INSPIRINGINSPIRING

Contemporary Journal on Business and AccountingContemporary Journal on Business and Accounting

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis marketing-to-revenue ratio sebagai indikator dalam efisiensi relatif pengeluaran pemasaran pada tiga perusahaan ritel di Indonesia serta membandingkan rasio antar perusahaan berdasarkan perbedaan model bisnis. Desain/Metode/Pendekatan – Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus komparatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS) periode 2023-2025. Marketing-to-revenue ratio dihitung dengan menggunakan rumus marketing-to-revenue ratio dan analisis dilakukan secara deskriptif komparatif dengan membandingkan rasio antar perusahaan dan benchmark global. Temuan – Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat perbedaan marketing-to-revenue ratio antar ketiga perusahaan yang diteliti. AMRT memiliki nilai rasio rata-rata 17,05% dengan tren meningkat dan pertumbuhan pendapatn yang positif. MIDI memiliki rasio rata-rata 20,90% dengan tren fluktuatif dan pertumbuhan pendapatan yang positif sedangkan RALS memiliki rasio rata-rata 4,15% dengan tren menurun namun disertai penurunan pendapatan. Perbandingan dengan benchmark global industri ritel (7,1%), AMRT dan MIDI berada jauh di atas sedangkan RALS berada di bawahnya. Namun, posisi ini tidak dapat secara langsung dinyatakan sebagai efisien atau tidak tanpa mempertimbangkan tren pendapatan.

Analisis menunjukkan terdapat perbedaan marketing-to-revenue ratio di antara ketiga perusahaan ritel yang diteliti, dimana model bisnis memengaruhi struktur dan tingkat rasio tersebut.Dibandingkan dengan benchmark global industri ritel, AMRT dan MIDI berada jauh di atas standar sementara RALS berada di bawahnya.Namun, interpretasi rasio tidak dapat dipisahkan dari tren pendapatan, karena rasio yang rendah belum tentu mencerminkan efisiensi bila pendapatan menurun, begitu pula sebaliknya.

Penelitian selanjutnya dapat menguji apakah pengeluaran pemasaran digital, seperti iklan online dan media sosial, memberikan kontribusi yang lebih signifikan terhadap pendapatan dibandingkan biaya pemasaran tradisional pada perusahaan ritel di Indonesia. Selain itu, studi komparatif yang mencakup lebih banyak perusahaan ritel dengan variasi model bisnis, termasuk e‑commerce dan hypermarket, dapat memperluas generalisasi temuan serta mengidentifikasi pola efisiensi yang berbeda di sektor tersebut. Selanjutnya, penelitian dapat mengembangkan model panel dinamis yang menggabungkan faktor makroekonomi, seperti pertumbuhan PDB dan inflasi, untuk mengevaluasi pengaruh simultan antara marketing‑to‑revenue ratio dan tren pendapatan perusahaan. Pendekatan metodologis yang mengintegrasikan data primer, misalnya survei persepsi manajer pemasaran mengenai efektivitas strategi, dapat memperkaya pemahaman tentang mekanisme internal yang memengaruhi rasio tersebut. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, studi lanjutan diharapkan dapat memberikan panduan yang lebih komprehensif bagi manajer dalam mengoptimalkan alokasi anggaran pemasaran demi mencapai pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan.

  1. 0. pdf obj wts khrh 6dtpdq qp lx 4m 0j 2v e9 mfk fw bl1 tp ey oo jvm rjoas.com/issue-2018-06/article_07.pdf0 pdf obj wts khrh 6dtpdq qp lx 4m 0j 2v e9 mfk fw bl1 tp ey oo jvm rjoas issue 2018 06 article 07 pdf
  2. The Organization of Marketing Activities: A Contingency Theory of Structure and Performance - Robert... journals.sagepub.com/doi/10.1177/002224298504900102The Organization of Marketing Activities A Contingency Theory of Structure and Performance Robert journals sagepub doi 10 1177 002224298504900102
Read online
File size485.82 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test