Q2LIIQ2LII
JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKATJURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKATDismenore atau nyeri haid merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang paling umum dialami oleh remaja putri, terutama pada masa sekolah menengah atas (SMA). Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan edukatif partisipatif untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang penanganan dismenore secara sehat dan mandiri. Dilaksanakan pada Selasa, 27 Mei 2025 di SMA Pembina Palembang, kegiatan ini melibatkan 25 siswi kelas X dan XI. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test untuk mengukur efektivitas edukasi. Sebelum penyuluhan, peserta mengisi pre-test berupa kuesioner pilihan ganda terkait pengertian, penyebab, gejala, dan penanganan dismenore secara non-farmakologis dan preventif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SMA Pembina pada tanggal 27 Mei 2025, dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi kesehatan tentang dismenore secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja putri. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 50,2 sebelum edukasi menjadi 79,6 setelah edukasi, serta hasil uji t berpasangan yang menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Edukasi yang diberikan dengan metode visual, diskusi kelompok, dan studi kasus terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai gejala, penyebab, dan penanganan dismenore. Oleh karena itu, kegiatan edukasi serupa disarankan untuk dilaksanakan secara berkala di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya promosi kesehatan reproduksi remaja.
Edukasi kesehatan tentang dismenore secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja putri.Peningkatan nilai rata‑rata pengetahuan dari 50,2 menjadi 79,6 terbukti melalui uji t berpasangan (p=0,000).Oleh karena itu, kegiatan edukasi serupa disarankan dilaksanakan secara berkala di sekolah sebagai upaya promosi kesehatan reproduksi remaja.
Bagaimana efektivitas media digital interaktif dibandingkan metode tradisional dalam meningkatkan pengetahuan dismenore di kalangan remaja secara signifikan?. Apakah frekuensi edukasi rutin, seperti bulanan, lebih efektif dalam mempertahankan pemahaman jangka panjang dibandingkan satu kali penyuluhan bagi remaja?. Bagaimana peran guru sekolah dalam menyiarkan praktik penanganan dismenore setelah edukasi memengaruhi perilaku remaja secara sosial?. Apakah aplikasi mobile berbasis gamifikasi dapat meningkatkan partisipasi remaja dalam modul edukasi dismenore secara aktif?. Seberapa besar motivasi internal remaja memengaruhi keberhasilan intervensi edukasi tentang dismenore dan praktik sehat?. Bagaimana metode evaluasi post-test dapat diperkaya dengan penilaian harian menggunakan aplikasi pembelajaran yang interaktif?. Apakah pengetahuan tentang pengobatan nonfarmakologis dapat mengurangi penggunaan obat sembuh sendiri di kalangan remaja?. Bagaimana platform online pengawasan kesehatan remaja dapat memperkuat pemahaman dismenore dan praktik sehat di lingkungan sekolah?. Seberapa efektif model peer educator dalam memotivasi remaja menontori gejala dismenore?. Apakah data longitudinal satu tahun setelah intervensi dapat menunjukkan perubahan perilaku dan kesehatan reproduksi secara signifikan?.
| File size | 277.93 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA Di atas responden yang memberikan MP-ASI, jumlah ibu bekerja dengan jenis yang tepat dalam pemberian MP-ASI sebanyak 16 (72,7%) dan jenis yang salah sebanyakDi atas responden yang memberikan MP-ASI, jumlah ibu bekerja dengan jenis yang tepat dalam pemberian MP-ASI sebanyak 16 (72,7%) dan jenis yang salah sebanyak
MITRAHUSADAMITRAHUSADA I, berupa intervensi pemberian terapi rendam air hangat kencur untuk mengurangi edema pada kaki pada masa kehamilan trimester III. Metode: Asuhan berkelanjutanI, berupa intervensi pemberian terapi rendam air hangat kencur untuk mengurangi edema pada kaki pada masa kehamilan trimester III. Metode: Asuhan berkelanjutan
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM Penurunan jumlah leukosit dan trombosit dapat menjadi indikator keparahan penyakit dan membantu diagnosis DHF. Penelitian observasional cross‑sectionalPenurunan jumlah leukosit dan trombosit dapat menjadi indikator keparahan penyakit dan membantu diagnosis DHF. Penelitian observasional cross‑sectional
PUBLINEPUBLINE Dengan memberikan pengetahuan yang memadai tentang pengelolaan dismenore, diharapkan remaja dapat menghadapi tantangan ini dengan lebih efektif dan percayaDengan memberikan pengetahuan yang memadai tentang pengelolaan dismenore, diharapkan remaja dapat menghadapi tantangan ini dengan lebih efektif dan percaya
Q2LIIQ2LII Amenore pasca persalinan merupakan kondisi alamiah yang terjadi pada ibu setelah melahirkan, di mana menstruasi belum kembali dalam jangka waktu tertentu.Amenore pasca persalinan merupakan kondisi alamiah yang terjadi pada ibu setelah melahirkan, di mana menstruasi belum kembali dalam jangka waktu tertentu.
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri akibat kurangnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang,Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan yang sering dialami oleh remaja putri akibat kurangnya asupan zat besi, pola makan yang tidak seimbang,
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Selain itu, sebagian besar (82%) remaja putri juga menunjukkan ketidakpatuhan dalam mengonsumsi TTD sesuai anjuran. Namun, setelah pelaksanaan kegiatanSelain itu, sebagian besar (82%) remaja putri juga menunjukkan ketidakpatuhan dalam mengonsumsi TTD sesuai anjuran. Namun, setelah pelaksanaan kegiatan
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Seluruh (100 %) peserta mampu mengetahui penyebab stunting dan cara pencegahannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa hasil PengetahuanSeluruh (100 %) peserta mampu mengetahui penyebab stunting dan cara pencegahannya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa hasil Pengetahuan
Useful /
UINSAIDUINSAID Temuan menunjukkan bahwa meskipun Controller Indonesia telah memperkuat praktik restoratif melalui regulasi sektoral dan diversifikasi bagi remaja, StundenTemuan menunjukkan bahwa meskipun Controller Indonesia telah memperkuat praktik restoratif melalui regulasi sektoral dan diversifikasi bagi remaja, Stunden
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Penelitian pengembangan ini mengadopsi model Borg & Gall yang disederhanakan dalam sepuluh tahap sistematis, mulai dari studi pendahuluan hingga diseminasi.Penelitian pengembangan ini mengadopsi model Borg & Gall yang disederhanakan dalam sepuluh tahap sistematis, mulai dari studi pendahuluan hingga diseminasi.
Q2LIIQ2LII Pengelolaan hipertensi dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis. Air kelapa muda dan biji chia merupakan alternatif alami yangPengelolaan hipertensi dapat dilakukan melalui pendekatan farmakologis dan nonfarmakologis. Air kelapa muda dan biji chia merupakan alternatif alami yang
LPPMDIANHUSADALPPMDIANHUSADA Pengetahuan baik peserta meningkat dari 9,1 % menjadi 22,7 %, sementara pengetahuan cukup meningkat dari 72,7 % menjadi 77,3 %. Peningkatan tersebutPengetahuan baik peserta meningkat dari 9,1 % menjadi 22,7 %, sementara pengetahuan cukup meningkat dari 72,7 % menjadi 77,3 %. Peningkatan tersebut