UIMAUIMA

Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia MajuJurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia Maju

Pertumbuhan yang terhambat atau stunting merupakan salah satu masalah gizi yang dihadapi bayi di seluruh dunia saat ini. Dari 154 Balita Stunting di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu didapatkan 1 balita dengan TB (0,65 %), 56 balita dengan anemia (36,36 %), 10 balita dengan kecacingan (6,49 %), 1 balita dengan hasil SDIDTK tidak sesuai (0,64 %), 4 balita dengan jamban tidak sehat (2,59 %), dan 7 balita dengan diare berulang (4,54 %). Kemudian dari 154 Balita Stunting tersebut dilakukan Food Recall 24 Jam terhadap 53 balita stunting (sampling). Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Pulau Panggang. Jenis Pengabdian ini dilakukan berupa pemberdayaan kepada kader dengan menggunakan metode FGD (kuesioner), Promosi Kesehatan (ceramah, audiovisual) roleplay, diskusi, dan dokumentasi. Hasil pengabdian masyarakat menunjukkan besar pengetahuan responden sebesar 90 % dengan kategori baik,72 % dengan kategori cukup, dan 37 % dengan kategori kurang. Pengetahuan kader dikatakan baik. Kegiatan pengabdian berhasil meningkatkan kesadaran dan keterampilan kader secara signifikan. Rata-rata peningkatan kesadaran mencapai 50 poin persentase, sedangkan keterampilan meningkat rata-rata 47 poin persentase. Diharapkan pihak puskesmas dapat mengadakan pelatihan rutin mengenai konsep pemberian makan pada bayi dan balita untuk pencegahan stunting.

Kegiatan pengabdian masyarakat tentang konsep Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) untuk pencegahan stunting berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader melalui serangkaian aktivitas seperti pre-test, FGD, ceramah audiovisual, dan demonstrasi makanan berbahan lokal.Partisipasi aktif kader menunjukkan antusiasme tinggi dan kesadaran yang meningkat, sehingga mereka siap menjadi agen perubahan dalam edukasi PMBA di masyarakat.Diharapkan puskesmas setempat melaksanakan pelatihan rutin dan konsisten untuk memperkuat kemampuan kader dalam pencegahan stunting.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada tiga arah utama. Pertama, bagaimana pengaruh pelatihan PMBA yang diberikan kepada kader terhadap penurunan prevalensi stunting di wilayah Kepulauan Seribu dalam jangka panjang, misalnya melalui studi kohort selama dua sampai tiga tahun? Kedua, apakah penggunaan bahan pangan lokal seperti sukun sebagai bahan utama dalam MP‑ASI menghasilkan perbaikan status gizi balita yang lebih signifikan dibandingkan MP‑ASI komersial, sehingga perlu dilakukan uji coba terkontrol dengan kelompok pembanding? Ketiga, faktor apa saja yang menjadi hambatan bagi kader dalam menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh, dan bagaimana desain modul pelatihan berkelanjutan yang melibatkan pendekatan digital dapat meningkatkan kepercayaan diri serta retensi pengetahuan mereka? Dengan menjawab ketiga pertanyaan tersebut, hasil penelitian dapat menyediakan bukti empiris untuk memperkuat kebijakan kesehatan masyarakat, memperluas penggunaan pangan lokal, dan mengoptimalkan strategi pemberdayaan kader guna mengatasi stunting secara lebih efektif. Selain itu, evaluasi biaya–manfaat dari masing‑masing intervensi akan membantu menentukan strategi paling efisien bagi program pemerintah.

  1. Konsep Pemberian Makan Bayi dan Anak untuk Pencegahan Stunting: Infant and Young Child Feeding Concepts... journals.uima.ac.id/index.php/JLS1/article/view/4035Konsep Pemberian Makan Bayi dan Anak untuk Pencegahan Stunting Infant and Young Child Feeding Concepts journals uima ac index php JLS1 article view 4035
Read online
File size436.71 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test