UNRIUNRI

Jurnal Ilmu Ilmu KehutananJurnal Ilmu Ilmu Kehutanan

Hutan mangrove adalah ekosistem pesisir yang memainkan peran ekologis vital sebagai habitat bagi berbagai spesies satwa liar. Namun, tekanan antropogenik berpotensi mengurangi kualitas habitat dan keragaman satwa liar di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki keragaman satwa liar, khususnya burung dan reptil, serta menyediakan data dasar tentang keragaman satwa liar di ekosistem mangrove yang terfragmentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik Visual Encounter Survey (VES), dikombinasikan dengan jalur dan titik pengamatan, serta di-suplementasi dengan wawancara dengan warga setempat. Hasil penelitian menunjukkan adanya tiga spesies burung di kawasan Hutan Mangrove Telaga Wasti, yaitu Ardeola speciosa, Cyornis rufigastra, dan Rhipidura rufiventris, dengan indeks keragaman (H) <1,749, yang menunjukkan tingkat keragaman rendah. Kelompok reptil terdiri dari tujuh spesies, yaitu Laticauda colubrina, Sphenomorphus simus, Emoia caeruleocauda, Emoia astrocostata, Lemprolephis smaragdina, Eutropis multifasciatus, dan Varanus indicus, dengan indeks keragaman rendah (H < 1,088). Spesies Ardeola speciosa dan Eutropis multifasciatus adalah spesies dominan dalam kelompoknya masing-masing, dengan nilai kelimpahan relatif tertinggi. Rendahnya keragaman spesies burung dan reptil menunjukkan gangguan habitat akibat konversi kawasan hutan mangrove, penumpukan sampah, dan tingginya akses publik ke kawasan mangrove. Penelitian ini menyediakan data dasar tentang keragaman satwa liar dan menjadi dasar penting untuk pengelolaan mangrove berbasis ekosistem dan perencanaan konservasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok reptil memiliki tingkat keragaman dan kekayaan jenis yang lebih tinggi dibandingkan kelompok aves.Terdapat 10 spesies dengan total 93 individu yang teridentifikasi, yaitu 3 spesies aves dengan jumlah individu sebanyak 33 individu dan 7 jenis reptil sebanyak 60 individu.Tiga jenis burung pada kawasan Hutan Mangrove Telaga Wasti, yaitu Ardeola speciosa, Cyornis rufigastra, dan Rhipidura rufiventris didominasi oleh spesies Ardeola speciosa dengan kelimpahan relatif (KR) mencapai 39,4%.Sementara itu, satwa dari kelompok Reptil yang ditemukan adalah Laticauda colubrina, Sphenomorphus simus, Emoia caeruleocauda, Emoia astrocostata, Lemprolephis smaragdina, Eutropis multifasciatus, dan Varanus indicus didominasi oleh Eutropis multifasciatus dengan nilai KR 26,7%.Tiga faktor yang mempengaruhi keberadaan satwa liar pada kawasan mangrove ini adalah semakin berkurangnya luas hutan mangrove Telaga Wasti, banyaknya sampah yang menumpuk, dan terbukanya akses masyarakat yang sering mengambil hasil hutan kayu dan non-kayu.Hal ini didukung dengan nilai Indeks keanekaragaman (H) aves dan reptil sama-sama sedang, yaitu H = 1,749 dan H = 1,088, namun untuk nilai kekayaan jenis kelompok aves R=1,465 lebih tinggi daripada kelompok aves R=0,572.Nilai H pada kategori sedang menunjukkan bahwa ekosistem mangrove Telaga Wasti telah mengalami tekanan antropogenik yang berpotensi nyata dalam menurunkan fungsi habitat mangrove bagi satwa liar tetapi masing-masing spesies terdistribusi secara merata dan tidak terdapat dominansi satu spesies yang kuat.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi lebih mendalam tentang dampak konversi lahan dan penumpukan sampah terhadap keragaman satwa liar di kawasan mangrove. Selain itu, penelitian tentang strategi konservasi dan pengelolaan mangrove yang berkelanjutan dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. Penelitian ini dapat mencakup aspek-aspek seperti pengembangan metode pengendalian sampah, peningkatan partisipasi masyarakat dalam konservasi, dan implementasi praktik-praktik pengelolaan mangrove yang ramah lingkungan. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pelestarian ekosistem mangrove dan satwa liar yang bergantung padanya.

  1. Konservasi Hutan Mangrove dalam Upaya Perlindungan Terhadap Satwa Liar di Negeri Hukurila Kecamatan Leitimur... doi.org/10.54082/jippm.71Konservasi Hutan Mangrove dalam Upaya Perlindungan Terhadap Satwa Liar di Negeri Hukurila Kecamatan Leitimur doi 10 54082 jippm 71
  2. Diversity of fauna species in the mangrove ecosystem of Youtefa Bay Tourism Park, Papua, Indonesia |... smujo.id/biodiv/article/view/11622Diversity of fauna species in the mangrove ecosystem of Youtefa Bay Tourism Park Papua Indonesia smujo biodiv article view 11622
  3. Sampah Plastik di Perairan Pesisir dan Laut : Implikasi Kepada Ekosistem Pesisir Dki Jakarta | Jurnal... jurnal.drdjakarta.id/index.php/jurnalDRD/article/view/2Sampah Plastik di Perairan Pesisir dan Laut Implikasi Kepada Ekosistem Pesisir Dki Jakarta Jurnal jurnal drdjakarta index php jurnalDRD article view 2
  4. Bird community structure of small islands: a case study on the Pahawang Island, Lampung Province, Indonesia.... silvabalcanica.pensoft.net/article/56108Bird community structure of small islands a case study on the Pahawang Island Lampung Province AIndonesia silvabalcanica pensoft article 56108
Read online
File size850.23 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test