JURNALFKIPUNTADJURNALFKIPUNTAD

Jurnal Akademika KimiaJurnal Akademika Kimia

Pemulihan mineral berharga dari bahan limbah secara efisien memerlukan optimasi parameter proses utama guna memaksimalkan efisiensi ekstraksi dan pemanfaatan sumber daya. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan kondisi ekstraksi optimal yang dipengaruhi oleh konsentrasi asam sulfat, temperatur, dan waktu pelindian. Studi ini menggunakan metode Taguchi dengan tiga faktor dan tiga tingkat: konsentrasi asam sulfat (H2SO4) sebesar 0,5 M, 1 M, dan 2 M; temperatur pada 30 °C, 60 °C, dan 95 °C; serta waktu pelindian selama 3 jam, 6 jam, dan 12 jam. Kondisi optimal yang diperoleh adalah temperatur 95 °C, waktu pelindian 6 jam, dan konsentrasi asam 2 M dengan nilai absorbansi 0,6820. Hasil tersebut menunjukkan bahwa metode Taguchi merupakan pendekatan yang efisien dan dapat diandalkan untuk mengoptimalkan parameter pelindian, sehingga berkontribusi pada pengembangan pemulihan mineral yang berkelanjutan dari bahan limbah.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, kondisi optimal adalah konsentrasi asam sulfat (H2SO4) 2 M, temperatur 95 °C, dan waktu pelindian 6 jam.Konsentrasi rata‑rata nikel yang tercapai sebesar 25,8621 ppm, dengan persentase pemulihan nikel sebesar 6,01 %.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti pengaruh penggunaan kombinasi asam sulfat dengan agen pengikat lain, seperti asam klorida atau asam nitrat, terhadap tingkat ekstraksi nikel pada laterit Morowali, sehingga dapat mengevaluasi apakah sinergi kimia tersebut dapat meningkatkan persentase pemulihan. Selain itu, studi eksperimental dengan variasi tekanan atmosfir, termasuk proses pelindian pada tekanan tinggi (High Pressure Acid Leaching), dapat diusulkan untuk menguji apakah peningkatan tekanan dapat mempercepat kinetika reaksi dan menghasilkan nilai pemulihan yang lebih tinggi dibandingkan proses pada tekanan atmosfer. Penelitian juga dapat mengembangkan model prediktif berbasis pembelajaran mesin yang memanfaatkan data Taguchi serta parameter tambahan seperti ukuran partikel dan rasio padatan‑cair, dengan tujuan memprediksi hasil ekstraksi nikel secara real‑time dan mengoptimalkan kondisi operasional secara adaptif. Sebagai langkah lanjutan, evaluasi dampak lingkungan dari penggunaan asam sulfat pada skala pilot, termasuk analisis limbah cair dan emisi gas, perlu dilakukan untuk memastikan keberlanjutan proses ekstraksi serta mengidentifikasi strategi mitigasi yang efektif. Akhirnya, penelitian interdisipliner yang menggabungkan analisis ekonomi biaya dengan hasil teknis dapat memberikan insight mengenai kelayakan komersial dari metode pelindian yang dioptimalkan, sehingga membantu pembuat kebijakan dalam merumuskan rekomendasi pengembangan industri nikel laterit di Indonesia.

Read online
File size471.34 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test