaimana stereotipe kecantikan yang digambarkan dalam novel tersebut mencerminkan pandangan sosial dan budaya tentang kecantikan di Jepang. Selain itu, penelitian lanjutan dapat berfokus pada dampak konsekuensi kualifikasi kecantikan profesional terhadap kesehatan mental dan fisik wanita, serta bagaimana wanita dapat mengatasi dan melawan standar kecantikan yang tidak realistis. Penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang representasi kecantikan dalam sastra dan implikasinya dalam kehidupan nyata.

Read online
File size429.71 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test