UINSAIDUINSAID
Academica : Journal of Multidisciplinary StudiesAcademica : Journal of Multidisciplinary StudiesTinjauan pustaka ini meneliti pelaksanaan keadilan restoratif sebagai instrumen kebijakan kriminil kontemporer, menelusuri pergeseran paradigma dari hukuman retributif ke penyembuhan relasional. Menggunakan literatur yang diterbitkan antara 2020 dan 2026, studi ini mensintesis dasar konseptual, kerangka regulasi, mekanisme operasional, dan hambatan implementasi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun Controller Indonesia telah memperkuat praktik restoratif melalui regulasi sektoral dan diversifikasi bagi remaja, Stunden fragmentation peraturan, ketimpangan sumber daya, serta budaya retributif yang mendalam menghambat penerapan yang konsisten. Bukti menunjukkan bahwa proses restoratif yang dipimpin dengan baik meningkatkan kepuasan korban, mengurangi beban pengadilan, dan mendorong akuntabilitas pelaku, namun keberhasilannya sangat tergantung pada partisipasi sukarela dan jaminan institusional. Kajian ini menegaskan perlunya reformasi terintegrasi berupa undang‑undang nasional yang komprehensif, pembangunan kapasitas berkelanjutan bagi mediator dan petugas keadilan, alokasi anggaran khusus, serta mekanisme pemantauan sistematis.
Keadilan restoratif menandai pergeseran paradigma kriminalitas ke penyembuhan relasional dan pemberdayaan korban, namun implementasinya masih terbatas oleh regulasi terfragmentasi, keterbatasan sumber daya, dan budaya retributif.Penerapan proses restoratif yang baik dapat meningkatkan kepuasan korban dan mengurangi beban pengadilan, namun hasilnya sangat tergantung pada partisipasi sukarela dan perlindungan institusional.Untuk mengoptimalkan potensi restoratif, perlu reformasi menyeluruh yang mencakup undang‑undang nasional komprehensif, pengembangan kapasitas mediator, pengalokasian anggaran khusus, dan mekanisme pemantauan guna menjamin konsistensi dan akuntabilitas.
Penelitian lebih lanjut dapat meninjau efektivitas program keadilan restoratif dalam menurunkan tingkat recidivisme bagi pelaku remaja di berbagai provinsi Indonesia, memakai metodologi campuran kuantitatif dan kualitatif. Selanjutnya, diteliti peran praktik budaya lokal seperti musyawarah dan mufakat dalam memengaruhi hasil restoratif, sehingga dapat dirancang modul pelatihan fasilitator yang adaptif terhadap konteks budaya. Akhirnya, dianalisis dampak promulgasi undang‑undang nasional terintegrasi keadilan restoratif terhadap konsistensi pelaksanaan dan kepuasan korban melalui studi kebijakan komparatif. Ketiga pertanyaan penelitian ini berfokus pada pengukuran outcome yang konkret dan relevan bagi pembuat kebijakan serta praktisi, sekaligus memperluas pemahaman teoritis tentang mekanisme internal dan eksternal dalam sistem keadilan restoratif.
- RESTORATIVE JUSTICE SEBAGAI SOLUSI MENGATASI OVERKAPASITAS LAPAS DI INDONESIA | Jurnal Locus Delicti.... doi.org/10.23887/jld.v3i2.1613RESTORATIVE JUSTICE SEBAGAI SOLUSI MENGATASI OVERKAPASITAS LAPAS DI INDONESIA Jurnal Locus Delicti doi 10 23887 jld v3i2 1613
- PENYELESAIAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DALAM PERSPEKTIF RESTORATIVE JUSTICE | Rabbani... ojs.uniska-bjm.ac.id/index.php/aldli/article/view/4322PENYELESAIAN TINDAK PIDANA KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA DALAM PERSPEKTIF RESTORATIVE JUSTICE Rabbani ojs uniska bjm ac index php aldli article view 4322
- Quo Vadis Keadilan Restoratif pada Perkara Tindak Pidana Kekerasan Seksual Pasca Undang-Undang Nomor... doi.org/10.58812/jhhws.v2i01.173Quo Vadis Keadilan Restoratif pada Perkara Tindak Pidana Kekerasan Seksual Pasca Undang Undang Nomor doi 10 58812 jhhws v2i01 173
- Bot Verification. bot verification verifying robot doi.org/10.47577/tssj.v50i1.9885Bot Verification bot verification verifying robot doi 10 47577 tssj v50i1 9885
| File size | 1.17 MB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
UINSAIDUINSAID Qanun Jināyah, regulations on Islamic financial institutions, and the organization of education serve as concrete examples of Qanun formulated with dueQanun Jināyah, regulations on Islamic financial institutions, and the organization of education serve as concrete examples of Qanun formulated with due
UINSAIDUINSAID The character of Walid is depicted as a figure who builds absolute authority by exploiting religious symbols and claims to secure the total obedience ofThe character of Walid is depicted as a figure who builds absolute authority by exploiting religious symbols and claims to secure the total obedience of
UINSAIDUINSAID Penelitian menunjukkan kredibilitas dibangun melalui sinyal keahlian profesional dan perilaku kepercayaan interpersonal, serta strategi komunikasi yangPenelitian menunjukkan kredibilitas dibangun melalui sinyal keahlian profesional dan perilaku kepercayaan interpersonal, serta strategi komunikasi yang
UINSAIDUINSAID Untuk penelitian selanjutnya, sampel dapat diperluas ke UMKM di semua sektor. Penelitian ini juga memiliki keterbatasan karena salah satu variabel (hubunganUntuk penelitian selanjutnya, sampel dapat diperluas ke UMKM di semua sektor. Penelitian ini juga memiliki keterbatasan karena salah satu variabel (hubungan
UINSAIDUINSAID Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap strategi pemasaran oleh koperasi syariah di Kota Klaten, penargetan segmen pasar, bisnis mereka yang masihBerdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap strategi pemasaran oleh koperasi syariah di Kota Klaten, penargetan segmen pasar, bisnis mereka yang masih
UM SURABAYAUM SURABAYA Penelitian ini berangkat dari persoalan adanya dugaan ketidaksesuaian antara fakta hukum yang terungkap di persidangan dengan kualifikasi jarimah dalamPenelitian ini berangkat dari persoalan adanya dugaan ketidaksesuaian antara fakta hukum yang terungkap di persidangan dengan kualifikasi jarimah dalam
UINSAIDUINSAID Pelaksanaan manajemen program literasi di MTs Negeri 1 Jepara telah diterapkan secara menyeluruh dan selaras dengan teori manajemen para ahli, mencakupPelaksanaan manajemen program literasi di MTs Negeri 1 Jepara telah diterapkan secara menyeluruh dan selaras dengan teori manajemen para ahli, mencakup
UNTAGUNTAG Kebutuhan intimasi merupakan kebutuhan untuk mulai mencari pasangan dan menjalin hubungan deep relationship dengan orang lain. Kebutuhan ini akan menjadiKebutuhan intimasi merupakan kebutuhan untuk mulai mencari pasangan dan menjalin hubungan deep relationship dengan orang lain. Kebutuhan ini akan menjadi
Useful /
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM Nilai rata‑rata retikulosit pada kelompok Epo adalah 0,64%, sementara pada kelompok non‑Epo adalah 1,49%. Hasil uji statistik T independen menunjukkanNilai rata‑rata retikulosit pada kelompok Epo adalah 0,64%, sementara pada kelompok non‑Epo adalah 1,49%. Hasil uji statistik T independen menunjukkan
UM SURABAYAUM SURABAYA Selain itu, restrukturisasi mencerminkan upaya menjaga kemaslahatan melalui perlindungan harta, jiwa, dan keberlangsungan nasabah dengan menerapkan kaidahSelain itu, restrukturisasi mencerminkan upaya menjaga kemaslahatan melalui perlindungan harta, jiwa, dan keberlangsungan nasabah dengan menerapkan kaidah
UM SURABAYAUM SURABAYA Meskipun aset kripto menawarkan peluang ekonomi, respons regulatif dan yuridis di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim masih bersifat terfragmentasi,Meskipun aset kripto menawarkan peluang ekonomi, respons regulatif dan yuridis di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim masih bersifat terfragmentasi,
UM SURABAYAUM SURABAYA Pengampunan pra-inkracht berpotensi menghentikan fungsi hakim, melemahkan mekanisme checks and balances, dan menurunkan kepercayaan publik terhadap lembagaPengampunan pra-inkracht berpotensi menghentikan fungsi hakim, melemahkan mekanisme checks and balances, dan menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga